Gejala Sinusitis pada Anak yang Harus Diketahui

Oleh dr. Atika pada 18 Sep 2018, 07:00 WIB
Anak mengalami pilek berkepanjangan alias tidak sembuh-sembuh? Waspadalah, mungkin saja si Kecil sudah mengalami sinusitis.
Gejala Sinusitis pada Anak yang Harus Diketahui (Svitlana ua/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sudah lebih dari seminggu anak Anda terkena pilek. Anda sudah mencoba segala cara untuk mengatasinya, tapi tetap saja kondisi anak belum membaik. Ada yang bilang bahwa itu bisa menjadi pertanda adanya sinusitis. Benarkah?

Apa itu sinusitis?

Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang sering terjadi pada anak-anak. Sinus adalah struktur berupa rongga yang terletak di wajah. Rongga sinus tidak tampak dari luar, tetapi fungsinya penting untuk mengurangi beban berat pada tengkorak kepala.

Jenis-jenis rongga sinus adalah sebagai berikut:

  • Sinus maksilaris yang terletak di daerah pipi
  • Sinus frontalis yang terletak di dahi
  • Sinus etmoidalis yang terletak di antara mata
  • Sinus sfenoidalis yang terletak di belakang dahi

Rongga sinus memiliki saluran yang berkelanjutan dengan hidung. Karena itu, infeksi atau peradangan yang terjadi pada hidung, misalnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dapat merambat ke sinus dan menyebabkan sinusitis.

Anak-anak memang sering mengalami ISPA, sehingga risiko mereka untuk terkena sinusitis juga terbilang besar. Setiap tahunnya, rata-rata anak mengalami 6-8 kali ISPA dibandingkan orang dewasa. Diperkirakan sebanyak 0,5%-10% ISPA mengakibatkan komplikasi sinusitis. Penelitian juga menemukan bahwa sebanyak 6%-13% anak sampai usia 3 tahun pernah menderita sinusitis.

1 of 3

Apa penyebab dan gejala sinusitis?

Sinusitis dapat terjadi akibat infeksi maupun tanpa infeksi kuman (noninfeksi). Kuman yang paling sering menyebabkan sinusitis adalah virus, yang dapat diperberat dengan tambahan infeksi dari bakteri. Pada anak-anak dengan daya tahan tubuh yang rendah, sinusitis juga dapat dipicu oleh bakteri yang lebih kuat maupun jamur. Sedangkan penyebab noninfeksi pada sinusitis adalah kondisi alergi.

Sinusitis dapat memunculkan tanda dan gejala sebagai berikut: 

  • Hidung tersumbat
  • Pilek yang berlangsung lama atau kambuh berulang
  • Dapat terjadi demam
  • Bau mulut
  • Ingus kental, dan terkadang ingus seperti mengalir di belakang hidung dan tenggorokan (disebut post-nasal drip). Post-nasal drip akan menyebabkan seseorang kerap berdeham untuk membersihkan lendir yang terasa mengalir di belakang tenggorokan
  • Sakit kepala, misalnya saat menunduk (menandakan radang di sinus frontalis)
  • Nyeri pada area wajah, misalnya pipi ketika sinus maksilaris mengalami radang
  • Bengkak di area mata

Anda dapat membedakan pilek biasa dari sinusitis dengan melihat perjalanan penyakit yang terjadi. Umumnya sinusitis ditandai dengan pilek yang tidak kunjung sembuh bahkan hingga 10 hari. Gejala pilek yang sempat membaik, namun memburuk kembali juga dapat menunjukkan adanya sinusitis. Batuk dan pilek yang sangat berat juga dapat dicurigai telah dikomplikasi dengan sinusitis.

2 of 3

Bagaimana menangani sinusitis pada anak?

Penanganan yang tepat untuk menangani sinusitis anak sangat dibutuhkan. Sebenarnya sinusitis yang ringan bisa dikatakan tidak berbahaya. Namun, tetap saja dapat mengurangi kualitas tidur, nafsu makan, serta aktivitas belajar dan bermain anak. Meski sangat jarang terjadi, sinusitis memang bisa menjadi sumber infeksi ke otak dan menyebabkan meningitis.

Komplikasi yang berat itu hanya dapat terjadi pada anak yang mengalami imunitas yang sangat rendah (immunocompromised). Misalnya: pasien kanker, HIV/AIDS, dan pasien yang menggunakan obat penekan sistem imun.

Periksakanlah anak ke dokter jika orang tua mencurigai adanya sinusitis. Antibiotik adalah obat yang paling sering diresepkan untuk menangani sinusitis. Namun, bukan berarti orang tua tidak dapat melakukan apa-apa dari rumah. Orang tua dapat memberikan asupan minuman yang cukup untuk si Kecil. Selain itu, bila ingus anak sangat kental dan sulit dikeluarkan, orang tua dapat memberikan cairan saline.

Cairan saline adalah cairan garam fisiologis (NaCl) yang dapat diteteskan atau disemprotkan ke hidung untuk mengencerkan ingus.

Untuk kebutuhan obat lainnya, misalnya obat alergi, sebaiknya berpedoman pada rekomendasi dan arahan dokter. Jika si Kecil mendapatkan pengobatan yang tepat dan tuntas serta penanganan tambahan dari orang tua di rumah, kesembuhannya dari sinusitis pun akan lebih cepat. Dengan begitu, anak bisa kembali ceria dan aktif seperti sedia kala.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓