Penyebab Gigi Kuning yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 12 Sep 2018, 16:30 WIB
Gigi manusia bisa berubah warna menjadi kuning karena beberapa hal. Berikut ini. beberapa penyebab gigi kuning yang mungkin belum Anda tahu.
Penyebab Gigi Kuning yang Mungkin Belum Anda Ketahui (Axente-Vlad/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin Anda selama ini bertanya-tanya, mengapa bisa terjadi gigi kuning padahal Anda telah rajin menyikatnya? Masalah gigi kuning memang tak jarang membuat beberapa orang menjadi tidak percaya diri. Di samping itu, banyak hal yang dapat memengaruhi warna gigi berubah menjadi kuning. Karenanya, sebagian orang bisa jadi merasa tidak percaya diri tentang penampilan mereka dan ragu-ragu untuk tersenyum.

Menurut National Library of Medicine AS, warna gigi yang abnormal adalah warna apapun selain putih atau putih kekuningan. Jika di luar itu, berarti gigi Anda sudah dalam tahap memiliki warna tidak normal. Dalam memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut, Anda perlu mengetahui lebih dalam seputar hal ini.

Perubahan warna pada gigi

Sebagian besar penyebab perubahan warna gigi dibagi menjadi dua kategori utama, yakni noda ekstrinsik dan intrinsik. Gigi kuning juga bisa disebabkan oleh beragam faktor kesehatan, mulai dari penggunaan obat-obatan hingga penyikatan yang tidak memadai.

1. Noda ekstrinsik

Noda ekstrinsik berasal dari asupan makanan dan minuman yang memengaruhi permukaan enamel, yakni lapisan gigi yang keras dan terluar. Meskipun email gigi dapat dengan mudah diwarnai, noda ini biasanya dapat dihilangkan atau dikoreksi.

Hal ini pun diamini oleh Dr. Justin Philipp dari J. Philipp Dentistry di Chandler, Arizona, Amerika Serikat. "Penyebab utama gigi menguning adalah gaya hidup. Merokok, minum kopi dan teh, serta mengunyah tembakau adalah penyebab terburuk," ucapnya.

Nah, berikut ini adalah sumber noda ekstrinsik tersebut:

  • Tar dan nikotin dalam tembakau

Tar dan nikotion merupakan bahan kimia yang dapat menyebabkan noda kekuningan di permukaan gigi, pada orang yang merokok.

  • Makanan dan minuman berwarna gelap

Praktisnya, makanan atau minuman apapun yang bisa menodai pakaian juga bisa menodai gigi Anda. Jadi, itulah mengapa makanan dan minuman berwarna gelap seperti anggur merah, cola, cokelat, dan saus berwarna gelap seperti kecap, cuka balsamic, saus spageti, dan kari juga bisa merusak gigi. Selain itu, es krim dan permen yang mengandung pewarna juga cenderung menodai gigi.

  • Buah dan sayuran tertentu yang mengandung kromogen

Beberapa buah dan sayuran seperti anggur, blueberry, ceri, dan delima yang mengandung kromogen juga memiliki potensi untuk menodai gigi. Kromogen sendiri adalah zat penghasil pigmen yang bisa menempel pada enamel gigi.

  • Makanan dan minuman asam

Jenis makanan dan minuman ini juga dapat membuat gigi berwarna karena dapat mengikis email gigi dan membuat pigmen lebih mudah untuk menempel ke gigi.

  • Anggur dan teh

Tannin, senyawa pahit yang ditemukan dalam anggur dan teh, juga membantu kromogen menempel pada email gigi, yang akhirnya menyebabkan pewarnaan. Meski demikian, sebuah studi pada 2014 yang diterbitkan dalam International Journal of Dental Hygiene menemukan bahwa menambahkan susu pada teh akan mengurangi kemungkinan risiko gigi ternoda, karena protein dalam susu dapat mengikat tannin.

Dalam hal ini, merawat gigi tidak cukup hanya dilakukan dengan menyikat gigi dan perawatan gusi. Seseorang dengan gigi kuning akibat noda ekstrinsik harus dibersihkan ke dokter secara teratur agar dapat mencegah penumpukan plak pada gigi, sehingga berakibat pada terjadinya perubahan warna gigi.

1 of 3

Selanjutnya

2. Noda intrinsik

Noda intrinsik terjadi di dalam struktur bagian dalam gigi yang disebut dentin. Noda tipe ini lebih sulit dihilangkan. Berikut ini adalah di antaranya.

  • Antibiotik

Banyak obat dapat menyebabkan noda intrinsik pada gigi. Menurut Mayo Clinic, jika anak-anak meminum antibiotik jenis tetracycline atau doxycycline saat gigi masih berkembang (sebelum usia 8 tahun), gigi mereka dapat berubah menjadi kuning kecoklatan. Wanita yang mengonsumsi tetrasiklin setelah bulan keempat kehamilan atau saat menyusui juga berisiko memiliki bayi dengan gigi yang berubah warna.

  • Obat kumur

Pada fase dewasa, menggunakan obat kumur yang mengandung chlorhexidine sebagai senyawa pembunuh bakteri dan mengobati gingivitis (radang gusi), juga dapat menyebabkan perubahan warna coklat pada gigi.

  • Perawatan kemoterapi

Perawatan yang biasanya dijalani penderita kanker, serta radiasi pada kepala dan leher juga dapat menyebabkan timbulnya noda intrinsik. Bahkan, beberapa obat yang relatif umum digunakan seperti antihistamin, antipsikotik, dan obat penurun tekanan darah terkadang bisa menjadi penyebab gigi kuning.

  • Fluoride

Meskipun fluoride dapat bermanfaat untuk memperkuat email dan mencegah pembusukan gigi, terlalu banyak mineral justru tidak baik untuk warna gigi Anda. Fluorosis, yang dihasilkan dari jumlah fluoride yang berlebihan, dapat menimbulkan garis-garis putih atau bintik-bintik coklat pada gigi.

Menurut Dr. Justin Philipp, ini menjadi masalah utama untuk orang-orang yang tinggal di daerah, di mana air minum mengandung kadar fluorida alami yang tinggi, seperti dari sumur. Namun, gigi kuning karena terlalu banyak fluoride juga bisa terjadi karena dari mengonsumsi suplemen atau secara teratur berkumur menggunakan bilasan pasta gigi.

2 of 3

Penyebab gigi kuning lainnya

Selain noda, beberapa penyebab lain gigi yang berubah warna termasuk faktor genetika, usia, penyakit, dan cedera. Menurut Dr. Edita Outericka, direktur gigi di Dynamic Dental di Mansfield, Massachusetts, ada banyak alasan mengapa beberapa orang lebih mungkin memiliki gigi berwarna kuning, yaitu:

  • Keturunan

"Alasan paling utama adalah faktor genetika. Ketidaksempurnaan pada dentinogenesis dan amelogenesis imperfekta adalah dua kelainan bawaan yang menyebabkan gigi berkembang secara tidak tepat, sehingga dapat menyebabkan perubahan warna," Outericka menjelaskan.

Keturunan juga merupakan alasan mengapa beberapa orang memiliki enamel gigi alami yang lebih terang atau lebih tebal daripada yang lain. Outericka juga menyebut, Anda mungkin saja dilahirkan dengan gigi yang tampak lebih kuning (atau lebih putih) dibandingkan dengan gigi orang lain.

Bagian ini berkaitan dengan ketebalan enamel Anda yang semi-transparan. Jika Anda memiliki lapisan tipis enamel, warna asli dentin kekuningan akan terlihat.

  • Usia

Asal Anda tahu, usia juga dapat menggelapkan warna gigi Anda. Ketika usia bertambah, lapisan luar enamel dan produksi air liur akan menipis seiring berjalannya waktu, membuat gigi tampak lebih kuning.

Menurut Mayo Clinic, perlindungan terbaik terhadap penipisan enamel adalah memastikan produksi air liur yang tepat, sehingga dapat membersihkan makanan dan plak gigi, serta mendapatkan fluoride yang cukup.

Sikat dua kali sehari gigi Anda dengan pasta gigi berfluoride, minum air yang diolah dengan fluoride, dan temui dokter jika Anda mengalami mulut kering untuk membantu mencegah email gigi semakin menipis.

  • Penyakit tertentu

Warna gigi Anda juga bisa dipengaruhi oleh penyakit. Outericka berkata, gigi berubah menjadi kuning terjadi setelah menderita demam tinggi di usia muda karena infeksi. Ikterus neonatal yang parah adalah alasan lain yang mungkin untuk gigi yang menguning.

Jatuh atau cedera olahraga pada anak-anak dapat mengganggu pembentukan enamel gigi di saat gigi permanen anak-anak masih berkembang, dan dapat membuat warna gigi menjadi keabu-abuan.

Cedera serupa yang merusak saraf atau gigi pada orang dewasa juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi permanen. Selain itu, orang-orang yang mengadu gigi mereka secara berlebihan, seringkali saat tidur, perlahan-lahan dapat mengangkat lapisan luar dari email gigi yang mengekspos dentin kekuningan di bawahnya.

Pencegahan dan pengobatan

Pencegahan terbaik untuk gigi kuning adalah memperhatikan apa yang Anda makan dan minum, serta tidak merokok. Anda juga perlu menerapkan kebersihan gigi yang baik dan mengunjungi dokter gigi setidaknya dua kali setahun.

Penyebab paling mudah dari gigi yang menguning adalah kebersihan mulut yang buruk, Menghapus penumpukan plak gigi sebelum membusuk sangat penting untuk memiliki senyum yang lebih putih dan gigi yang sehat.

"Yang terbaik adalah membersihkan gigi secara teratur. Cara ini akan membantu menghilangkan noda pada gigi. Perlu Ada ketahui, minum melalui sedotan akan meminimalkan waktu cairan yang menempel di permukaan gigi. Anda juga dapat membilas mulut dengan air setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mungkin menghasilkan noda, jika menyikat gigi tidak mungkin dilakukan," ungkap Outericka.

Gigi kuning akan sangat mengganggu penampilan, dan tentunya berpengaruh terhadap kepercayaan diri. Jika gigi Anda mulai menguning, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter gigi segera. Dalam memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut, tidak ada salahnya beranjak ke dokter gigi untuk memperhatikan kondisi gigi Anda.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓