Whole-Fat Milk Lebih Sehat dari yang Anda Duga

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 14 Sep 2018, 07:00 WIB
Konsumsi whole-fat milk berkaitan dengan risiko kematian dini dan penyakit jantung yang lebih rendah.
Whole-Fat Milk Lebih Sehat dari yang Anda Duga (Sasimoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak yang beranggapan bahwa whole-fat milk, yang juga biasa disebut susu murni, tidak baik bagi tubuh. Tak sedikit para ahli merekomendasikan produk susu yang rendah lemak. Namun, berdasarkan penelitian terbaru yang dilansir TIME, whole-fat milk sebenarnya lebih sehat dari yang Anda pikirkan selama ini.

Bahkan, orang yang mengonsumsi produk susu berlemak tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2 daripada yang mengonsumsi susu rendah lemak. Selain itu, minum susu penuh lemak juga tidak terbukti dapat menambah berat badan. Tak ayal, menurut para peneliti, susu tinggi lemak dan produk turunannya dapat dijadikan sebagai bagian dari diet sehat.

Jangan hanya fokus pada lemak jenuh

Studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet tersebut melibatkan 136.000 partisipan usia dewasa dari 21 negara di lima benua. Pada tahap awal penelitian, partisipan yang semuanya bebas dari penyakit jantung ini diminta mengisi jumlah asupan produk susu mereka.

Setelah 9 tahun berlalu, sekitar 10.500 orang partisipan meninggal atau memiliki masalah kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke. Berdasarkan data, partisipan yang mengonsumsi lebih dari dua porsi produk susu per hari memiliki tingkat kematian yang lebih rendah. Mereka juga memiliki tingkat penyakit kardiovaskular rendah.

Menurut penulis studi tersebut Mahshid Dehghan, seorang peneliti epidemiologi gizi dari Population Health Research Institute di Canada, temuan tersebut menunjukkan bahwa menjelekkan produk susu berlemak semata-mata karena kandungan lemak jenuhnya yang lebih tinggi – meski banyak penelitian menghubungkan lemak jenuh dengan penyakit jantung – bukanlah hal yang tepat.

“Produk susu juga mengandung komponen lainnya (yang sehat), seperti asam amino, vitamin K, kalsium, magnesium. Mereka biasanya sudah difermentasi dan memiliki probiotik. Kita sebaiknya tidak terfokus pada satu nutrisi saja,” kata Dehghan.

Namun, penelitian tersebut juga memiliki beberapa keterbatasan. Periode tindak lanjut sembilan tahun yang mereka lakukan relatif singkat, dalam hal mengukur hasil kesehatan jangka panjang seperti penyakit jantung. Selain itu, hasil penelitian mereka tidak dapat membuktikan sebab dan akibat.

Lebih lanjut, partisipan yang ikut penelitian banyak berasal dari wilayah berpenghasilan rendah dan menengah. Mereka cenderung mengonsumsi lebih sedikit produk susu daripada orang-orang di negara makmur. Sehingga, mereka memperoleh manfaat lebih banyak dari peningkatan konsumsi susu daripada orang-orang di daerah yang maju.

1 of 2

Manfaat whole-fat milk dan yoghurt

Whole-fat milk biasanya berasal dari susu sapi. Pada umumnya, 1 gelas (240 ml) susu  ini mengandung 103 kalori, 2,5 gram lemak, 107 mg sodium, 13 gram gula dan 8 gram protein.

“Kelebihan susu ini adalah kaya akan kalsium, protein, vitamin D, vitamin A dan riboflavin,” ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter. Semua itu tak hanya berguna untuk kesehatan tulang, tapi juga saluran cerna dan imunitas tubuh.

Kendati begitu, ada pula kekurangan susu berlemak penuh. Banyak orang yang mengalami intoleransi laktosa atau gangguan dalam mencerna laktosa, yaitu gula, yang terdapat pada susu berlemak penuh dan produk olahannya.

Sementara itu, yoghurt yang merupakan salah satu sumber kalsium juga baik dan memiliki segudang manfaat. Kandungan bakteri di dalamnya dapat membuat pencernaan tetap lancar dan sehat.

“Selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, makan yoghurt tiap hari boleh saja dilakukan. Tapi hati-hati jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, misalnya diabetes. Kandungan gula tambahan di dalam yoghurt bisa mengganggu kestabilan gula darah dalam tubuh Anda,” ujar dr. Nadia.

Jika melihat fakta penelitian di atas, whole-fat milk dan yoghurt ternyata baik untuk kesehatan tubuh. Satu hal yang paling penting, konsumsilah dalam taraf wajar agar manfaat di dalamnya tidak berbalik menjadi malapetaka. Salam sehat!

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓