Benarkah Sabun Antibakteri Lebih Baik untuk Bayi?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 20 Sep 2018, 10:30 WIB
Sabun antibakteri disebut-sebut mendatangkan manfaat lebih banyak untuk bayi. Bagaimana faktanya?
Benarkah Sabun Antibakteri Lebih Baik untuk Bayi? (EVGENIYA68/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit orang tua yang menggunakan sabun antibakteri untuk memandikan bayi. Hal ini karena sabun tersebut diduga memiliki kemampuan untuk membunuh kuman penyebab penyakit, sehingga baik digunakan setiap hari agar kesehatan si Kecil terus terjaga dengan baik.

Apakah Anda salah satu orang tua yang punya pemikiran demikian? Jika ya, sebaiknya singkirkan pikiran tersebut jauh-jauh. Pasalnya, para pakar kesehatan tidak merekomendasikan penggunaan sabun antibakteri, apalagi sampai digunakan setiap hari.

Terdapat beberapa alasan yang mendasari hal tersebut, di antaranya:

  • Penggunaan sabun antibakteri secara berlebihan bisa membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.
  • Kandungan triclosan pada sabun antibakteri dapat menimbulkan gangguan hormonal dan kontraksi otot pada tingkat sel, juga menyebabkan kulit kering, iritasi, kemerahan, gatal ringan, dan mengelupas.
  • Penggunaan sabun antibakteri berhubungan dengan risiko alergi yang lebih tinggi.
  • Bahan kimiawi yang terdapat pada sabun antibakteri dapat mencemarkan air.
  • Sabun antibakteri tidak jauh berbeda dari sabun biasa, dan tidak berfungsi lebih baik dalam mencegah penyakit.
  • Sabun antibakteri bisa menyebabkan kulit kering akibat kandungan triclosan di dalamnya.

Anda sebaiknya tidak menggunakan sabun antibakteri untuk si Kecil mandi sehari-hari. Akan lebih baik bila Anda menggunakan sabun yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi yang cenderung masih sensitif.

Tips memilih sabun yang tepat

Jangan sampai salah pilih sabun jika tak ingin bayi Anda mengalami masalah pada kulitnya. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih sabun bayi yang tepat:

  • Pilih sabun dengan tingkat keasaman seimbang

Kulit bayi lebih bersifat asam hingga normal, karena memiliki kadar pH berkisar antara 5,5–7. Jadi, sabun yang tepat adalah yang memiliki kadar pH seimbang atau yang paling mendekati kondisi kulit bayi.

  • Hindari yang mengandung alkohol

Sabun yang mengandung kadar alkohol di dalamnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Karena itu, hindari memilih sabun yang memiliki label ethanol atau ethyl alcohol.

  • Pilih sabun yang ramah alergi

Jika si Kecil memiliki kulit yang sangat sensitif, akan lebih baik bila Anda memilih sabun yang bersifat hipoalergenik untuknya. Untuk mengetahui sabun yang seperti ini, Anda dapat membaca keterangan pada label kemasan.

  • Hindari sabun yang mengandung pewangi

Sabun dengan banyak busa atau mengeluarkan wangi-wangian tertentu yang menyengat biasanya memiliki kandungan detergen di dalamnya. Bila bayi menggunakan sabun yang seperti ini, bukan tak mungkin kulitnya akan mengalami iritasi.

  • Pilih sabun dengan kandungan canola oil dan vitamin E

Sabun yang mengandung canola oil baik untuk menjaga kelembapan dan memberikan manfaat alami ke kulit si Kecil. Sedangkan vitamin E bertugas sebagai antioksidan, sehingga kulit si Kecil tidak mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan di sekitarnya.

Jadi mulai saat ini, jangan lagi gunakan sabun antibakteri untuk si Kecil mandi sehari-hari. Akan lebih baik bila Anda menggunakan sabun yang dirancang khusus untuk bayi, sehingga kesehatan kulitnya dapat terus terjaga dengan baik.

(NB/ RH)