Benarkah Gigi Putih Tidak Selalu Sehat?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 11 Sep 2018, 12:00 WIB
Memiliki gigi berwarna putih yang berkilau tentu sangat bagus saat Anda tersenyum. Tapi ternyata gigi putih belum tentu sehat. Benarkah?
Benarkah Gigi Putih Tidak Selalu Sehat? (Ovcharenko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang pasti menginginkan gigi putih berkilau agar bagus saat tersenyum. Ada juga sebagian orang yang menganggap gigi yang berwarna putih cemerlang adalah gigi yang sehat dan kuat. Padahal nyatanya belum tentu!

Beberapa orang bahkan sampai melakukan pemutihan gigi demi tampak menawan saat senyum. Itu wajar jika melihat sebuah studi yang menunjukkan bahwa 18-52% orang tidak puas dengan warna gigi mereka.

Di negara-negara besar seperti Amerika Serikat, pemutihan gigi adalah salah satu prosedur perawatan gigi yang paling sering diminta, sementara di Inggris orang dengan gigi kuning sering dijadikan lelucon. Deretan gigi yang berkilauan dengan warna putih yang menyala dipercaya semakin menambah kepercayaan diri.

Ketahuilah bahwa warna gigi manusia tergantung pada warna intrinsiknya. Hal ini sebagian dipengaruhi oleh genetik dan usia, dikombinasikan dengan noda dari merokok, makan, minum, dan minum obat tertentu. Seiring bertambahnya usia, gigi Anda sering menjadi lebih kuning saat enamel mulai luntur, memperlihatkan dentin di bawahnya.

Sampai saat ini, penelitian menunjukkan bahwa warna gigi yang sudah tidak putih lagi belum tentu mengindikasikan gigi tersebut tidak sehat. Sedikit warna pada gigi manusia bahkan penting karena dapat menghindarkan gigi dari kerusakan.

1 of 2

Warna gigi dan artinya

Jika Anda merasa bahwa warna gigi Anda sudah tidak lagi menarik, itu bukan masalah besar. Sekali lagi, itu tidak menunjukkan kesehatan gigi Anda.

Seperti dilansir BBC, ada beberapa warna gigi yang kurang menarik tapi justru menghindarkan semuanya dari risiko berbagai penyakit. Berikut penjelasannya:

  1. Noda hijau

Makanan seperti saus dari tomat dan kopi meninggalkan senyawa berwarna yang disebut chromogen. Sementara bakteri atau jamur dapat menyebabkan noda hijau, keabu-abuan, dan berbulu.

Banyak percobaan pada warna gigi dilakukan di ruang uji laboratorium, bukan di mulut orang yang hidup. Kadang malah gigi sapi yang digunakan karena peneliti membutuhkan permukaan yang lebih besar untuk dipelajari, tetapi kadang-kadang gigi manusia yang dicabut pun digunakan.

Satu studi yang dilakukan oleh Mark Wolff dari New York University merendam gigi sapi selama satu jam dalam teh hitam, anggur merah, atau anggur putih dalam berbagai konfigurasi. Hasilnya, anggur merah meninggalkan noda paling kuat, Anehnya, teh hitam tidak menodai gigi kecuali didahului oleh anggur putih. Tampaknya kandungan asam dari anggur membuat enamel sedikit lebih berpori, sehingga teh bisa meninggalkan bekas.

Pewarna berbasis makanan dan minuman ini dapat mengubah warna gigi, tetapi tidak menunjukkan bahwa gigi tidak sehat. Anda dapat memiliki gigi putih seperti mutiara dan masih memiliki infeksi atau rongga gusi. Demikian juga, Anda dapat memiliki gigi sehat sempurna yang berwarna putih, kekuning-kuningan, atau bahkan kecokelatan.

  1. Noda hitam

Ada satu jenis noda yang dipercaya beberapa peneliti justru bisa melindungi gigi dari kerusakan. Noda ini adalah tepi gelap yang kadang-kadang Anda lihat di sepanjang gigi di tepi garis gusi. Dapat terlihat seperti serangkaian titik gelap. Itu dikenal sebagai "noda hitam".

Penyebab noda hitam telah diperdebatkan selama lebih dari satu abad. Tapi pemikiran terbaru mengatakan bahwa noda ini adalah plak gigi istimewa yang terdiri dari kalsium, fosfat, berbagai bakteri, dan beberapa bentuk senyawa besi atau tembaga, yang menimbulkan warna hitam.

Yang menarik, beberapa penelitian -meskipun tidak semua- menemukan bahwa anak-anak yang memiliki noda hitam di gigi lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kerusakan gigi. Diperkirakan mikroba di dalam noda itu bersifat melindungi.

Tentu saja, dalam beberapa kasus, perubahan warna dapat menunjukkan pembusukan atau penyakit lainnya sehingga harus diperiksa oleh dokter gigi. Namun satu hal yang pasti: gigi putih tidak selalu sehat, gigi yang tidak berwarna juga tidak terlalu buruk.

Jadi, apakah Anda masih ingin gigi putih berkilau, terlepas dari apa yang mereka katakan tentang kesehatan Anda? Itu memang bisa dilakukan dengan cara pemutihan. Akan tetapi, harus diingat bahwa pemutihan gigi juga memiliki efek yang buruk, salah satunya gigi sensitif. Sekarang, pilihan tentu saja ada di tangan Anda. Kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan, tentulah yang harus menjadi prioritas Anda.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
eko wijayaeko wijaya

Gampang Menang, Cepat Cair, Rate Win 80% Jadi Bandar, Kamu Win Hanya Di : WWW.FIFAQQ,COM