Mengungkap Bahaya di Balik Produk Pembesar Penis

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 04 Oct 2018, 14:30 WIB
Pria, apakah Anda tertarik untuk menambah ukuran kelamin dengan produk pembesar penis yang dijual bebas di pasaran? Awas, ini bahayanya!
Mengungkap Bahaya di Balik Produk Pembesar Penis (Dmytro-Khlystun/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Ukuran penis sering dijadikan sebagai patokan kejantanan seorang pria. Semakin besar ukuran penis, semakin jantan pula pria tersebut. Hal ini membuat sebagian pria berlomba-lomba menambah ukuran kelaminnya itu, salah satunya menggunakan produk pembesar penis yang dijual bebas di pasaran. Namun di balik itu, produk pembesar penis yang dijual bebas di pasaran ternyata menyimpan hal yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya.

Fakta di balik produk pembesar penis

Fakta menyebutkan, produk pembesar penis―baik dalam bentuk obat, teknik, atau alat―hanya memiliki efektivitas yang sangat kecil. Efek yang dihasilkan pun hanya bersifat sementara alias tidak bertahan lama.

Tak heran, banyak sekali pria yang telah menjadi korban kebohongan produk pembesar penis yang dijual bebas di pasaran. Parahnya, mereka yang telah menjadi korban produk tersebut tak hanya menanggung kerugian materi, tapi juga kemungkinan terjadinya efek samping seperti:

  • Cedera fatal pada penis
  • Hilangnya kemampuan penis untuk ereksi
  • Sruktur saraf pada penis mengalami kerusakan
  • Berkurangnya sensitivitas penis terhadap rangsangan seksual

Atas alasan tersebut, Anda sebaiknya lebih berhati-hati dan berpikir ulang seribu kali jika ingin membeli atau menggunakan produk pembesar penis. Bukan hasil yang akan Anda dapatkan, malah kerugian materi dan risiko kesehatan yang akan Anda peroleh.

Ukuran penis ideal

Ukuran penis pria bervariasi, tergantung pada faktor genetik, ras, dan suku bangsa. Rata-rata ukuran penis normal bagi pria di dunia adalah 13–14,2 cm saat ereksi. Sementara itu, ukuran penis untuk pria Indonesia memiliki rata-rata 10–12,8 cm saat ereksi.

Pada dasarnya, ukuran penis bukanlah penentu tingkat kejantanan, kesuburan, ataupun performa seksual seorang pria. Jadi, Anda tak perlu khawatir jika memiliki ukuran penis yang berkisar tidak teralu jauh dari ukuran normal tersebut.

Namun demikian, bila ukuran penis tidak mencapai sepertiga dari ukuran rata-rata tersebut, ada baiknya Anda berkonsultasi lebih lanjut pada dokter. Keadaan penis yang berukuran sangat kecil dikenal dengan istilah mikropenis. Ini merupakan kelainan yang bisa terjadi akibat pengaruh genetik atau faktor hormonal. Mikropenis hanya bisa ditangani oleh dokter yang ahli melalui tindakan operasi.

Apa yang lebih penting dari ukuran penis?

Tak perlu khawatir berlebihan jika ukuran penis yang dimiliki berada sedikit di bawah ukuran rata-rata. Selama tidak tergolong sebagai mikropenis, Anda tak perlu terlalu ambil pusing.

Hal yang lebih penting Anda lakukan adalah menjaga performa penis dan organ reproduksi, yaitu dengan cara menghindari rokok, selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin dan teratur, menghindari alkohol dan stres psikologis.

Di samping itu, agar kesehatan penis dan organ reproduksi Anda lebih terjaga lagi, pastikan pula Anda menghindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat serta mengurangi kebiasaan berendam di air panas. Dengan demikian, penis Anda akan dapat berfungsi dengan baik untuk berhubungan seksual dan menghasilkan keturunan.  

Nah, kini Anda telah mengetahui bahwa produk pembesar penis tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. Justru, yang terjadi adalah efek samping merugikan. Jadi, jangan lagi terpancing dengan iklan-iklan mengenai produk pembesar penis yang belum teruji klinis, ya!

[NB/ RVS]