Ini Tanda dan Gejala Depresi yang Harus Anda Waspadai

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 09 Apr 2020, 13:01 WIB
Ada banyak faktor penyebab seseorang mengalami depresi, mulai dari karena riwayat keluarga hingga trauma. Simak tanda dan gejala depresi pada ulasan berikut.
Ini Tanda dan Gejala Depresi yang Harus Anda Waspadai

Klikdokter.com, Jakarta Data Riset Kesehatan Dasar yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah penderita depresi di Indonesia makin meningkat. Lebih dari 11 juta orang yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.

Depresi merupakan gangguan suasana hati (mood) yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Kondisi ini tidak dapat disepelekan, karena dapat berujung pada bunuh diri bila depresi semakin berat.

Penyebab depresi belum diketahui secara pasti. Namun, faktor yang dapat memicu kondisi ini cukup beragam, di antaranya trauma atau tekanan batin, penyakit kronis, mengonsumsi obat-obatan tertentu, ketergantungan alkohol dan narkoba, dan memiliki gangguan mental lain.

Hingga saat ini, masih banyak kasus depresi yang tidak terdiagnosis dan tidak tertangani dengan baik. Salah satu penyebabnya adalah karena penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengalami depresi. Bisa juga karena penderita depresi merasa malu dan enggan untuk mencari pertolongan.

Artikel Lainnya: Depresi pada Balita Juga Bisa Terjadi, Kenali Gejalanya

1 of 2

Tanda dan Gejala Depresi

Gangguan depresi masih mendapatkan stigma yang kurang baik dari masyarakat. Depresi sering kali dilihat sebagai penyakit yang memalukan, dan orang yang mengalaminya dianggap sebagai orang yang memiliki mental lemah.

Cara pandang tersebut sama sekali tidak tepat. Depresi bisa dialami oleh siapa saja dan tidak berhubungan dengan kuat lemahnya mental seseorang. Sangat penting untuk mengenali depresi sejak dini agar bisa mendapatkan terapi yang tepat dan cepat.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala utama utama depresi yang perlu diketahui:

  1. Suasana Hati Sedih atau Hampa

Ilustrasi Suasana Hati Sedih pada Wanita
Ilustrasi Suasana Hati Sedih pada Wanita

Suasana hati berbeda dengan perasaan. Perasaan bisa berubah-ubah dengan cepat tergantung situasi yang sedang dialami. Sebaliknya, suasana hati cenderung stabil dan tidak terlalu dipengaruhi situasi lingkungan.

Penderita depresi memiliki suasana hati yang cenderung merasa sedih, hampa, atau putus asa. Suasana hati yang tak mengenakkan ini sering kali terjadi begitu saja, tanpa ada peristiwa yang menyedihkan yang baru saja terjadi.

Artikel Lainnya: Kenali Gejala Depresi Pasca Kelahiran pada Ayah Baru

  1. Kehilangan Minat terhadap Hal-Hal yang Menyenangkan

Orang yang mengalami depresi tak punya keinginan untuk melakukan kegemarannya. Misalnya, jika sebelumnya seseorang sangat senang main game, keinginan untuk main game tersebut bisa hilang sama sekali saat mengalami depresi.

  1. Merasa Lelah Sepanjang Waktu

Penderita depresi mudah merasa tak berenergi dan merasa lelah setiap saat. Kelelahan tersebut biasanya sampai mengakibatkan mereka merasa malas untuk mengurus dirinya sendiri, misalnya mandi, menyisir rambut, atau membersihkan kamar.

  1. Perubahan Berat Badan

Ilustrasi Perubahan Berat Badan
Ilustrasi Perubahan Berat Badan

Perubahan berat badan bukanlah gejala khas depresi. Namun, penderita depresi sering kali mengalami perubahan berat badan. Perubahan tersebut bisa berupa berat badan yang terus-menerus naik atau makin turun.

  1. Gangguan Tidur

Penderita depresi kerap mengalami gangguan tidur. Bentuk gangguan tidurnya bisa sangat beragam. Ada yang mengalami kesulitan memulai tidur (insomnia), atau justru mengantuk sepanjang hari (hipersomnia). Sebagian penderita bisa tidur, tetapi mengalami mimpi buruk yang membuat kualitas tidurnya juga terganggu.

  1. Merasa Bersalah

Orang yang mengalami depresi dapat memiliki perasaan bersalah yang berlebihan. Perasaan bersalah ini bisa muncul sekalipun tak ada kesalahan apa pun yang dilakukan. Mereka bahkan dapat merasa bersalah karena dirinya sakit depresi. Rasa bersalah ini bisa berujung pada ide melakukan bunuh diri.

  1. Kesulitan Berkonsentrasi

Ilustrasi Kesulitan Berkonsentrasi
Ilustrasi Kesulitan Berkonsentrasi

Penderita depresi umumnya tak dapat belajar atau bekerja dengan optimal karena sulit untuk memfokuskan konsentrasinya. Tak jarang, prestasinya di sekolah atau performa kerjanya menurun.

Kedelapan tanda dan gejala depresi di atas perlu diwaspadai. Seseorang terdiagnosis depresi jika gejala-gejala tersebut berlangsung selama dua minggu atau lebih. Jika kondisi ini terjadi, jangan ragu untuk membicarakannya dengan orang terdekat.

Selain itu, berbicaralah dengan psikolog atau psikiater agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan terhindar dari gangguan depresi. Anda juga dapat berkonsultasi secara online dengan dokter ahli melalui layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(WA/ RS)

Lanjutkan Membaca ↓