Efektifkah Donor Darah untuk Hindari Hipertensi?

Oleh Ayu Maharani pada 17 Sep 2018, 15:00 WIB
Donor darah memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Tapi benarkah bisa mencegah hipertensi. Simak info medisnya berikut ini.
Efektifkah Donor Darah untuk Hindari Hipertensi? (Goodluz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang pasti ingin memiliki tekanan darah yang normal. Sebab, tekanan darah yang terlalu rendah bisa mengakibatkan badan lemas hingga kehilangan kesadaran. Sedangkan, tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa mengakibatkan penyakit yang lebih serius lagi, yakni penyakit jantung.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, salah satu cara yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari hipertensi ialah dengan melakukan donor darah. Sebab, ketika Anda mendonorkan darah, sejumlah ferritin (zat besi dalam darah) akan keluar bersamaan dengan darah yang didonorkan.

Berkurangnya kadar ferritin dalam batas normal tersebut akan menurunkan risiko gejala sindrom metabolik, yakni kondisi saat tingginya kolesterol, gula darah, dan obesitas terjadi bersamaan.

Hal tersebut juga diperkuat oleh hasil penelitian dalam jurnal BMC Medicine yang melaporkan bahwa beberapa pasien dengan sindrom metabolik yang mendonorkan darahnya telah merasakan manfaatnya. Enam minggu setelah mendonorkan darah, tekanan darah mereka menurun, begitu pula dengan kadar gula yang menurun drastis.

Syarat melakukan donor darah

Mendonorkan darah memang bisa menolong orang lain yang membutuhkan, namun Anda juga mesti memperhatikan beberapa syarat di bawah ini agar tidak merugikan diri sendiri, terutama bagi penderita hipertensi. Adapun kriterianya menurut dr. Sepri adalah sebagai berikut.

  • Tidak sedang hamil atau enam bulan pasca-persalinan.
  • Tidak sedang menyusui.
  • Berat badan minimal 45 kilogram.
  • Usia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun.
  • Suhu tubuh tidak lebih dari 37,50 celsius.
  • Tidak sedang demam, batuk, dan pilek (sebaiknya tunggu 14 hari setelahnya).
  • Kadar hemoglobin minimal 12g/dL untuk wanita dan 13g/dL untuk pria.
  • Perhatikan pula dengan waktu donor sebelumnya. Pastikan bahwa sudah lebih dari 12 minggu untuk pria dan lebih dari 16 minggu untuk wanita.
  • Tidak lebih dari lima kali dalam setahun untuk donor darah.
  • Tidak menggunakan narkoba dan mengonsumsi alkohol.
  • Dan tidak menderita penyakit menular, misalnya hepatitis B & C, sifilis, hingga HIV/AIDS.

Donor darah dan hipertensi

Bagi penderita hipertensi yang tekanan darahnya kurang dari 180/90 mmHg diperbolehkan untuk mendonor. Akan tetapi, pastikanlah tekanan darah Anda dicek dulu oleh tenaga profesional yang menggunakan alat sesuai standar. Tak ada salahnya juga bila Anda meminta dicek dua kali demi mendapatkan hasil akurat.

Jadi, benar adanya bahwa dengan mendonorkan darah, Anda bisa menurunkan tekanan darah secara efektif. Tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi.

Satu yang perlu Anda ketahui, mendonorkan darah bukan berarti langsung kehilangan banyak darah secara percuma. Sebab pada dasarnya, Anda hanya memberikan 250 ml dari 5.000 ml darah yang Anda dimiliki.

Setelah kehilangan darah pun, tak lama kemudian sumsung tulang belakang akan memproduksi banyak sel darah baru. Maka Anda tak perlu khawatir akan mengalami kekurangan darah atau anemia.

Meski begitu, ingatlah bahwa mendonorkan darah bukan suatu upaya satu-satunya yang bisa menyembuhkan hipertensi. Donor darah hanya upaya pencegahan dan membantu menurunkan risikonya saja. Penderita hipertensi pun tetap harus mengonsumsi obat dengan rutin serta menjalankan gaya hidup sehat agar tekanan darah tetap normal.

[NP/ RVS]