Bisakah Hepatitis Menular Lewat Hubungan Seksual?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 19 Sep 2018, 15:30 WIB
Hepatitis merupakan penyakit berbahaya yang menular. Apakah hubungan seksual dapat menjadi media penularan penyakit tersebut? Ini faktanya!
Bisakah Hepatitis Menular Lewat Hubungan Seksual? (Maryna-Pleshkun/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Angka kejadian hepatitis di Indonesia masih terus tinggi. Penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada hati ini dapat menular, salah satunya akibat kebersihan yang tidak dijaga dengan baik. Bahkan tak sedikit orang yang percaya bahwa hepatitis juga bisa menular lewat hubungan seksual. Apa kata medis?

Sebelum mengetahui fakta tentang hal tersebut, Anda perlu terlebih dahulu tahu bahwa hepatitis terbagi menjadi jenis A, B, dan C. Ketiganya sama-sama disebabkan oleh infeksi virus pada hati, yang membuat munculnya proses peradangan.

Hepatitis dapat memberikan gejala yang bervariasi, misalnya warna kulit berubah kuning, mual, muntah, demam, hingga penurunan kesadaran. Jika penyakit ini tak segera ditangani dengan baik dan benar, kerusakan yang terjadi pada hati akan semakin parah, bahkan bisa berujung pada pengerasan organ hati (sirosis) atau kanker hati.

Hepatitis dan hubungan seksual

Virus hepatitis dapat menyebar melalui cairan tubuh. Ini berarti, darah dan air liur dapat menjadi media virus untuk menularkan penyakit tersebut. Bagaimana dengan hubungan seksual? Apakah juga dapat digunakan virus hepatitis sebagai media penularan?

Ya, hubungan seksual termasuk sebagai media penularan penyakit hepatitis. Ini karena virus penyebab penyakit tersebut juga dapat menyebar melalui cairan semen pada pria, cairan vagina pada wanita, dan berbagai jenis cairan tubuh lainnya. Jadi, jika salah satu pasangan mengalami penyakit hepatitis, maka virus tersebut dapat ditularkan ke pasangan seksualnya.

Agar lebih jelas, berikut penjelasannya:

  • Hepatitis A

Infeksi virus hepatitis A biasanya menimbulkan gejala akut dan dapat sembuh dengan sendirinya. Transmisi utama virus hepatitis A sebenarnya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Namun sebenarnya. virus hepatitis A juga dapat ditularkan melalui kontak seksual dari orang yang terinfeksi.

Untuk itu, tetaplah berhati-hati, apalagi jika pasangan Anda memiliki gejala hepatitis seperti kulit kuning, mual, muntah, dan lemas. Akan lebih baik bila Anda menghindari kontak seksual sementara waktu hingga pasangan sembuh.

  • Hepatitis B

Memiliki pasangan seksual yang mengidap virus hepatitis B, sering bergonta-ganti pasangan seksual, dan hubungan seksual sesama jenis merupakan faktor risiko terjadinya transmisi virus hepatitis B. Bahkan, transfusi darah dan penggunaan jarum suntik bergantian juga dapat menjadi media penularan hepatitis jenis ini.

Infeksi Hepatitis B sering disertai dengan penyakit lain yang disebarkan melalui hubungan seksual, seperti HIV.

  • Hepatitis C

Walaupun tidak terlalu sering dijumpai, perlu diketahui bahwa virus Hepatitis C juga dapat ditransmisikan melalui hubungan seksual. Sama dengan infeksi Hepatitis B, infeksi virus hepatitis C juga bersifat kronis.

Risiko infeksi virus Hepatitis C meningkat pada orang yang memilki penyakit HIV atau penyakit yang ditransmisikan melalui hubungan seksual lainnya, berhubungan seksual dengan banyak pasangan, atau melakukan hubungan seksual yang kasar.

Data penelitian yang baru juga menunjukkan bahwa homoseksual yang mengalami infeksi HIV dan memiliki pasangan seksual lebih dari satu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi hepatitis C.

Cara terbaik mencegah penularan hepatitis C adalah dengan menghindari kebiasaan yang dapat menyebarkan penyakit ini, karena hingga kini vaksin hepatitis C masih belum ditemukan.

Jadi, ya, penyakit hepatitis bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Jika Anda tak ingin mengalami penyakit berbahaya ini, lakukan vaksinasi hepatitis A dan B di pusat kesehatan terdekat, terapkan gaya hidup bersih dan sehat, serta hindari berganti-ganti pasangan seksual. Namun, apabila gejala hepatitis sudah terlanjur muncul, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter.

[NB/ RVS]