Hormon Estrogen pada Wanita Bisa Cegah Demensia?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 07 Oct 2018, 09:00 WIB
Estrogen dikenal sebagai hormon pelindung bagi wanita, termasuk dalam menurunkan risiko demensia. Berikut ini penjelasannya.
Hormon Estrogen pada Wanita Bisa Cegah Demensia? (Viktoriia Hnatiuk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini, para peneliti di Alzheimer Association International Conference (AAIC) di Chicago menemukan hubungan antara demensia dan kadar estrogen, menurut laporan Healthline. Mereka mengungkapkan bahwa semakin banyak produksi estrogen yang dihasilkan saat hamil, maka semakin sedikit risiko penyakit otak seperti demensia dan Alzheimer.

Peneliti meninjau periode menstruasi pertama wanita, jumlah anak yang mereka miliki, dan waktu terjadinya menopause untuk melihat hubungannya dengan risiko demensia. Mereka menemukan bahwa wanita dengan tiga anak atau lebih memiliki risiko demensia 12 persen lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang hanya memiliki satu anak.

Tak hanya itu, wanita yang mengalami menstruasi pertama pada usia 16  tahun atau lebih, memiliki risiko 31 persen lebih tinggi terkena demensia dibandingkan mereka yang mengalami menstruasi di usia 13. Fakta lainnya menguak bahwa wanita yang menopause pada usia 45 tahun atau lebih muda, memiliki risiko demensia 28 persen lebih besar dibandingkan wanita yang menopause di atas usia 45 tahun.

Hasil penelitian tersebut setidaknya memberi cara pandang baru tentang hormon estrogen dan manfaatnya untuk kesehatan otak.

Hormon terapi dan kaitannya dengan risiko demensia

Studi lainnya yang dilaporkan di konferensi tersebut juga menemukan tidak adanya efek negatif terhadap kognitif pada wanita yang memulai terapi hormon antara usia 50 dan 54. Namun, mereka yang melakukan terapi hormon antara usia 65 dan 79 memang menunjukkan penurunan dalam kognitif global, memori, dan fungsi eksekutif.

Wanita dengan diabetes tipe 2 yang melakukan terapi hormon juga menunjukkan risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi. Kondisi tersebut jika dibandingkan wanita tanpa diabetes yang menjalani terapi hormon dan wanita dengan diabetes yang diberikan plasebo.

Temuan ini melengkapi penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa terapi hormon estrogen dan progestin meningkatkan risiko demensia pada wanita pascamenopause usia 65 atau lebih tua.

Namun, ada pertanyaan yang masih belum terjawab oleh peneliti. Mereka belum tahu apakah estrogen benar-benar langsung memengaruhi fungsi kognitif ataukah sesuatu yang lain.

1 of 2

Sekilas tentang hormon estrogen

Hormon estrogen terdapat dalam tubuh pria dan wanita, tetapi lebih banyak berada pada tubuh wanita. Estrogen tak hanya  berfungsi untuk mempertahankan tanda-tanda seks  sekunder pada wanita (seperti payudara, pinggul yang lebar, rambut  kemaluan, dan bulu ketiak), tetapi juga pengaturan siklus haid.

Selama kehamilan, plasenta juga akan menghasilkan estrogen, khususnya hormon estriol. Estrogen mengendalikan laktasi dan perubahan lain di payudara, termasuk pada masa remaja dan selama kehamilan.

Selain itu, estrogen juga bermanfaat mengurangi risiko osteoporosis. Estrogen bekerja dengan menghalangi produksi sel-sel yang dapat menghancurkan tulang.

Ternyata, Anda juga dapat menambah kadar estrogen dengan mengonsumsi makanan tertentu yang mengandung estrogen alami. Berdasarkan rekomendasi dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, cobalah daftar asupan sehat di bawah ini:

  • Apel
  • Wortel
  • Ketimun
  • Telur
  • Bawang putih
  • Oatmeal
  • Minyak zaitun
  • Pepaya
  • Kacang-kacangan

Pada masa menopause, kadar estrogen akan mengalami penurunan. Terapi pengganti hormon dapat digunakan untuk mengatasi dampak dari menurunnya kadar estrogen, tetapi ini harus dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Namun, Anda juga dapat mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung estrogen untuk membantu memicu kadar hormon estrogen. Mengingat hormon yang satu ini baik untuk menjaga kesehatan tulang hingga mencegah demensia.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓