Kenali 11 Penyebab Bau Mulut yang Harus Anda Waspadai

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 12 Sep 2018, 16:00 WIB
Jangan biarkan bau mulut menurunkan rasa percaya diri dan membuat citra Anda memburuk. Kenali penyebabnya dan hindari sekarang juga!
Kenali 11 Penyebab Bau Mulut yang Harus Anda Waspadai (Srisakorn-Wonglakorn/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bau mulut menjadi masalah rongga mulut yang sering terjadi tanpa disadari. Umumnya, seseorang baru sadar bahwa mulutnya mengeluarkan aroma tak sedap saat orang lain melakukan protes karenanya. Adanya bau mulut menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak terjaga dengan baik.

Menurut drg. Callista Argentina dari KlikDokter, bau mulut atau halitosis merupakan keluhan yang bisa terjadi akibat berbagai faktor. Kondisi ini menimpa sedikitnya 50 persen populasi penduduk di dunia, karena rongga mulut itu sendiri adalah sarang bagi ribuan mikroorganisme yang merugikan maupun menguntungkan.

Kenali penyebab bau mulut

Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya bau mulut. Berikut  ini ada 11 kondisi yang bisa mengakibatkan bau mulut:

1. Mendengkur

Jika posisi mulut Anda terbuka saat tidur, apalagi ditambah dengan kebiasaan mendengkur, kondisi mulut pasti akan menjadi kering. Hal ini bisa menyebabkan mikroorganisme yang ada di dalam rongga mulut mengalami gangguan, sehingga bau mulut kerap tak bisa dihindari.

2. Penyakit gusi

Jika napas berbau logam, Anda mungkin memiliki bakteri yang tumbuh di bawah garis gusi. Hal ini dapat menyebabkan peradangan, atau bahkan infeksi. Dokter gigi menyebutnya keadaan ini sebagai periodontitis. Risiko keluhan ini bisa meningkat berlipat ganda jika Anda memiliki kebiasaan merokok atau malas gosok gigi.

3. GERD

Gastro-esophageal Reflux Disease atau GERD menyebabkan asam lambung mengalir dengan cara yang salah; kembali ke ruang yang menghubungkan tenggorok dengan perut (esophagus). Keadaan ini bisa menyebabkan napas berbau asam, dan memunculkan sedikit aroma makanan atau cairan yang baru saja Anda makan.

4. Diabetes mellitus

Napas berbau buah-buahan dapat menjadi tanda bahwa tubuh Anda menggunakan lemak untuk “bahan bakar”, bukan gula (glukosa). Itu mungkin berarti Anda mengalami diabetes mellitus akibat fungsi insulin yang terganggu.

5. Bakteri helicobacter pylori

Ini adalah sejenis bakteri yang terkait dengan kanker perut dan bisul. Bakteri H. Pylori dapat menyebabkan bau mulut, dan Anda mungkin akan mengalami mual, sakit mag, sakit perut, atau gangguan pencernaan juga.

6. Infeksi pernapasan

Pilek, batuk, dan infeksi sinus dapat mengirim lendir yang berisi bakteri melalui hidung dan mulut Anda. Itu bisa menyebabkan aroma tak sedap pada napas Anda.

7. Obat

Obat-obatan seperti suplementasi vitamin, nitrat untuk pengobatan jantung, kemoterapi untuk kanker, dan beberapa obat tidur melepaskan bahan kimia yang dapat membuat mulut Anda mengeluarkan aroma tak sedap.

8. Batu di tonsil

Batu tonsil biasanya tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi, kadang-kadang batu tersebut dapat mengiritasi tenggorokan, dan menyebabkan pertumbuhan bakteri abnormal di bagian tersebut. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya bau mulut.

9.  Dehidrasi

Dehidrasi menyebabkan produksi air liur berkurang. Hal ini menyebabkan kondisi mulut kering, sehingga kestabilan mikroorganisme di area tersebut bisa mengalami gangguan. Ujung dari masalah ini adalah terjadinya bau mulut.

10. Infeksi

Cedera atau luka di dalam mulut bisa terinfeksi bakteri sehingga mengakibatkan bau. Hal ini pada akhirnya menyebabkan aroma napas Anda menjadi tidak sedap.

11. Gagal ginjal

Anda mungkin memiliki bau napas yang amis jika ginjal tidak dapat membuang “sampah” seperti seharusnya. Hal ini paling sering terjadi pada tahap terakhir kondisi gagal ginjal, yang dikenal sebagai penyakit ginjal stadium akhir.

Ternyata bau mulut tak disebabkan oleh masalah pada rongga mulut semata. Ya, napas tak sedap juga bisa disebabkan oleh keluhan-keluhan yang bahkan tak berhubungan langsung dengan rongga mulut. Maka dari itu, jika Anda mengalami bau mulut yang menetap atau sulit dihilangkan, sebaiknya jangan tunda lagi untuk berobat ke dokter agar kesehatan gigi dan mulut selalu terjaga.

[NB/ RVS]