Kaitan antara Warna dan Emosi Anak

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 19 Sep 2018, 09:00 WIB
Lebih dari sekadar estetika atau stereotip identitas gender, pemilihan warna ternyata berkaitan erat dengan emosi anak. Penasaran? Simak di sini.
Kaitan antara Warna dan Emosi Anak (Anelina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Lingkungan sekitar dapat memengaruhi keadaan emosi dan pikiran anak, yang salah satunya merupakan kontribusi dari pemilihan warna. Ya, warna diketahui memiliki efek psikologis terhadap seseorang, termasuk emosi pada anak.

Warna merupakan alat komunikasi yang sangat kuat yang dapat digunakan untuk memberikan sinyal, memengaruhi perasaan, dan bahkan memengaruhi reaksi psikologis seseorang. Warna-warna tertentu berkaitan dengan emosi yang sedang dirasakan seseorang, tak terkecuali anak.

Menerapkan teknik 'Warnai Hidup Anda' dengan anak akan membantu Anda mengetahui isi hatinya, terutama jika anak termasuk pribadi yang introvert. Anda dapat melakukannya pada kertas maupun dinding rumah. Ya, dinding! Namun, pastikan Anda memilih cat dinding yang berkualitas terlebih dahulu. Gunakan cat dinding yang memiliki teknologi Silver-Ion yang memberi perlindungan secara efektif dari berbagai jenis kuman, Anti-Stain yang membuat noda cair tak menempel pada dinding, dan Low Odour yang rendah bau sehingga aman untuk keluarga.

Kaitan antara warna dan emosi anak

Pada dasarnya, anak-anak senang bermain dengan warna. Warna digunakan untuk menggambar dan bermain. Setiap harinya, tanpa sadar anak terekspos dengan banyak warna-warni alam, yang semuanya punya makna yang berbeda.

Warna merah dikaitkan dengan kemarahan atau semangat yang menggebu-gebu, warna hijau dihubungkan dengan kesunyian dan sepi. Sedangkan warna hitam atau warna gelap lainnya sering dikaitkan dengan depresi atau kecemasan.

Kaitan antara Warna dan Emosi Anak (FamVeld-/Shutterstock)
Kaitan antara Warna dan Emosi Anak (FamVeld-/Shutterstock)

Beberapa penelitian pernah dilakukan untuk mendalami kaitan antara warna dan emosi anak salah satunya oleh Department of Child Development California State University, Amerika Serikat, dengan fokus penelitian adalah 30 anak laki-laki dan 30 anak perempuan.

Pada penelitian ini, anak-anak ditanyakan warna kesukaannya dan ditunjukkan sembilan warna berbeda secara satu per satu dan tidak berurutan. Kemudian, anak-anak tersebut ditanya perasaannya setelah melihat warna-warna tersebut. Semua anak bisa mengekspresikan respons emosi secara verbal terhadap masing-masing warna dan 69 persen dari respons emosi anak positif, seperti perasaan senang.

Anak-anak cenderung senang memilih warna yang terang seperti merah, kuning, atau biru yang lebih memberikan efek positif ketimbang warna gelap seperti hitam, abu-abu, dan cokelat. Preferensi warna juga semakin terlihat seiring bertambahnya usia anak. Anak perempuan cenderung memilih warna-warna yang lebih terang, sedangkan pilihan warna anak laki-laki sebaliknya.

Terapi bermain dengan warna

Selain itu, warna juga bisa digunakan sebagai terapi. Jika anak sedang kesal atau marah, Anda disarankan untuk melihat ke arah benda atau alam berwarna kehijauan agar merasa lebih tenang. Begitu juga halnya dengan warna biru.

Meski merah atau kuning adalah warna favorit anak, Anda disarankan untuk tidak mengecat kamarnya dengan warna-warna tersebut. Warna-warna dapat memberikan efek stimulasi berlebih pada mata, sehingga anak jadi susah tidur.

Warna dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk terapi bermain untuk membantu anak mengidentifikasi berbagai jenis emosi dan perasaan. Harapannya adalah anak dapat bercerita kepada orang tua mengenai perasaannya.

Anak-anak akan diminta untuk menggambar di atas kerta menggunakan berbagai macam warna, terapis akan membebaskan anak memilih warna sesuai keinginannya. Dengan terapi ini, dapat diketahui perasaan anak yang sedang sedih, gembira, takut, marah, dan lain sebagainya.

Jadikan dunia anak penuh dengan warna! Mulai dari pemilihan warna pakaian, perlengkapan makannya, hingga dekorasi rumah yang termasuk kamar anak. Jika Anda berencana untuk mendekorasi kamar anak, rencanakan pemilihan warna kamar dengan baik agar dapat membantu merangsang perkembangannya.

Kaitan antara Warna dan Emosi Anak (Zurijeta/Shutterstock)
Kaitan antara Warna dan Emosi Anak (Zurijeta/Shutterstock)

Pilihlah cat dinding dengan variasi warna tak berbatas, yang memiliki keampuhan teknologi Silver-Ion, Anti-Stain, dan Low Odour agar kamar anak jadi bebas kuman dan dinding juga mudah dibersihkan. Percayalah, dinding sehat dapat membantu terwujudnya keluarga sehat!

(RN/ RH)