Kenali Pengaruh Kesehatan Gigi dan Mulut pada Otak

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 12 Sep 2018, 17:15 WIB
Perkembangan otak ternyata dapat dipengaruhi oleh kesehatan gigi dan mulut. Berikut ini fakta medisnya.
Kenali Pengaruh Kesehatan Gigi dan Mulut pada Otak (WAYHOME-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh adalah hal yang penting untuk dilakukan setiap orang. Namun, menjaga kesehatan gigi dan mulut juga tidak kalah penting sehingga hal tersebut tidak boleh disepelekan.

Tidak sedikit orang yang berkunjung ke dokter gigi setelah merasakan sakit pada giginya atau gigi sudah dalam keadaan parah. Padahal kesehatan gigi dan mulut yang tidak dijaga akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh lainnya, termasuk perkembangan otak. Ternyata banyak saraf yang terdapat di dalam mulut yang berhubungan dengan saraf anggota tubuh lainnya.

Kondisi gigi dan mulut yang buruk seperti gigi berlubang atau penumpukkan karang gigi tentu dapat menyebabkan kurangnya rasa percaya diri pada seseorang. Selain itu, penyakit-penyakit tersebut bila tidak segera diatasi dapat memicu timbulnya bau mulut.

Terdapat sejumlah bakteri di dalam rongga mulut. Umumnya tidak berbahaya, namun mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi dapat membuat keadaan di dalam gigi - tempat bakteri penghasil asam - dapat berkembang. Asam ini melarutkan email gigi, sehingga menyebabkan terjadinya lubang pada gigi.

Efek kondisi gigi buruk pada otak

Salah satu efek buruk terjadinya gigi berlubang adalah menurunnya dan terganggunya fungsi otak. Hal ini terjadi karena seringnya lubang pada gigi yang sudah menjadi abses (pembengkakan yang disertai nanah) tidak segera ditangani. Bakteri yang terdapat di dalam abses atau gigi berlubang akan masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebar ke anggota tubuh lainnya hingga ke otak. Infeksi tersebut dapat merusak sel-sel yang terdapat dalam otak.

Selain itu bakteri yang melekat di sekitar leher gusi juga dapat berkembang dalam matriks lengket yang disebut plak. Plak yang menumpuk dan tidak dibersihkan secara teratur akan menyebabkan peradangan pada gusi. Kondisi ini dalam istilah medis disebut gingivitis.

Gingivitis yang tidak segera ditangani akan bertambah parah menjadi periodontitis, dimana pada keadaan ini jaringan penyangga gigi rusak hingga dapat menyebabkan gigi lepas.

Bila gigi atau gusi juga sudah mengalami peradangan, infeksi dapat menyebar ke pembuluh darah dan merusak organ tubuh lainnya seperti jantung, mata dan juga otak. Infeksi yang masuk ke dalam otak akan menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit meningitis. Bila kondisi gigi sudah menyebabkan radang pada otak maka penderita akan terganggu kualitas hidup dan aktivitasnya sehari-hari.

Gangguan kesehatan gigi pada anak

Gangguan pada gigi yang sering dialami anak-anak adalah gigi berlubang. Gigi berlubang yang tidak segera dirawat akan mengganggu saat mengunyah makanan. Jika hal ini dibiarkan, tentunya dapat menurunkan nafsu makan anak dan penyerapan gizi yang secara tidak maksimal sehingga anak dapat kekurangan gizi. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk pada anak-anak juga dapat memengaruhi perkembangan otaknya.

Pasalnya kesehatan gigi sulung atau gigi susu pada anak, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan gigi permanennya. Meskipun nantinya akan digantikan dengan gigi permanen, gigi sulung harus tetap dijaga kesehatannya.

Asupan nutrisi yang buruk juga akan memengaruhi daya tahan tubuh serta pertumbuhan dan perkembangan otaknya. Anak menjadi selalu lemas dan kurang dapat berpikir. Selain itu anak juga dapat merasa kurang percaya diri karena kondisi giginya. Menurut penelitian anak yang memiliki gigi sehat jauh lebih berpretasi.

Oleh karena itu merawat kesehatan gigi dan mulut sejak dini sangat penting dilakukan, karena dapat memengaruhi kondisi otak. Jadi, lakukan upaya perawatan gigi dan mulut dengan saksama, dan jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter gigi.

[RVS]