5 Tips Aman Melakukan Operasi Plastik Bagi Lansia

Oleh Novita Permatasari pada 06 Oct 2018, 13:45 WIB
Sudah memasuki masa lansia namun tertarik melakukan operasi plastik? Ikuti beberapa tips berikut agar operasi Anda berjalan lancar dan aman.
5 Tips Aman Melakukan Operasi Plastik Bagi Lansia (Kinga/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berdasarkan data yang diperoleh dari the International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) pada 2015, sebanyak 5–6 orang Indonesia melakukan operasi plastik setiap minggunya, termasuk juga pada lansia.

Alasan melakukan operasi tersebut pun sangat beragam. Mulai dari memperbaiki penampilan, meningkatkan rasa percaya diri, membahagiakan pasangan, hingga menghilangkan perlakuan diskriminasi terhadap usia.

Tak hanya dilakukan oleh para wanita, nyatanya pria juga tak sedikit yang tergoda untuk melakukan operasi plastik.

Melalui survei yang dilakukan terhadap 37.000 ahli bedah plastik yang tergabung dalam ISAPS, diperoleh hasil bahwa beberapa prosedur operasi plastik cukup populer di kalangan pria. Prosedur tersebut antara lain operasi kantung mata, sedot lemak, reduksi payudara yang tumbuh abnormal (gynecomastia), operasi hidung, serta tanam rambut.

Tren Operasi Plastik

Dilansir dari Business Insider, pada 2015 Korea Selatan tercatat sebagai pusat operasi plastik dunia. Pernah mendengar distrik bernama Gangnam di Korea Selatan? Di kawasan tersebut terdapat hampir 500 klinik operasi plastik.

Korea Selatan pun dikenal sebagai negara dengan aktivitas operasi plastik terbesar di dunia dengan 980.000 operasi pada 2014. Bahkan, angka ini mengalahkan Amerika Serikat yang duduk di peringkat berikutnya.

Kepopuleran operasi plastik tentunya diperoleh dari berbagai manfaat yang diperoleh para pasien setelah melakukannya. Sebanyak 40.9 persen dari 401 wanita berusia 20 tahun lebih mengaku lebih percaya diri setelah mengubah penampilannya. Data ini diperoleh dari hasil penelitian Women’s University pada 2016.

Begitu besar pengaruh operasi plastik tersebut akhirnya menggugah para praktisi kecantikan di Korea Selatan untuk membuka Cosmetic Surgery Center di bandara Incheon pada awal tahun lalu. Di fasilitas ini, Anda hanya membutuhkan waktu 20 menit hingga 2 jam untuk melakukan operasi kelopak mata. Dahsyat, ya!

Tak heran, dengan segala hal tersebut, para lansia dengan segala risiko penuaannya memutuskan untuk melakukan prosedur ini. Meski demikian, dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter menghimbau agar lansia yang akan melakukan operasi plastik tetap waspada akan efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi.

“Dengan kondisi fungsi organ yang telah menurun, lansia rentan memiliki penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Kondisi ini berpengaruh pada prosedur yang akan dijalani, terutama bila menggunakan bius total,” paparnya.

Oleh sebab itu, sebelum melakukan operasi, lansia disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter seputar penyakit dalam yang dimilikinya untuk memastikan prosedur operasi aman untuk dilakukan.

Selain itu, operasi plastik pada lansia berisiko mengalami waktu pemulihan yang lebih lama. “Lebam-lebam dan efek lainnya usai operasi dapat dirasakan lebih lama oleh lansia. Hal ini harus diketahui sejak awal,” tambah wanita yang akrab disapa dr. Rina ini.

Agar Operasi Plastik Aman bagi Lansia

Berdasarkan jurnal the Aesthetic Surgery yang dirilis pada tiga tahun lalu, dikatakan tingkat komplikasi yang mungkin dialami oleh lansia setelah melakukan operasi plastik adalah sebesar 1.94 persen. Penelitian ini telah dilakukan terhadap 6.786 pasien lansia berusia 65 tahun ke atas.

Selain itu, dr. Dyan Mega Inderawati turut menjelaskan kepada KlikDokter bahwa operasi plastik pada lansia rentan menyebabkan hematoma, yakni munculnya gumpalan darah di bawah kulit.

“Hematoma terbentuk akibat perlukaan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah keluar dari pembuluh darah dan menumpuk pada jaringan di sekitarnya. Secara fisik, area yang terkena akan terlihat bengkak, baik terasa nyeri ataupun tidak,” jelasnya.

Jadi, jika Anda telah berusia lanjut namun mempertimbangkan untuk melakukan operasi plastik, lakukanlah beberapa tips berikut ini:

1. Menjalani evaluasi menyeluruh dengan dokter

Dilansir dari situs berita ABC, Dr. Julius Few dari sekolah kedokteran Northwestern University mengatakan bahwa sebelum menjalani operasi plastik, pasien usia lanjut harus menjalani evaluasi menyeluruh oleh dokter medisnya, dengan tes yang tepat untuk memeriksa kondisi jantung dan sistem lainnya.

Hal ini sangat disarankan untuk dilakukan. Bila dokter telah memberikan ‘lampu hijau’, baru Anda boleh melakukannya. Jangan korbankan nyawa Anda untuk sebuah ambisi.

2. Penuhi kebutuhan gizi harian

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, proses penyembuhan luka lansia setelah operasi sangat dipengaruhi oleh status gizi yang dikonsumsinya. “Protein, vitamin C, K, E, zat besi, dan zink memainkan peran penting dalam proses pemulihan yang lebih optimal,” jelasnya.

3. Hindari konsumsi steroid dan rokok

Obat seperti golongan steroid dan kandungan pada rokok menurut dr. Mely dapat berdampak negatif terhadap proses penyembuhan luka. Oleh sebab itu, hindari kedua hal ini sebelum dan setelah operasi.

4. Aplikasikan krim pelembap dengan antibiotik

Pemberian krim yang berisi pelembap dan antibiotik dapat mencegah terjadinya infeksi pada area yang dioperasi. Pilihlah krim yang mengandung vitamin E, D, cocoa butter untuk membantu memudarkan bekas luka.

5. Hindari paparan sinar matahari secara langsung

Disarankan oleh dr. Mely, sekitar 18 bulan setelah operasi sebaiknya Anda tak terkena radiasi ultraviolet sinar matahari secara langsung, terutama bila operasi dilakukan di area wajah. “Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari hiperpigmentasi atau kulit yang menghitam,” ucapnya.

Jadi, gunakan selalu tabir surya dengan SPF 30 selama 12–18 bulan setelah operasi plastik untuk mencegah hiperpigmentasi pada bekas luka.

Prosedur operasi plastik nyatanya tak hanya diminati kaum muda, karena golongan lansia pun tertarik untuk melakukannya. Agar tak terjadi hal yang tak diinginkan seperti komplikasi dan infeksi usai operasi, lakukan berbagai tips yang telah disarankan oleh para ahli di atas. Karena tampil menarik boleh saja, tapi kesehatan tetap yang utama.

(RH)