Ada Buih pada Urine Anda? Mungkin Ini Sebabnya

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 25 Sep 2018, 13:15 WIB
Urine berbuih bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Kenali penyebabnya agar Anda lebih waspada terhadap penyakit yang mungkin mengintai.
Ada Buih pada Urine Anda? Mungkin Ini Sebabnya (Tricky_Shark/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Munculnya buih pada urine merupakan kondisi yang sering membuat panik banyak orang. Padahal, kondisi tersebut tak selalu membahayakan. Ada beberapa kondisi normal yang menyebabkan urine berbuih. Namun pada sebagian kasus, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penyakit serius yang membutuhkan penanganan segera.

Penyebab urine berbuih

Urine Anda muncul buih? Tak perlu panik. Sebab, ada beberapa kondisi normal yang bisa menyebabkan urine berbuih, di antaranya adalah:

  1. Kehamilan

Pada kondisi hamil, busa pada urine merupakan hal yang wajar terjadi. Sebab pada saat hamil, ukuran ginjal membesar. Selain itu, ginjal harus menyerap asam amino yang lebih banyak dari biasanya, dan terkadang tak mampu menyerap semua asam amino tersebut sehingga sebagian kecil asam amino keluar lewat urine.

Kondisi-kondisi inilah yang menyebabkan ibu hamil mengeluarkan urine yang berbuih.

  1. Terlalu lama menahan buang air kecil

Terlalu lama menahan buang air kecil menyebabkan urine yang harus dikeluarkan sangat banyak. Buang air kecil dalam jumlah banyak dan kecepatan yang lebih tinggi menyebabkan air seni berbuih saat dikeluarkan.

  1. Bahan kimia di toilet

Sebagian toilet di area publik dilengkapi dengan bahan kimia pembersih atau pewangi toilet. Saat urine bercampur dengan bahan kimia tersebut, dapat terlihat busa, sehingga seakan-akan urine yang mengeluarkan busa.

1 of 2

Tanda adanya gangguan kesehatan

Kondisi urine berbuih ternyata juga dapat menandakan suatu penyakit yang serius dan butuh penanganan segera. Dua kondisi yang paling sering menyebabkannya adalah:

  1. Proteinuria

Proteinuria merupakan istilah medis yang menandakan adanya protein di urine. Normalnya, air seni tidak mengandung protein karena seharusnya ginjal akan menyaring protein sehingga tidak dikeluarkan melalui urine.

Kandungan protein pada urine ini menunjukkan adanya kebocoran di ginjal. Kondisi ini bisa disebabkan karena banyak hal seperti hipertensi dan diabetes tidak terkontrol yang menyebabkan gagal ginjal, keracunan dalam kehamilan (preeklampsia), atau penyakit autoimun yang menyerang ginjal seperti sindrom nefrotik.

Jika hal ini terjadi, maka dokter akan meminta Anda untuk mengumpulkan air seni selama 24 jam. Kemudian melalui pemeriksaan laboratorium, akan dilakukan pemeriksaan untuk mengukur kadar protein dari urine yang dikumpulkan tersebut.

Pengobatan proteinuria tergantung penyebabnya. Namun untuk mengurangi protein yang bocor dari ginjal, umumnya dokter akan memberikan obat dari golongan angiotensin converting enzyme inhibitor seperti capropril atau ramipril.

  1. Ejakulasi retrograde

Merupakan kondisi pada laki-laki yang ditandai dengan adanya air mani yang seharusnya mengalir keluar dari penis, justru berbalik ke dalam kandung kencing.

Kondisi ejakulasi retrograde ini umumnya dicetuskan oleh diabetes yang tidak terkontrol, efek samping obat pembesaran prostat, gangguan saraf akibat cedera, atau komplikasi operasi pada daerah prostat.

Jika dokter menduga keluhan urine berbuih terjadi akibat ejakulasi retrograde, maka pemeriksaan sperma pada urine perlu dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Jika memang ditemukan sperma pada urine, maka benar kondisi ejakulasi retrograde yang terjadi.

Bila tak ada keluhan apapun, ejakulasi retrograde tak perlu diobati. Namun bila menimbulkan keluhan seperti infertilitas atau orgasme terasa kering, maka obat-obatan seperti klorfeniramin, fenilefrin, atau pseudoefedrin dapat diberikan untuk membantu mengatasinya.

Kapan urine berbuih berbahaya?

Jika hanya terjadi sesekali saja, kemungkinan besar buih pada urine Anda bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun jika urine berbuih terjadi terus-menerus setiap kali buang air kecil, Anda patut waspada.

Selain itu, jika adanya buih di urine disertai dengan warna keruh, ada gejala bengkak di daerah wajah atau tungkai bawah, mudah lelah, atau ada keluhan mual dan muntah, kemungkinan besar penyebabnya adalah karena gangguan pada ginjal.

Terakhir, jika buih disertai dengan sedikitnya cairan saat orgasme atau tak kunjung punya anak, kemungkinan gangguan ejakulasilah penyebabnya.

Jadi, jika Anda mengalami kondisi urine berbuih yang terjadi terus-menerus atau disertai dengan gejala lainnya, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓