Turunkan Berat Badan Anak Obesitas dengan Vitamin D

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 02 Oct 2018, 14:36 WIB
Selain membantu penyerapan kalsium, vitamin D juga bisa menurunkan berat badan pada anak obesitas. Cari tahu selengkapnya di sini.
Turunkan Berat Badan Anak Obesitas dengan Vitamin D (Kwanchai Chai Udom/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Obesitas atau kelebihan berat badan bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali anak. Obesitas pada anak terjadi akibat berbagai macam faktor, contohnya gaya hidup tidak sehat dan keturunan (genetik).

“Banyak orang tua yang memberikan makanan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan status gizinya. Ketika seorang anak mendapat asupan kalori yang lebih banyak daripada yang dikeluarkan, maka ia akan mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas,” ujar dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Menurut data yang ada, obesitas pada anak terus menjadi momok menakutkan di hampir seluruh belahan dunia. Pasalnya, jumlah kasus obesitas pada anak terus meningkat. Pada tahun 2016, diperkirakan terdapat kurang lebih 41 juta anak balita mengalami kelebihan berat badan. Mirisnya, sebagian besar kasus tersebut terjadi di wilayah Asia.

Tentu, kelebihan berat badan atau obesitas pada anak perlu segera diatasi. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menambahkan asupan yang mengandung vitamin D dalam jumlah cukup setiap hari.

Vitamin D untuk turunkan berat badan anak

Sebagai upaya menurunkan berat badan pada anak, para peneliti dari University of Athens Medical School dan Rumah Sakit Anak Aghia Sophia, Athena, Yunani merekrut 232 peserta. Tim peneliti mengukur tingkat vitamin D partisipan, persentase lemak tubuh, serta penanda fungsi hati dan jantung mereka di awal penelitian untuk ditelaah satu tahun kemudian.

Para peneliti secara acak meminta 117 anak-anak dengan suplemen mengandung 50.000 IU vitamin D untuk dikonsumsi selama enam minggu, sementara sisanya tidak. Setahun kemudian, studi tersebut menemukan hasil bahwa anak-anak yang mengonsumsi vitamin D memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar lemak, serta serta tingkat kolesterol yang lebih rendah.

Pada studi selanjutnya, tim peneliti akan mempelajari apakah asupan vitamin D dapat meningkatkan kesehatan anak dan remaja yang telah terdiagnosis obesitas, kolesterol tinggi, kadar gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi.

"Meski temuan awal ini menunjukkan bahwa vitamin D dapat digunakan dalam pengobatan obesitas, masih ada banyak hal yang perlu dipelajari agar hasilnya semakin matang,” kata salah satu peneliti, Evangelia Charmandari.

1 of 2

Menurunkan berat badan anak

Sudah normalkah berat badan anak Anda saat ini? Cobalah hitung IMT agar lebih akurat. Rumusnya: berat badan anak dalam satuan kilogram dibagi dengan hasil perkalian tinggi badan dan tinggi badan dalam satuan meter.

IMT = (BB) / [(TB) x (TB)].

“Jika hasil perhitungan IMT anak berada di antara 23–29,9, berarti anak tersebut mengalami kelebihan berat badan. Lalu, jika IMT menunjukkan angka 30 atau lebih, maka anak sudah masuk dalam kategori obesitas,” jelas dr. Andika.

Lebih lanjut, dr. Andika mengungkapkan bahwa penentuan obesitas menggunakan IMT hanya berlaku untuk anak usia 5 tahun ke atas. Untuk anak di bawah usia 5 tahun, Anda perlu mengukur berat badan menggunakan kurva yang sudah dibuat oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

Jangan anggap sepele kelebihan berat badan atau obesitas pada anak. Segera bantu si Kecil terbebas dari kondisi tersebut dengan mengajarkannya untuk menerapkan gaya hidup sehat, berolahraga secara rutin dan teratur, serta mengonsumsi asupan sehat dan bergizi seimbang yang mengandung vitamin D dalam jumlah cukup. Dengan begini, berbagai penyakit berbahaya yang bersembunyi di balik obesitas tak akan terjadi pada anak Anda.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓