Apa Bedanya Cacar dan Cacar Monyet?

Oleh dr. Andika Widyatama pada 17 Sep 2018, 14:10 WIB
Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit cacar monyet? Apa bedanya dengan cacar (smallpox)? Cari tahu selengkapnya di sini.
Apa Bedanya Cacar dan Cacar Monyet? (Sementsova Lesia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa hari yang lalu cacar monyet atau monkeypox sedang menjadi buah bibir di Inggris. Hal ini karena dua warga yang tinggal di negara tersebut dinyatakan mengalami cacar monyet. Organisasi pelayanan kesehatan di Inggris, Public Health England, menyatakan bahwa warga yang terserang cacar monyet baru saja berkunjung ke Nigeria―salah satu negara di Benua Afrika yang diduga menjadi sumber terjadinya infeksi.

Penyakit cacar monyet memang mewabah di Nigeria pada tahun lalu. Parahnya, sedikitnya ada 10 negara di Afrika yang pernah mengalami wabah penyakit tersebut. Cacar monyet pun pertama kali ditemukan pada manusia di salah satu negara Afrika, yaitu Republik Demokratik Kongo, pada tahun 1970.

Cacar monyet merupakan penyakit yang sebenarnya jarang terjadi pada manusia. Penyakit ini disebabkan oleh adanya infeksi virus monkeypox, yang masuk ke dalam golongan Orthopoxvirus.

Meski namanya mirip, cacar monyet dan cacar (smallpox) ternyata memiliki perbedaan yang signifikan. Apa saja?

  1. Cara penularan

Cacar monyet paling sering ditularkan dari hewan ke manusia, meski tak menutup kemungkinan untuk terjadi dari manusia ke manusia. Penularan penyakit tersebut bisa terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau luka terbuka pada kulit dan mukosa hewan. Selain itu, konsumsi daging yang terinfeksi virus juga bisa menjadi faktor risiko terjadinya penularan cacar monyet.

Sementara itu, cacar (smallpox) sangat mudah menular dari manusia ke manusia. Media penularannya adalah melalui percikan air liur (droplets) atau kontak langsung dengan tubuh seseorang yang sudah terinfeksi.

  1. Masa inkubasi

Cacar monyet memiliki masa inkubasi selama 5–21 hari. Sedangkan, masa inkubasi cacar (smallpox) berlangsung selama 7–19 hari.

Masa inkubasi adalah waktu sejak virus masuk ke dalam tubuh hingga menyebabkan timbulnya gejala awal dari penyakit.

  1. Gejala yang timbul

Gejala cacar monyet tergolong mirip dengan cacar (smallpox), seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan timbul ruam di kulit. Namun, pada kasus cacar monyet, gejala yang terjadi biasanya bersifat lebih ringan.

Gejala khas lain yang membedakan cacar monyet dengan cacar (smallpox) adalah adanya pembesaran kelenjar getah bening, dimana gejala tersebut hanya terjadi pada cacar monyet.

  1. Cara pencegahan

Belum ada cara pencegahan yang spesifik untuk cacar monyet. Pencegahan terfokus pada menghindari faktor-faktor risiko yang ada, misalnya menunda berkunjung ke negara-negara endemis penyakit, menghindari kontak langsung dengan hewan primata atau pengerat di wilayah tertentu dan perilaku sejenisnya.

Di sisi lain, cacar bisa dicegah dengan pemberian vaksin smallpox sambil menghindari faktor-faktor risiko yang ada. Akan tetapi, sejak cacar (smallpox) sudah berhasil dieradikasi pada tahun 1980, vaksin cacar (smallpox) sudah tidak dipasarkan secara luas.

Meski hingga saat ini virus cacar monyet belum sampai ke Indonesia, Anda sebaiknya selalu bersikap waspada dan hati-hati. Jangan ragu untuk segera menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta hindari faktor-faktor risiko seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan ini semua, cacar monyet atau penyakit infeksi jenis lain niscaya tak akan menyerang diri Anda.

[NB/ RVS]