Kenali Efek Buruk Ganja pada Otak

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 13 Sep 2018, 13:45 WIB
Putra musisi Ahmad Albar, Ozzy Albar ditangkap polisi karena kepemilikan ganja. Apa saja efek buruk ganja untuk tubuh, terutama otak?
Kenali Efek Buruk Ganja pada Otak (FGC/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anak bungsu Ahmad Albar, Ozzy Albar, ditangkap polisi pada hari Selasa (11/09) karena kepemilikan ganja. Adik Fachri Albar tersebut diketahui memiliki ganja sebesar 2,6 gram dan berdasarkan hasil pemeriksaan urine ia juga positif menggunakan narkoba.

Ganja berasal dari tanaman Cannabis sativa. Tanaman ini banyak tumbuh di beberapa daerah di Indonesia. Zat yang juga dikenal dengan sebutan mariyuana ini termasuk dalam psikotropika golongan halusinogen karena efeknya yang dapat menciptakan delusi atau khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Efek ganja pada tubuh

Ganja mengandung dua zat aktif, yaitu tetrahidrokanabinol (THC) dan kanabidiol (CBD). Saat seseorang mengisap/menghirup ganja, THC akan masuk ke aliran darah melalui paru lalu kemudian ke otak. THC akan memicu pengeluaran dopamin sehingga menimbulkan rasa senang, nyaman, tidak sensitif terhadap nyeri, dan tidur pulas. Dalam kadar yang tinggi, THC akan menimbulkan halusinasi pada pemakainya.

Sementara itu, kanabidiol (CBD) merupakan zat aktif yang efeknya sedikit berbeda dengan THC. CBD dalam ganja justru membuat pemakainya merasa panik, bingung, khawatir, bahkan hingga depresi.

Tanaman ganja dapat dikonsumsi secara oral (diolah bersama makanan) dan dihirup. Secara oral, ganja dapat memberi efek antinyeri dan peningkatkan nafsu makan terutama pada mereka yang mengalami kanker. Bila dikonsumsi langsung, efek ganja lebih sedikit karena harus diserap dulu melalui saluran cerna.

Sensasi fly yang diharapkan para pengguna ganja biasanya didapatkan dengan cara menghirupnya. Serbuk ganja umumnya dihisap layaknya rokok atau dapat pula menggunakan alat vaporizer, yang lebih dikenal dengan vape. Setelah dihirup, dalam hitungan menit, THC dalam ganja akan masuk ke aliran darah dan mencapai puncaknya 30 menit kemudian.

1 of 2

Apa imbas ganja pada otak?

Ganja memiliki sejumlah dampak buruk pada tubuh. Salah satu organ yang terkena imbasnya adalah otak. Ganja akan merusak daerah prafrontal dan mengurangi volume hipokampus otak. Sederhananya, volume otak akan menjadi lebih kecil. Hal ini berpengaruh pada memori atau ingatan.

Hipokampus adalah daerah otak yang bertanggung jawab untuk penyimpanan memori jangka panjang. Bila terjadi pengurangan volume di area ini, maka orang tersebut akan mengalami masalah kognitif dan sulit mengingat sesuatu.

Ganja juga menyebabkan sambungan antar sel saraf di otak menjadi terganggu. Akibatnya, penderitanya tidak dapat memproses informasi dengan baik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ganja dapat menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) secara signifikan pada pemakainya. Hal ini tentu berdampak pada kemampuan berpikir, bekerja, dan menyebabkan penurunan produktivitas.

Secara kejiwaan, konsumsi ganja jangka panjang juga menyebabkan beberapa masalah seperti gangguan emosi (bipolar), rasa takut berlebihan (paranoid), gangguan panik, dan depresi.

Efek buruk tersebut tak hanya dialami oleh mereka yang menghirup secara langsung. Bila asap ganja terhirup oleh orang lain, terutama ibu hamil, dampak buruk ganja pun akan dialami oleh janin. Ibu hamil yang menghirup ganja umumnya akan memiliki bayi dengan berat lahir rendah, lahir prematur (sebelum waktunya), dan mengalami gangguan perkembangan sistem saraf.

Peristiwa penangkapan Ozzy Albar ini mengungkap fakta bahwa perang terhadap narkoba masih berlangsung. Sebarkan informasi mengenai efek ganja di atas kepada keluarga, rekan kerja, dan orang-orang di sekitar Anda agar tak ada lagi yang terjerat jebakan ganja dan zat psikotropika lainnya.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓