Jangan Menahan Kentut Jika Tak Ingin Mengalami Ini

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 14 Sep 2018, 11:00 WIB
Menahan kentut memang bisa mencegah perasaan malu. Namun di balik itu, Anda juga berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan berikut ini.
Jangan Menahan Kentut Jika Tak Ingin Mengalami Ini (Elbud/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kentut atau buang angin adalah mekanisme tubuh yang normal. Kondisi ini terjadi ketika gas dari saluran pencernaan berhasil ke luar melalui lubang dubur. Pada orang sehat usia 21–59, sebuah studi mengatakan bahwa mereka bisa kentut hingga 10 kali per hari.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, buang angin dikatakan normal jika jumlahnya tak melebihi 10 kali dalam sehari. Bila lebih dari itu, mungkin ada gangguan kesehatan yang sedang terjadi.

“Penyakit saluran cerna seperti gangguan pada kandung empedu bisa menyebabkan kentut berlebih. Begitu pula dengan kondisi yang bukan penyakit, seperti mengonsumsi makanan tertentu, menelan udara terlalu banyak, dan lainnya,” ungkap dr. Resthie.

Bahaya menahan kentut

Memang, kentut berlebih bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan. Namun bukan berarti Anda bisa menahan kentut agar tetap di dalam saluran pencernaan. Faktanya, menahan kentut adalah tindakan yang tidak dianjurkan dari sisi medis.

Menahan kentut dapat menyebabkan tekanan dan rasa tidak nyaman bagi tubuh. Gas yang tertahan dalam usus dapat memicu distensi abdomen, dimana gas terserap ke dalam sirkulasi dan diembuskan melalui napas Anda.

Dilansir dari Newsweek, gas dalam usus berasal dari sumber yang berbeda―seperti menelan udara atau karbon dioksida yang dihasilkan ketika asam lambung bercampur dengan bikarbonat di usus kecil, juga hasil produksi oleh bakteri yang terletak di usus besar. Sementara itu, penumpukan gas usus dengan menahan kentut dapat menyebabkan kembung hingga nyeri.

1 of 2

Gangguan kesehatan akibat menahan kentut

Selain kondisi di atas, menahan kentut juga dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan sebagai berikut:

  • Keracunan gas

Salah satu unsur pada kentut adalah metana. Jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh, unsur tersebut akan terus bertambah dan dapat berubah menjadi racun. Oleh karena itu, sering menahan kentut kerap dikaitkan dengan kejadian keracunan.

Terkait keracunan gas akibat sering menahan kentut, para ahli masih memperdebatkan hal ini. Namun tak ada salahnya untuk selalu waspada akan bahaya tersebut.

  • Wasir

Saat Anda menahan kentut, otot anus akan menegang dan pembuluh darah akan melebar. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, wasir tak bisa dihindari lagi.

Penderita wasir akibat terlalu sering menahan kentut akan mengalami buang air besar berdarah, gatal pada anus, nyeri saat duduk, dan berisiko tinggi mengalami anemia bila keluhan tak segera diatasi.

  • Infeksi divertikulosis

Sering menahan kentut membuat usus tertekan oleh sejumlah gas yang terperangkap. Pada kasus tertentu, tekanan ini dapat memicu timbulnya kantung pada dinding usus yang disebut divertikula. Kantung-kantung tersebut dapat terkena infeksi kuman dan menyebabkan divertikulosis.

Divertikulosis sering terjadi tanpa gejala yang spesifik. Namun pada beberapa pasien, kondisi ini dapat menyebabkan keluhan perut kembung, nyeri, sensitif atau kram, demam menggigil, diare dan sembelit, serta mual maupun muntah.

  • Peritonitis

Penyakit ini disebabkan akibat adanya peradangan pada jaringan yang melapisi dinding bagian dalam perut (peritoneum). Peritonitis merupakan salah satu komplikasi yang terjadi akibat infeksi divertikulosis kronis.

Daripada mengundang masalah kesehatan yang telah disebutkan di atas, akan lebih baik bila Anda tak lagi menahan-nahan kentut. Jika Anda sekiranya merasakan adanya dorongan gas dari saluran cerna, segera bergerak ke tempat yang membuat Anda untuk  kentut dengan leluasa.

Jika malu melakukan itu, dr. Resthie memberikan saran bahwa Anda wajib membatasi atau menghindari sama sekali makanan maupun minuman yang merangsang gas seperti kol, sawi, dan minuman bersoda. Di samping itu, Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi obat yang mengandung laktulosa atau sorbitol jika tak ada indikasi khusus.

“Hindari juga aktivitas yang dapat meningkatkan suplai udara ke dalam saluran cerna,” jelas dr. Resthie.

Setelah mengetahui fakta medis ini, diharapkan Anda tak lagi menahan kentut apalagi hingga berlarut-larut. Carilah tempat aman, dan segera lepaskan dorongan gas yang ada di saluran cerna Anda. Bukankah bisa kentut itu melegakan?

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓