3 Pola Sarapan Penderita Diabetes yang Salah

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 18 Sep 2018, 15:00 WIB
Hati-hati, pola sarapan yang salah bisa memperburuk penyakit diabetes yang Anda miliki. Simak penjelasannya berikut ini.
3 Pola Sarapan Penderita Diabetes yang Salah (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi seorang penderita diabetes, pengaturan pola makan adalah suatu hal yang penting. Kerap kali, waktu sarapan menjadi waktu makan yang kurang mendapat perhatian, sehingga malah menjadi bumerang.

Tak hanya penderita diabetes, mereka yang sehat pun sering kali tidak memanfaatkan waktu sarapan dengan tepat, bahkan melewatkannya. Padahal, sarapan dengan menu dan pola yang benar bisa membawa banyak manfaat bagi kesehatan, terutama untuk penderita diabetes.

Ada berbagai kesalahan pola makan dan sarapan yang sering dilakukan oleh mereka yang memiliki diabetes, berikut adalah di antaranya.

  1. Melewatkan sarapan

Ini adalah kesalahan yang paling fatal. Demi menjaga kadar gula darah agar tidak melonjak tinggi, masih banyak orang yang berpikir melewatkan sarapan adalah salah satu caranya. Hal ini sama sekali tidak benar.

Melalui penelitian yang dimuat di jurnal Diabetes Care, telah dibuktikan bahwa penderita yang melewatkan sarapan akan mengalami peningkatan kadar gula hingga 37 persen setelah makan siang jika dibandingkan dengan hari dimana mereka tidak melewatkan sarapan.

Peningkatan ini pun bertahan hingga malam hari menjadi 27 persen lebih tinggi. Ini membuktikan bahwa sarapan penting bagi penderita diabetes.

Sempatkan bangun lebih pagi untuk sarapan. Dengan begitu, suasana hati Anda akan menjadi lebih baik dan pikiran pun lebih segar karena tidak terburu-buru memulai aktivitas.

  1. Sedikit sarapan, banyak makan malam

Sering kali masyarakat mengasosiasikan sarapan dengan makan ringan dan porsi makan malam hampir setara dengan makan siang. Kebiasaan ini sebenarnya tidak tepat, terutama untuk penderita diabetes.

Dalam penelitian yang sama dan didukung oleh penelitian lain dalam jurnal Diabetologia, ditemukan bahwa penderita diabetes yang makan sarapan dengan porsi lebih banyak daripada porsi makan malam memiliki kadar gula darah 20 persen lebih rendah daripada mereka yang menjalani sebaliknya.

Memperhatikan porsi tiap-tiap jam makan memang penting bagi penderita diabetes. Berbagai hasil studi tersebut pun semakin menekankan pentingnya sarapan dengan porsi dan menu yang benar, terutama bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes.

  1. Menu sarapan tinggi gula

Meski sarapan berfungsi untuk memasok energi untuk memulai hari, bukan berarti Anda boleh bermewah-mewah dengan berbagai hidangan tinggi gula di pagi hari.

Hal ini sering kali dijadikan jalan pintas dalam menyiapkan menu sarapan, sehingga pilihan jatuh kepada makanan seperti roti, kue, atau jajanan manis yang disertai kopi dan susu agar sarapan menjadi praktis.

Menu sarapan yang baik seharusnya dapat memberikan Anda cadangan energi sampai tiba waktunya makan siang, atau setidaknya sampai waktu ngemil di antara sarapan dan makan siang.

Sedangkan, sarapan dengan menu tinggi gula akan membuat kadar gula Anda melonjak tinggi sesaat dan merosot turun setelahnya, sehingga membuat Anda lebih cepat mengalami badan lemas dan lapar kembali.

Oleh sebab itu, sarapanlah dengan menu yang tak hanya sehat, namun juga tepat untuk penderita diabetes. Anda dapat mengisi menu sarapan dengan buah dan yoghurt rendah lemak, atau kombinasi protein sehat seperti dadar putih telur dengan roti gandum. Selain mengandung gula yang baik, menu ini juga mengandung banyak serat, sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama.

Kini Anda telah mengetahui kesalahan-kesalahan pola makan yang kerap dilakukan oleh penderita diabetes. Jadi, mulai sekarang, jangan lewatkan sarapan sebelum beraktivitas. Sesuaikan menu sarapan dengan jumlah kebutuhan kalori harian Anda untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari sarapan di pagi hari.

[NP/ RVS]