Kanker Diprediksi Menelan Jutaan Korban Tahun Ini

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 17 Sep 2018, 14:00 WIB
Berdasarkan penelitian, kanker diprediksi mewabah dan menelan jutaan korban tahun ini. Seperti apa fakta medisnya? Simak di sini.
Kanker Diprediksi Menelan Jutaan Korban Tahun Ini (Nick-Starichenko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kanker menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang di seluruh dunia. Sampai saat ini, kanker termasuk dalam penyakit mengerikan yang telah berhasil menelan jutaan korban jiwa.

Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat DNA di dalam sel mengalami perubahan yang tidak sebagaimana mestinya. Perubahan tersebut menyebabkan pertumbuhan sel tidak normal yang tidak terkontrol, dan terjadi sangat cepat.

“Tumor adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan adanya benjolan, dapat berupa jinak maupun ganas. Sementara kanker lebih spesifik digunakan untuk menggambarkan keganasan,” kata dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter.

Menurut dr. Sara, alasan terjadinya kanker terbagi dua, yaitu:

  1. Mutasi gen sejak lahir yang diturunkan dari orang tua atau akibat gangguan pembentukan gen sebelum lahir.
  2. Mutasi gen setelah lahir yang disebabkan oleh kebiasaan merokok, radiasi, virus, bahan kimiawi, obesitas, hormonal, peradangan dalam jangka waktu lama, dan lain-lain.

Kanker semakin mewabah

Keganasan kanker masih terus berlanjut. Berdasarkan penelitian yang dilansir dari TIME, 2018 adalah tahun maraknya kanker menelan jutaan korban. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), hampir 10 juta orang di seluruh dunia akan meninggal karena kanker pada tahun 2018 ini.

Laporan IARC yang diterbitkan di CA: A Cancer Journal for Clinicians didasarkan pada data insiden kanker dari 185 negara di seluruh dunia. Para peneliti memperkirakan bahwa akan ada 18,1 juta diagnosis baru kanker dan 9,6 juta kematian akibat kanker pada tahun 2018.

Angka-angka itu adalah peningkatan secara nyata yang dihitung sejak enam tahun lalu, ketika diagnosis kanker diperkirakan mencapai 14,1 juta dan kematian 8,2 juta jiwa. Sekitar 1 dari 8 pria dan 1 dari 11 wanita konon akan meninggal dunia akibat kanker.

Menurut laporan tersebut, kanker paru-paru adalah penyebab utama yang diprediksi menjangkit 2,1 juta dan menyebabkan kematian pada 1,8 juta jiwa di seluruh dunia. Korban terbesar datang dari jenis kelamin laki-laki, yakni sekitar 1,3 juta jiwa.

Setelah kanker paru-paru, kanker yang paling umum adalah payudara, kolorektal, prostat dan perut. Kanker payudara itu sendiri, para peneliti menyebutkan, diprediksi bisa mencapai sekitar 2,1 juta diagnosis pada tahun 2018.

Kondisi di atas tergantung pada kondisi geografis dan perkembangan sosial ekonomi. Hampir setengah dari diagnosis kanker kemungkinan terjadi di Asia, yang merupakan rumah bagi sekitar 60 persen populasi dunia. Sementara itu, Afrika hanya dihitung sedikit karena pergulatan penyakit di sana berbeda.

1 of 2

Mencegah dan mengobati kanker

Pengobatan kanker yang umumnya diberikan adalah operasi pengangkatan jaringan atau organ, kemoterapi, hingga radioterapi. Hampir separuh dari penderita kanker akan mendapatkan terapi radiasi atau bahkan kombinasi dari tiga jenis pengobatan di atas.

Mahalnya biaya pengobatan bergantung pada tipe dan stadium kanker, kemungkinan efek samping yang akan timbul, serta kondisi pasien. Pada kondisi yang parah, biasanya beberapa dokter spesialis dari bidang masing-masing akan bekerja sama untuk menentukan jenis tindakan dan pengobatan yang tepat.

“Sering kali penderita kanker membutuhkan beberapa kombinasi pengobatan untuk mengobati satu jenis kanker. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sendiri memperkirakan bahwa Rp.100 juta per bulan adalah biaya yang diperlukan untuk pengobatan kanker,” kata dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

Prediksi kanker yang akan menelan korban sampai jutaan jiwa bisa jadi benar atau meleset. Namun, bagaimana pun nantinya, akan lebih baik bila Anda selalu waspada. Jangan tunda hingga nanti untuk menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin dan teratur, hindari rokok maupun alkohol. Dengan begitu, diharapkan risiko Anda untuk terserang kanker bisa menjadi sangat kecil atau hilang sama sekali.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓