Bisakah Cacar Monyet Menginfeksi Mata?

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 22 Sep 2018, 19:25 WIB
Selain keluhan pada kulit, cacar monyet juga dapat menyebabkan gangguan pada mata penderitanya. Benarkah demikian?
Bisakah Cacar Monyet Menginfeksi Mata? (Lapina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cacar monyet belakangan ini kembali banyak diperbincangkan dalam dunia kesehatan sejak kemunculannya pertama kali di Inggris awal bulan lalu. Kabar beredar menyebutkan bahwa penyakit ini bisa menimbulkan gangguan mata.

Kemunculan cacar monyet

Sejak pertama kali ditemukan di Republic Democratic Congo pada tahun 1970, penyakit cacar monyet memang diketahui hanya menyebar di daratan Afrika. Meski demikian, penyakit ini hanya pernah 1 kali terindentifikasi menyerang seorang penduduk Amerika pada tahun 2003.

Hal ini cukup membuat panik warga dunia. Walaupun tergolong penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, cacar monyet tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Penderitanya kerap mengalami badan lemas dan gangguan kulit akibat lenting yang ditimbulkan.

Sebaran infeksi ke beberapa organ lain di luar kulit juga sangat mungkin terjadi. Dari berbagai organ yang diserang, mata disebut-sebut menjadi salah satu target infeksi.

Cacar monyet sebenarnya tidak mudah menyebar ke manusia dan lebih banyak dialami oleh hewan. Namun, penyakit ini bisa menular ke manusia dengan syarat ada kontak erat dengan hewan yang mengidap penyakit. Oleh karena itulah penyakit ini disebut zoovirus atau disebarkan oleh hewan.

Gejala cacar monyet

Seseorang yang berisiko terjangkit cacar monyet adalah mereka yang dalam kesehariannya berkontak erat dengan hewan yang memiliki penyakit. Contohnya petugas karantina hewan.

Oleh karena itu, Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan penggunaan alat pelindung diri seperti jubah, masker khusus, dan sarung tangan pada mereka yang berkontak erat dengan hewan sakit di negara sumber virus cacar monyet seperti negara di Afrika Tengah.

Gejala cacar monyet sendiri umumnya akan timbul 6–16 hari setelah seseorang terpapar virus. Tanda-tandanya mirip dengan cacar biasa, namun memiliki kekhasan lenting yang lebih besar melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam dan juga bisa menyebar ke telapak tangan dan kaki.

Selain itu, infeksi cacar monyet juga kerap membuat pembengkakan kelenjar getah bening. Hal-hal tersebutlah yang membedakan cacar monyet dengan cacar biasa. Bila dilihat lebih jauh lagi, sebenarnya jenis virus yang menyebabkan cacar monyet juga berbeda dengan virus penyebab cacar air.

Infeksi cacar monyet ke mata

Selain timbul lenting di kulit, ternyata cacar monyet juga dapat menginfeksi mata. Infeksi mata ini tercatat terjadi pada 68 persen kasus cacar monyet, di mana mayoritas penderitanya merupakan laki-laki (61,7 persen) dan berusia di bawah sepuluh tahun (61,8 persen).

Faktanya, infeksi mata atau konjungtivitis ini ternyata lebih sering dialami pada penderita cacar monyet dibandingkan dengan keluhan lainnya seperti mual muntah, menggigil, sariawan, nyeri tenggorokan dan lemas.

Untuk mencegah penyebaran cacar monyet dan juga sebarannya di mata, seseorang yang berkontak erat dengan hewan wajib memperhatikan langkah perlindungan diri. Apalagi hewan tersebut berasal dari benua Afrika.

Pastikan hewan selalu diperiksa secara berkala di dokter hewan dan mendapatkan vaksinasi secara lengkap. Selain itu, segera periksakan ke dokter apabila hewan tersebut sakit dan rawatlah hewan dengan menggunakan alat pelindung diri yang lengkap.

Bila ada seseorang yang mengalami infeksi mata dan dicurigai tertular cacar monyet, segera bawa ke pusat kesehatan agar mendapatkan pengobatan dini. Ia akan dirawat di ruang isolasi hingga terbukti sembuh sempurna dan tidak lagi berpotensi menularkan ke sekitarnya.

[NP/ RH]