Bisakah Keinginan Bunuh Diri Dicegah? Ya, Bisa!

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 10 Sep 2018, 15:30 WIB
Kunci pencegahan bunuh diri adalah mendapatkan pertolongan sedini mungkin. Ya, ini artinya keinginan bunuh diri bisa dicegah.
Bisakah Keinginan Bunuh Diri Dicegah? Ya, Bisa! (Dmitri-Ma/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sejak tahun 2003, setiap tanggal 10 September diperingati sebagai World Suicide Prevention Day atau Hari Pencegahan Bunuh Diri Dunia yang dicetuskan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dengan meningkatnya kasus bunuh diri yang terjadi di berbagai belahan dunia, banyak pakar yang mengatakan bahwa kunci pencegahan bunuh diri adalah mendapatkan pertolongan sedini mungkin, sekaligus menghilangkan stigma seputar penyakit mental dan bunuh diri. Dengan kata lain, ya, bunuh diri bisa dicegah.

Data WHO menyimpulkan bahwa bunuh diri telah menjadi salah satu masalah besar bagi kesehatan masyarakat di negara maju, serta menjadi masalah yang jumlahnya terus meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah dan sedang. Tercatat hampir satu juta orang meninggal tiap tahunnya akibat bunuh diri. Ini berarti, kurang lebih setiap 40 detik jatuh korban bunuh diri.

Jika mengacu pada data WHO pada tahun 2010, angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8 per 100.000 jiwa. Jika tidak ada upaya bersama pencegahan bunuh diri, baik dari pemerintah, organisasi terkait, serta peran serta masyarakat, maka angka tersebut bukan tak mungkin terus mengalami kenaikan. Bahkan, WHO memperkirakan angka bunuh diri di Indonesia bisa naik menjadi 2,4 per 100.000 jiwa pada tahun 2020.

1 of 2

Mencegah percobaan bunuh diri

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kunci utama mencegah bunuh diri adalah pertolongan sesegera mungkin. Desainer Kate Spade, chef Anthony Bourdain, musisi Chester Bennington dan Chris Cornell, merupakan beberapa nama besar yang diketahui mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, dan ini membuat geger karena di mata masyarakat karena hidup mereka terlihat “mapan”, produktif, dan secara umum baik-baik saja.

Bunuh diri bisa berawal dari berbagai macam penyebab. Anda dapat mengatasi, menahan, hingga meredam kondisi tersebut dengan cara berikut:

1. Membatasi akses pada benda-benda mematikan

Membatasi dan memisahkan seseorang yang memiliki hasrat bunuh diri dari benda-benda berbahaya di sekitarnya adalah salah satu cara paling efektif untuk pencegahan. Sebagai bantuan tambahan, Anda dapat melibatkan orang lain mengenai pembatasan ini jika Anda atau orang lain yang mengalaminya, butuh bantuan dan tak dapat melakukannya seorang diri.

2. Memandang bunuh diri lewat kacamata media

Penelitian menunjukkan bahwa cara media melaporkan tentang bunuh diri justru dapat memicu hasrat bunuh diri. Hal ini terbukti pada tahun 1994 silam, yang mana para penggemar musisi legendaris Kurt Cobain mengikuti jejak idolanya yang bunuh diri dengan cara serupa.

Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi upaya bunuh diri adalah memahami lebih jauh tentang fenomena pemberitaan saat ini. Jangan fokus pada kejadian. Sadari bahwa siapa pun yang melakukan bunuh diri adalah individu yang berbeda, dan percayalah bahwa kondisi Anda lebih kuat.

3. Mengatasi gangguan mental

Studi mengonfirmasi bahwa hampir 90 persen orang yang meninggal karena bunuh diri memiliki penyakit mental seperti depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, anoreksia, hingga penyalahgunaan zat. Kondisi-kondisi tersebut memang sukar untuk didiagnosis jika tidak disadari oleh diri sendiri.

Anda juga tahu bahwa rasa malu, stigma, dan informasi yang salah mengenai penyakit mental membuat banyak penderita merasa enggan untuk mencari pengobatan. Padahal, konsultasi yang mungkin perlu dikombinasikan dengan resep dokter dianggap sebagai bentuk perawatan yang efektif.

4. Menguatkan relasi lewat pertemanan dan komunitas

Semakin banyak data menegaskan bahwa memiliki komunitas yang kuat membantu mengurangi risiko bunuh diri. Manusia adalah makhluk sosial, sehingga isolasi bisa begitu menyakitkan.

Bukannya mereka yang bunuh diri tidak memiliki teman atau keluarga yang mendukung. Namun, sering kali adanya penyakit mental yang diderita membuat mereka merasa terisolasi atau bahkan mereka sendiri yang mengisolasi diri. Hal ini menjelaskan tentang pentingnya jalinan relasi dan silaturahmi lewat pertemanan.

“Hidup Anda sangat berharga. Carilah bantuan dan sebaikya tidak mencoba untuk mengatasi masalah Anda sendirian dengan cara Anda sendiri. Tak ada salahnya juga jika Anda langsung berkonsultasi dengan psikiater,” kata dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid, dari KlikDokter.

Apa pun getir kehidupan yang dirasakan, bunuh diri bukanlah jalan keluar. Ingatlah bahwa semua kesulitan akan berakhir jika Anda berusaha untuk mencoba mengatasinya. Kunci pencegahan bunuh diri adalah pertolongan sedini mungkin dan hilangkan stigma seputar penyakit mental dan bunuh diri di masyarakat, yang ini berarti bunuh diri bisa dicegah. Libatkan orang-orang terdekat untuk melewati masa-masa berat dalam hidup, jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter, dan yakin bahwa hidup Anda sangat berharga.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓