Anda Ingin Panjang Umur? Wujudkan Rumah Tangga Bahagia!

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 04 Oct 2018, 10:40 WIB
Hasil penelitian menyebutkan bahwa rumah tangga yang bahagia adalah rahasia untuk panjang umur. Simak penjelasannya berikut ini.
Anda Ingin Panjang Umur? Wujudkan Rumah Tangga Bahagia! (Katarzyna Białasiewicz/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki rumah tangga yang bahagia adalah impian semua pasangan. Untuk mewujudkannya, ada beberapa faktor yang memengaruhi, contohnya intensitas komunikasi, keterbukaan, hingga kehidupan seksual.

Faktanya, rumah tangga yang buruk dapat menyebabkan kesehatan salah satu pasangan menurun. Peneliti dari Universitas Bristol dan Glasgow misalnya, pernah melakukan penelitian terkait hubungan antara masalah pernikahan dengan kesehatan pria.

Pada pria, rumah tangga yang buruk dapat meningkatkan kadar gula darah, kolesterol tinggi bahkan penurunan berat badan. Hal serupa pun turut dialami oleh wanita dengan risiko penyakit yang juga sama.

Selain itu, banyak dampak negatif yang bisa muncul dari keretakan rumah tangga. Pada umumnya, kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) sering menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis serta penelantaran rumah tangga.

Selaras dengan fakta-fakta di atas, sebuah studi yang dilansir dari situs berita TIME menunjukkan bahwa rumah tangga yang bahagia bisa membantu Anda memiliki umur yang panjang.

Pernikahan yang bahagia dan kesehatan

Pasangan yang menjalani rumah tangga bahagia konon memiliki sekitar 20 persen kemungkinan lebih rendah untuk meninggal di usia relatif muda. Hasil studi ini dicantumkan dalam jurnal Health Psychology.

Disebutkan faktor-faktor yang menghubungkan antara rumah tangga bahagia dan kondisi panjang umur yakni hasil kesehatan yang selalu baik, mulai dari kondisi jantung yang prima hingga kadar kolesterol dalam tubuh yang berada pada batas normal. Hal ini tentunya bisa tercapai berkat pola hidup sehat dan bebas dari beban pikiran.

Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan pada wawancara lebih dari 19.000 orang menikah yang berpartisipasi dalam sebuah survei pada tahun 1978 hingga 2010.

Partisipan diminta untuk mengisi kuesioner tingkat kebahagiaan dan kualitas pernikahan mereka, lalu peneliti melacak kesehatan dan kelangsungan hidupnya hingga 2014.

Responden dengan pernikahan yang bahagia terbukti memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil meninggal di usia muda dibandingkan dengan responden yang mengaku pernikahannya tidak begitu bahagia. Hasil penelitian ini termasuk akurat, bahkan setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, ras, pendidikan dan wilayah geografis.

Menurut Mark Whisman, peneliti dari University of Colorado Boulder, salah satu hal yang membuat hubungan harmonis dalam pernikahan dapat meningkatkan kesehatan. Biasanya akan muncul dorongan dari pasangan untuk menjalankan kebiasaan sehat seperti mengonsumsi makanan sehat, rajin olahraga dan rutin periksa ke dokter.

Hal ini biasanya terjadi karena pasangan yang menikah ingin hidup bersama lebih lama atau ingin memiliki dan membesarkan anak di lingkungan yang sehat.

Hal ini juga berlaku untuk sisi psikologis. Whisman menjelaskan bahwa secara umum, pernikahan dapat memberikan hidup yang lebih bermakna dan merasa terlindungi. Dengan demikian, pasangan yang hidup bahagia juga akan terhindar dari kemungkinan stres atau depresi.

"Faktor psikologis semacam ini sangat mungkin memengaruhi kesehatan, khususnya pada kesehatan mental. Sebab, kesehatan mental juga akan berhubungan dengan kesehatan fisik,” kata Whisman. Dengan psikis yang sehat, tubuh pun menjadi lebih sehat.

Hati-hati dengan konflik

Merasa ada banyak hal yang perlu diperbaiki dalam rumah tangga Anda? Jika iya, maka segera tuntaskan! Sebab, konflik rumah tangga yang berlarut-larut dapat menimbulkan gejala depresi.

Jika dibiarkan, penderita dapat mengalami gangguan kecemasan, gangguan panik atau fobia sosial. Gangguan kesehatan mental ini pun akan memicu timbulnya penyakit fisik, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

“Hubungan pernikahan yang tidak sehat juga dapat membuat pasangan kehilangan nafsu makan, timbulnya perilaku agresif, dan bisa juga menyebabkan cedera fisik yang signifikan. Hal ini bisa terjadi bila pertengkaran dilakukan secara fisik, misalnya dengan menampar atau memukul,” kata dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter.

Jadi, jika Anda ingin panjang umur, maka ciptakanlah rumah tangga yang bahagia dari sekarang. Bila Anda dan pasangan tengah mengalami pertengkaran, cobalah komunikasikan masalah yang ada dengan kepala dingin. Sebab, saling terbuka, mendengar, dan memahami adalah kunci rumah tangga bahagia.

[NP/ RVS]