Efek Negatif Ganja pada Kesehatan Gigi Dan Mulut

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 13 Sep 2018, 14:07 WIB
Musisi Ozzy Albar tertangkap polisi karena kedapatan memiliki narkoba jenis ganja. Berikut ini efek ganja pada kesehatan gigi dan mulut.
Efek Negatif Ganja pada Kesehatan Gigi Dan Mulut (Yarygin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Satu lagi musisi tanah air yang tersandung kasus narkoba. Ozzy Albar pada Selasa (11/09) ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan dengan barang bukti kepemilikan ganja. Putra musisi Ahmad Albar ini diketahui positif mengonsumsi ganja.

Ganja merupakan jenis narkotika golongan I yang paling berbahaya, karena bisa membuat penggunanya kecanduan. Berasal dari tanaman Cannabis sativa, tanaman ini mengandung zat yang dapat memabukkan dan memberi efek menenangkan.

Tak hanya itu, ganja juga dapat memberikan efek halusinasi dan perasaan senang pada penggunanya. Zat Tetrahydrocannabinol (THC) yang terkandung dalam tumbuhan ganja dapat berpengaruh terhadap efek psikoaktifnya.

Daun kering dan bunga tanaman ganja biasanya digulung menjadi rokok atau dihirup asap dan minyaknya. Namun, merokok menggunakan ganja adalah cara penggunaan yang paling umum dilakukan.

Dampak ganja terhadap kesehatan gigi dan mulut

Berbicara tentang narkotika, obat terlarang, serta zat adiktif atau psikotropika (narkoba), Anda tentu tahu bahwa seluruhnya memiliki efek negatif bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya bagi kesehatan fisik, obat-obatan ini juga berdampak buruk bagi kesehatan gigi. Hal tersebut dapat merusak gigi serta jaringan-jaringan pendukung yang ada di dalam mulut.

Setelah mengonsumsi ganja, secara perlahan masalah gigi akan muncul. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lama penggunaan, cara pemakaian, jenis narkoba dan kebersihan gigi dan mulut.

Menurut American Dental Association (ADA), mengisap ganja akan memengaruhi kualitas kesehatan gigi dan mulut. Akibatnya kondisi gigi dan mulut menjadi buruk. Berikut ini adalah masalah gigi dan mulut yang akan muncul jika seseorang mengonsumsi ganja:

1. Penyakit gusi (periodontal)

Sejumlah penelitian mengungkapkan, konsumsi ganja atau mariyuana dapat meningkatkan risiko penyakit gusi atau penyakit periodontal. Penyakit gusi atau penyakit periodontal merupakan suatu infeksi pada jaringan yang mengelilingi dan menyokong gigi. Gusi dan tulang yang rusak tidak dapat menyokong gigi, sehingga gigi dapat menjadi tanggal atau lepas.

2. Mulut kering

Selain itu, mengisap ganja juga dapat mengarah pada ke keadaan xerostomia atau mulut kering. Hal inilah yang menyebabkan pada pengguna ganja diketahui memiliki jumlah karies yang jauh lebih tinggi daripada yang tidak menggunakan ganja. Kondisi ini disebabkan kurangnya aliran air liur (saliva), sehingga menyebabkan saliva tidak dapat bekerja dengan baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

3. Pembesaran dan peradangan gusi

Menghisap ganja dapat dikaitkan dengan pembesaran gusi (gingiva), munculnya lesi merah (erythroplakia) dan peradangan kronis pada mulut. Terkadang, penyakit ini disebut dengan cannabis stomatitis yang dapat berkembang menjadi tumor ganas.

4. Infeksi jamur di mulut (candidiasis oral)

Efek ganja juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya candidiasis oral. Sebab, kebersihan gigi dan mulut yang buruk pada pengguna dapat meningkatkan pertumbuhan jamur di mulut.

Setelah mengetahui pengaruh buruk ganja terhadap kesehatan gigi dan mulut, sebisa mungkin jauhkan diri Anda dari narkoba. Efek negatif yang dihasilkan dari konsumsi narkoba tidak hanya dapat merusak kesehatan Anda, tetapi juga masa depan Anda. Selain itu, Anda juga pasti tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib seperti yang dialami oleh Ozzy Albar, putra dari musisi Ahmad Albar.

[NP/ RVS]