Waspada Infeksi TORCH pada Ibu Hamil!

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 08 Okt 2018, 07:00 WIB
Untuk para ibu yang berencana hamil, cari tahu tentang infeksi TORCH supaya lebih waspada.
Waspada Infeksi TORCH pada Ibu Hamil! (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta TORCH (toksoplasmosis, rubela, sitomegalovirus, dan virus herpes simpleks tipe 2) merupakan infeksi yang cukup banyak terjadi dan sangat berbahaya jika dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Ini dikarenakan jika bayi masih berkembang di dalam rahim, sistem imunnya tidak dapat melawan dengan baik.

Penyebab TORCH adalah virus dan parasit yang ditularkan melalui hewan peliharaan seperti anjing, kucing, ayam, ataupun burung. TORCH juga merupakan salah satu penyebab sulit memiliki keturunan.

  1. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang banyak ditemukan pada kucing, kelinci, anjing, atau kambing. Tak hanya pada hewan, bisa saja ditularkan melalui makanan daging yang belum matang, makan sayur atau buah yang tidak dicuci dengan bersih, atau menginjak tanah tanpa alas kaki saat tanah tersebut terkontaminasi oleh kotoran hewan yang terinfeksi.

Tanda dan gejala apabila terinfeksi Toxoplasma gondii adalah seperti terserang flu pada umumnya, yaitu muncul demam, badan lemas, pembengkakan kelenjar getah bening terutama di leher, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan badan pegal-pegal.

Apabila ibu hamil terinfeksi parasit ini, bayi yang dikandung akan tertular karena penularan dapat terjadi melalui plasenta. Komplikasi yang terjadi karena infeksi ini adalah keguguran, cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan berupa hidrosefalus, gangguan pendengaran, dan gangguan sistem saraf.

  1. Rubela

Rubela dikenal dengan nama lain campak Jerman. Rubela juga sama berbahayanya dengan toksoplasmosis karena dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang terhambat dan sindrom rubela kongenital (katarak kongenital, gangguan pendengaran, kelainan jantung, mikrosefalia).

Rubela disebabkan oleh virus rubela yang ditularkan melalui saluran pernapasan. Infeksi ini banyak terjadi di usia kehamilan 12 minggu. Tanda dan gejala yang muncul mirip seperti terserang virus influenza, yakni badan terasa meriang, demam, pegal-pegal, dan disertai dengan bercak merah di kulit.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Sitomegalovirus

Sitomegalovirus merupakan keluarga dari virus herpes. Sebenarnya virus ini tidak berbahaya bagi orang yang memiliki daya tahan tubuh yang baik. Namun, akan menjadi masalah besar bagi orang yang memiliki daya tahan tubuh buruk seperti pada orang HIV/AIDS, sedang menggunakan obat-obatan yang menurunkan imun, dan ibu hamil.

Infeksi sitomegalovirus ditularkan melalui kontak antar manusia, yaitu melalui cairan darah, air liur, urine, cairan semen, maupun ASI. Akibat dari infeksi ini, ibu dapat mengalami keguguran atau justru melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, bayi kuning, ruam merah, rentan infeksi paru, serta gangguan sistem saraf seperti mudah mengalami kejang.

  1. Virus herpes simpleks tipe 2

Infeksi virus herpes simpleks ditularkan melalui kontak langsung saat hubungan seksual ataupun saat proses melahirkan secara normal. Umumnya infeksi herpes simpleks ini akan menimbulkan lesi seperti jerawat di daerah genital yang terasa sakit dan panas, disertai dengan badan meriang, demam, dan pembesaran kelenjar getah bening.

Infeksi ini juga meningkatkan angka keguguran pada ibu hamil di  trimester pertama dan kedua. Jika bayi yang dilahirkan tertular infeksi ini, bayi akan mengalami gangguan sistem saraf pusat yang gejalanya meliputi demam, lesu, tidak mau menyusu, lebih mudah rewel, hingga terjadi kejang. Bisa juga mudah terjadi infeksi di kulit, mata maupun mulut.

Jika infeksi tergolong berat, dapat terjadi herpes diseminata. Kondisi ini dapat menyerang organ lain seperti paru-paru, hati, ataupun ginjal.

Secara keseluruhan, infeksi TORCH dapat menyebabkan keguguran, gangguan perkembangan janin, dan melahirkan bayi dengan cacat bawaan. Oleh karena itu, setiap ibu yang berencana hamil maupun ibu yang sedang hamil harus memperhatikan hal-hal berikut:

  • Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
  • Mencuci bersih dan memasak matang makanan.
  • Bila memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing, atau burung, bawalah ke dokter hewan secara rutin dan berikan vaksin.
  • Melakukan skrining awal sebelum merencanakan kehamilan (premarital checkup) dan melakukan imunisasi sedini mungkin, seperti imunisasi MMR, TORCH, Varicella, DPT.
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Memeriksakan kehamilan secara rutin ke bidan maupun dokter spesialis kandungan.
  • Jika ibu mengalami gejala seperti yang sudah disebutkan atau memiliki risiko seperti keguguran berulang, sulit hamil, riwayat melahirkan bayi dengan keadaan cacat, segera konsultasikan kepada dokter spesialis kandungan.

TORCH dapat membahayakan ibu hamil serta janin yang dikandung. Karena itu, lakukan persiapan sebelum kehamilan dengan baik dan terapkan pola hidup sehat selama mengandung. Semoga kehamilan Anda selalu lancar sampai persalinan!

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓