Benarkah Donor Darah Bisa Bikin Gemuk?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 14 Sep 2018, 16:45 WIB
Banyak orang menghindari kegiatan donor darah dengan alasan takut gemuk. Apa kata medis terkait anggapan tersebut?
Benarkah Donor Darah Bisa Bikin Gemuk?  (Monkey-Business-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu alasan mengapa orang enggan donor darah adalah karena kekhawatiran akan bikin gemuk. Ini adalah ketakutan yang sudah menjadi keyakinan sejak zaman dahulu kala. Lantas, bagaimana fakta medis yang sebenarnya?

Tenang, Anda tidak perlu khawatir berlebihan akan anggapan tersebut. Fakta menyebutkan bahwa donor darah membuat gemuk hanyalah mitos belaka. Berdasarkan penjelasan dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, donor darah justru dapat menurunkan berat badan dan menjaganya tetap di rentang ideal.

Senada dengan itu, berbagai penelitian menyebutkan bahwa donor darah mampu membakar kalori setara dengan olahraga selama satu jam. Fakta lain, setiap Anda mendonorkan darah sebanyak 540 ml, tubuh akan secara otomatis membakar sebanyak 650 kalori.

Tak berhenti sampai di situ, donor darah nyatanya menyimpan banyak manfaat lain. Menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, berikut beberapa manfaat yang dimaksud:

  • Menurunkan risiko penyakit jantung

Menurut American Journal of Epidemiology, dengan mendonorkan darah Anda dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 33% dan menurunkan risiko serangan jantung hingga 88%.

Peneliti dari American Medical Association mengatakan bahwa risiko penyakit jantung, serangan jantung dan stroke pada usia 43–61 tahun bisa menurun secara signifikan dengan mendonorkan darah setiap enam bulan.

  • Menurunkan risiko kanker

Selain bermanfaat sebagai bentuk bantuan kemanusiaan, donor darah ternyata juga bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit kanker. Penelitian mengatakan bahwa hal ini berkaitan dengan frekuensi donor darah yang dilakukan. Semakin rutin mendonorkan darah (sesuai anjuran), semakin besar pula kemungkinan untuk terhindar dari penyakit kanker di kemudian hari.

  • Hidup lebih lama

Donor darah bisa menyelamatkan nyawa. Jadi, dengan mendonorkan darah, Anda secara tidak langsung menjadi pahlawan bagi orang lain. Hal tersebut tentu bisa menciptakan perasaan bahagia di dalam diri, yang nantinya dapat mengurangi beban pikiran sehingga stres maupun depresi tak akan terjadi. Ujung-ujungnya, Anda akan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya dan bisa hidup lebih lama.

Nah, mulai saat ini, Anda tak perlu khawatir lagi bila memiliki kesempatan untuk donor darah. Selain tidak menyebabkan berat badan bertambah, kegiatan kemanusiaan ini malah mendatangkan banyak manfaat sehat bagi tubuh Anda.

Namun sebelum itu, perlu Anda ketahui bahwa donor darah tidak boleh dilakukan terlalu sering. Anda hanya dianjurkan untuk melakukannya sebanyak empat kali dalam jangka waktu satu tahun. Itu berarti, jeda waktu untuk donor darah adalah satu kali setiap tiga bulan.

Anda pun harus memiliki tekanan darah yang normal alias tidak terlalu tinggi (hipertensi) atau rendah (hipotensi), serta kondisi tubuh yang bugar dan fit. Di samping itu, Anda juga sebaiknya tidak melakukan donor darah di sembarang tempat agar tidak tertular penyakit akibat penggunaan jarum suntik bergantian atau peralatan medis yang tidak benar-benar steril.

Jadi, sudah siapkah Anda untuk menjadi pahlawan yang menolong nyawa orang lain dengan melakukan donor darah secara rutin? Jangan lupa memperhatikan segala syarat yang diberikan, agar prosesnya berlangsung lancar dan manfaatnya bisa segera Anda rasakan.

[NB/ RVS]