Para Wanita, Begini Cara Tepat Atasi Serangan Panik

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 13 Sep 2018, 17:30 WIB
Serangan panik lebih sering terjadi pada wanita. Jangan khawatir, begini cara tepat untuk mengatasinya.
Para Wanita, Begini Cara Tepat Atasi Serangan Panik (ruigsantos/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih sering dilanda serangan panik, meski sejauh ini alasannya masih belum jelas. Keadaan tersebut biasanya menyerang wanita yang punya masalah medis serius, seperti depresi atau gangguan pembuluh darah.

Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara serangan panik pada wanita yang lebih tua dengan penyakit jantung dan stroke. Penelitian ini mengamati 3.300 wanita, dimana 10 persen di antaranya mengalami serangan panik. Wanita-wanita tersebut memiliki risiko tiga kali terkena stroke atau serangan jantung dibandingkan wanita yang tidak mengalami serangan panik.

Beberapa penelitian menduga bahwa serangan panik pada wanita disebabkan oleh pengaruh serotonin. Ini adalah bahan kimia alami di otak yang membantu mengirim pesan antar sel otak dan menjaga keseimbangan mental.

Tips mengatasi serangan panik

Pada wanita, serangan panik bisa terjadi secara mendadak. Hal seperti ini bisa menggoyahkan pengendalian diri, sehingga pengambilan keputusan sering tidak tepat sasaran.

Nah, untuk mencegah terjadinya serangan panik dan hal-hal buruk yang menyertainya, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Tarik napas dalam-dalam

Mengendalikan pernapasan adalah langkah pertama untuk mencegah perburukan kondisi akibat serangan panik. Menurut Medical News Today, tujuan dari tindakan ini adalah untuk menciptakan aliran udara yang lambat agar hiperventilasi dan penumpukan karbon dioksida dalam darah tidak terjadi.

Untuk melatih pernapasan yang tenang, Anda perlu:

  • Ambil napas teratur secara perlahan melalui hidung dan kemudian keluar melalui bibir yang sedikit berkerut.
  • Tarik napas selama lima hitungan, tahan selama 1 detik, lalu embuskan perlahan-lahan hingga hitungan keempat.
  • Lakukan jeda selama 2 detik, lalu ulangi untuk beberapa siklus atau sampai Anda merasakan ketenangan.

2. Terapi perilaku kognitif

Terapi ini menyelesaikan kecemasan dengan mengubah keyakinan untuk memberi tahu bahwa perasaan panik adalah sesuatu yang berbahaya.

3. Terapi imajinasi

Seseorang yang melakukan terapi ini akan diajak membayangkan sesuatu yang dia takutkan. Hal ini bertujuan agar orang tersebut terbiasa dengan hal-hal yang sekiranya menyebabkan kepanikan, sehingga nantinya bisa menyesuaikan diri dan mengaplikasikannya di dunia nyata.

4. Pendidikan mengenai serangan panik

Pengetahuan atau pendidikan mengenai panik adalah bagian besar dari mengatasi serangan panik. Sangat penting untuk memahami bahwa gejala panik tidak terkait dengan penyakit serius. Meski perasaan teror dan rasa malapetaka sering dirasakan, hal tersebut umumnya tidak akan menyebabkan kematian.

Dengan mengetahui hal itu, orang yang mengalami kepanikan diharapkan mampu mengalihkan segala bentuk pemikiran negatif.

5. Pengobatan alternatif

Menurut Medical News Today, akupunktur, aromaterapi, dan beberapa bahan herbal dapat menjadi metode alternatif yang efektif untuk membantu mengendalikan serangan panik.

Jika setelah melakukan semua tindakan di atas serangan panik tak kunjung hilang atau bahkan masih sering dirasakan, jangan tunda lagi untuk berobat ke psikiater atau dokter yang ahli. Dengan begini, penanganan yang sebaik-baiknya bisa segera Anda dapatkan dan kepanikan mungkin bisa benar-benar dicegah untuk kembali datang menyerang.

[NB/ RVS]