Diet yang Tepat Sesuai Gen Anda

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 17 Sep 2018, 08:00 WIB
Pusing karena diet tak pernah sukses? Mungkin Anda bisa mencoba diet yang sesuai dengan gen Anda.
Diet yang Tepat Sesuai Gen Anda (Novikov Aleksey/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Di tahun 2002, para ahli yang tergabung dalam Human Genome Project telah berhasil memetakan 10 ribu gen dalam DNA manusia. Meski sebagai manusia kita memiliki sebagian besar gen yang sama, tetap saja ada variasi genetik dimana terdapat sebagian kecil gen yang berbeda antar manusia. Lebih jauh, para ahli telah menemukan lebih dari 300 gen yang berperan dalam diet dan berat badan.

Beda gen, beda nasib

Para ahli telah berhasil menemukan lebih dari 300 gen yang berperan dalam pengaturan pola makan dan berat badan.  Ada gen yang mengatur nafsu makan dan rasa kenyang, ada pula yang mengatur efisiensi pembakaran lemak. Ada gen yang menyebabkan orang menyukai makanan manis, sehingga pemilik gen tersebut cenderung tidak bisa menahan diri untuk mengonsumsi yang manis-manis.

Tak hanya itu, ada pula gen yang menyebabkan seseorang lebih rentan memiliki kolesterol tinggi dibandingkan dengan orang lain, terutama jika ia mengonsumsi makanan tinggi lemak.

Terdapat juga gen yang sangat “irit” dalam memetabolisme makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, meskipun orang tersebut makan sedikit, tubuh hanya akan menggunakan sedikit saja dari makanan tersebut dan menyimpannya menjadi energi. Hal inilah yang mengakibatkan sebagian orang sangat mudah menjadi gemuk padahal makannya tidak terlalu banyak.

Sebenarnya, gen tersebut sangat berguna dalam masa kelaparan, yaitu saat nenek moyang di zaman prasejarah masih berada di zaman berburu. Pada masa tersebut, mereka bisa berhari-hari mengalami kelaparan ketika makanan sedang tidak tersedia. Namun sebaliknya, gen “irit” tersebut bisa menyebabkan pemiliknya menjadi gemuk ketika makanan tersedia dengan melimpah seperti zaman sekarang ini.

Ada contoh menarik lagi. Pada mereka yang memiliki gen yang dapat memetabolisme kafein dengan cepat, mereka dapat menikmati manfaat antioksidan dari kopi tanpa berisiko terkena penyakit jantung. Hal tersebut disebabkan karena tubuh memetabolisme kafein dengan cepat, sebelum dapat menimbulkan efek samping di dalam tubuh.

Berbeda halnya dengan mereka yang memiliki gen yang memetabolisme kafein dengan lambat, mereka dapat berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung apabila mengonsumsi kopi secara berlebih.

Gen akibatkan diet tak sukses

Rekomendasi pola makan sehat yang selama ini beredar di masyarakat, ditujukan untuk populasi pada umumnya yang memiliki gen mayoritas. Namun, bagaimana dengan mereka yang memiliki gen berbeda dari orang kebanyakan? Tentunya, anjuran diet yang tepat sedikit berbeda dari populasi pada umumnya.

Jika Anda salah satu orang yang sudah mencoba segala macam jenis diet, pola hidup sehat, dan berolahraga dengan disiplin namun belum sukses juga menurunkan berat badan, kolesterol, gula darah, atau masalah lainnya, jangan berkecil hati. Mungkin letaknya ada pada gen Anda.

Kini telah hadir berbagai pemeriksaan genetik yang bertujuan untuk memeriksa gen dalam tubuh Anda yang terkait dengan pola makan dan berat badan. Setelah Anda mengetahui pola diet yang terbaik untuk Anda – ya, khusus untuk Anda! – Anda bisa menjalankan pola hidup sehat yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Karena, setiap orang tidak memiliki gen yang 100% sama.

Hingga kini, pemeriksaan genetik memang masih relatif mahal dan belum mencakup 300 gen yang telah ditemukan. Namun, prospek pemeriksaan ini ke depannya diyakini sangat cerah dan dapat membantu masyarakat memecahkan masalah diet, berat badan, serta pola makan. Terlebih, di Indonesia kini telah hadir pemeriksaan genetik yang dimaksud. Bagaimana, Anda tertarik untuk mencobanya?

[RS/ RVS]