Gejala Rabies yang Perlu Anda Tahu

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 28 Sep 2018, 10:00 WIB
Rabies memberikan gejala yang sangat bervariasi pada penderitanya. Kenali macam gejala rabies dan cara mengatasinya di sini.
Gejala Rabies yang Perlu Anda Tahu (Sopon Charoensuk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda pernah digigit hewan tertentu yang bersifat liar dan tak terkendali? Jika ya, apakah setelahnya Anda merasa ada penurunan kondisi tubuh yang berarti? Awas, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa Anda sudah terkena virus rabies!

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

“Virus rabies dapat ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan, misalnya dari anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies sering disebut juga penyakit anjing gila,” ujar dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter.

Apa saja gejala rabies?

Berdasarkan penjelasan dr. Sara, gejala rabies biasanya mulai timbul dalam waktu 30–50 hari setelah terinfeksi. Gejala awal rabies sangat mirip dengan flu, dan dapat berlangsung selama berhari-hari. Tanda dan gejala selanjutnya meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Agitasi
  • Kegelisahan
  • Kebingungan
  • Hiperaktif
  • Kesulitan menelan
  • Air liur berlebihan
  • Takut air karena kesulitan menelan
  • Halusinasi
  • Insomnia
  • Parsial paralisis

Tak hanya pada manusia, virus rabies yang menjangkit hewan juga bisa membuatnya mengalami perubahan kondisi tubuh yang berarti. Gejala rabies pada hewan, antara lain:

  • Sangat agresif
  • Suka bersembunyi di tempat gelap
  • Ekor turun di belakang kedua kaki
  • Liur sangat banyak
  • Takut akan air dan cahaya

Adapun faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya rabies pada Anda, yaitu:

  • Bepergian atau tinggal di negara berkembang, misalnya di Afrika atau Asia Tenggara.
  • Melakukan aktivitas yang membuat Anda berhubungan dengan hewan liar yang mungkin memiliki rabies, seperti menjelajahi gua tempat kelelawar hidup atau berkemah tanpa mengambil tindakan pencegahan untuk menjauhkan hewan liar.
  • Bekerja di laboratorium percobaan, atau menangani pasien dengan virus rabies.
  • Luka terbuka di bagian kepala atau leher, yang dapat membuat virus rabies berpindah ke otak dengan sangat cepat.
1 of 2

Mengatasi rabies dengan tepat

Untuk mengenali keberadaan virus rabies pada suatu spesies, peneliti biasanya bakal mengobservasi hewan yang menggigit Anda. Jika dalam 10–14 hari tidak ada gejala rabies atau hewan tersebut dapat tetap hidup, maka dinyatakan bahwa tidak ada virus rabies padanya. Itu berarti, Anda yang sempat digigit oleh hewan terkait juga tidak akan terjangkit virus rabies.

Di sisi lain, dr. Sara mengungkapkan bahwa orang yang terinfeksi rabies harus segera mencari pertolongan medis. Ini karena pengobatan rabies harus dilakukan sedini mungkin, sebelum virus sampai ke otak dan menimbulkan gejala yang lebih parah.

“Orang-orang yang belum pernah mendapat vaksin rabies akan diberikan suntikan globulin imun rabies yang dikombinasikan dengan vaksin. Separuh dari dosisnya disuntikkan di tempat gigitan dan separuhnya disuntikan ke otot, biasanya di daerah pinggang,” tambah dr. Sara.

Jangan abaikan masalah rabies yang mungkin saja mengintai Anda dan hewan peliharaan kesayangan. Lakukan tindakan pencegahan dengan pemberian vaksin, dan selalu lindungi diri Anda dari segala kemungkinan terjadinya infeksi virus mematikan ini.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓