Tips Memasak di Rumah untuk Penderita Diabetes

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 14 Sep 2018, 08:00 WIB
Bagi penderita diabetes, jangan khawatir tak bisa makan enak. Ada cara memasak yang aman agar gula darah tetap terjaga.
Tips Memasak di Rumah untuk Penderita Diabetes (Tommaso79/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mempersiapkan dan memasak makanan bagi penderita diabetes dapat menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tentunya, penderita diabetes pun tetap ingin makan enak tanpa harus mengganggu kesehatan, terutama kadar gula darahnya.

Sebenarnya, kadar gula dalam makanan bukanlah satu-satunya hal yang perlu diperhatikan saat memasak makanan untuk penderita diabetes. Kandungan lain seperti lemak, gula, dan jumlah kalori keseluruhan menu makanan pun perlu dicermati. Hal ini karena diabetes juga dipengaruhi oleh profil lemak tubuh, berat badan, dan lain-lain.

Namun, tak perlu khawatir karena ada berbagai tips memasak yang aman untuk diabetes sehingga penderita diabetes tetap bisa makan enak sambil menjaga kesehatannya. Hanya diperlukan kreativitas lebih dan juga ketelitian agar setiap langkah dan bahan dipertimbangkan dengan saksama.

Kiat memasak untuk penderita diabetes

Beberapa prinsip mudah dalam memasak yang aman untuk penderita diabetes, di antaranya memperhatikan bahan makanan yang dipilih, cara memasak, pilihan bumbu, dan perhitungan porsi.

  • Bahan makanan

Selama memungkinkan, pilihlah bahan makanan yang mengandung rendah lemak. Misalnya saat memilih ayam, pilih bagian dada tanpa kulit dan hindari bagian paha. Atau saat memilih daging merah, pilih bagian yang tidak berlemak dan buang bagian berlemak yang terlihat.

Begitu juga dengan memilih minyak untuk memasak. Meski bentukan minyak/lemak padat termasuk jarang digunakan secara umum di Indonesia, selalu pilih minyak cair untuk memasak karena mengandung lebih sedikit lemak trans. Ketahui juga jenis minyak goreng yang lebih sehat untuk memasak, seperti minyak kanola dan minyak jagung.

Untuk produk susu seperti susu, keju, dan yoghurt, pilih juga jenis yang rendah lemak. Hindari susu full-cream, terutama susu kental manis, karena kandungan gulanya tinggi.

Sebagai sumber energi, orang Indonesia biasanya mengandalkan nasi putih sebagai bahan makanan pokok. Anda dapat mengganti nasi putih dengan sumber energi lain, misalnya nasi merah, kentang, atau gandum. Anda juga bisa menghindari karbo sama sekali dan memperbanyak konsumsi protein dan serat seperti sayur dan buah.

  • Cara memasak

Meski telah memilih minyak yang lebih sehat untuk memasak, bukan berarti Anda boleh menyantap makanan goreng-gorengan setiap saat. Sebisa mungkin, tetaplah hindari memasak dengan cara menggoreng dan beralihlah ke opsi cara memasak yang lain.

Anda bisa mencoba variasi menumis, memanggang, merebus, atau mengukus makanan. Kuncinya adalah dengan tetap mementingkan rasa  sehingga makanan tidak terasa hambar, meski lebih sehat.

Contohnya saat mengukus, Anda dapat menggunakan air kaldu alami sehingga makanan menjadi lebih bercita rasa jika dibandingkan dengan saat dikukus menggunakan air biasa.

  • Memilih bumbu

Menghindari makanan tinggi gula dan garam penting untuk penderita diabetes. Mengapa garam juga perlu dihindari? Karena kandungan garam yang tinggi juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, misalnya meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko penyakit jantung serta stroke. Padahal, makanan Indonesia identik dengan rasa yang asin dan gurih.

Sebagai alternatif, Anda bisa membumbui makanan dengan pilihan bumbu lain seperti herba kering, bawang merah, bawang putih, dan merica. Anda juga bisa menggunakan kaldu ayam, daging, atau jamur sebagai penambah rasa gurih pada masakan.

  • Menghitung porsi

Makan dengan jumlah porsi yang tepat juga penting untuk penderita diabetes. Sederhananya, dalam porsi terkontrol sebenarnya tidak ada makanan yang menjadi pantangan total bagi penderita diabetes. Namun, sulitnya menghitung porsi dan kalori dari tiap makanan membuat pasien tak jarang memilih untuk menghindari sama sekali makanan tersebut.

Penting bagi penderita diabetes untuk mengetahui kebutuhan kalori hariannya, dan dapat membaginya menjadi beberapa porsi makan dengan komposisi bahan makanan yang berbeda.

Sebagai contoh: jika terhitung kebutuhan kalori sehari adalah 2.000, jangan hanya menghitungnya dalam 1 kali porsi makan. Bagi menjadi 3 kali makan besar dan 3 kali camilan selingan, sehingga porsi setiap makan tidak menjadi terlalu banyak dan Anda bisa terhindar dari rasa lapar sepanjang hari.

Bagaimana? Tidak sulit, bukan, memasak menu makanan untuk penderita diabetes? Tentunya, sesuaikan dengan anjuran dokter dan obat-obatan yang diminum jika ada. Berkonsultasi dengan ahli nutrisi juga dapat dilakukan, agar mendapatkan program diet yang sesuai dengan profil tubuh dan kondisi diabetes.

[RS/ RVS]