Benarkah Obat Disfungsi Ereksi Picu Gangguan pada Mata?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 08 Oct 2018, 10:45 WIB
Obat disfungsi ereksi memang dapat meningkatkan kesehatan seksual pria. Tapi benarkah obat ini juga berefek negatif pada mata?
Benarkah Obat Disfungsi Ereksi Picu Gangguan pada Mata? (Santipong Srikhamta/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi pria, mengalami disfungsi ereksi adalah sebuah mimpi buruk. Salah satu solusi yang kerap diambil para pria saat mengalami gangguan tersebut adalah dengan mengonsumsi obat. Namun, baru-baru ini muncul sebuah kasus yang menunjukkan bahwa obat disfungsi ereksi berpeluang untuk mengakibatkan gangguan pada mata.

Bisa jadi ada beragam faktor mengapa hal itu bisa terjadi. Namun yang pasti,  penggunaan obat disfungsi ereksi pada pria harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter.

Disfungsi ereksi dan penyebabnya

Disfungsi ereksi - sering disebut impotensi - merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Kondisi ini menyebabkan kurangnya kemampuan pria dalam mempertahankan proses ereksi saat melakukan hubungan seksual.

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH., dari KlikDokter, gangguan ereksi dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain:

  • Kelainan pembuluh darah, termasuk seperti saat mengalami stroke
  • Kelainan pada sistem saraf
  • Konsumsi obat-obat tertentu
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Dari berbagai penyebab di atas, salah satu penyebab yang paling sering ditemukan adalah adanya masalah pada aliran darah. “Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi,” ucap dr. Fiona.

Selain itu, menurutnya, ditemukan bahwa sekitar 25 persen kasus impotensi ternyata disebabkan oleh konsumsi obat-obatan jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin dan litium.

Tak pelak, kondisi psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, serta perasaan takut akan keintiman juga memiliki andil cukup besar sebagai penyebab gangguan ereksi.

Menurut dr. Fiona sebelum memilih jenis pengobatan, pria yang mengalami impotensi harus mencari tahu dahulu apa penyebab dari gangguan yang dialaminya. Pada kasus disfungsi ereksi karena adanya gangguan pada organ, terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau konsumsi obat.

Obat-obatan yang diberikan juga tidak sembarangan, harus dikaji kandungannya secara mendalam oleh dokter. Tujuannya, agar penderita disfungsi ereksi yang mengonsumsi obat tidak mengalami efek samping yang bisa mengganggu kesehatan, seperti sebuah kasus yang baru-baru ini terjadi di Amerika Serikat.

1 of 2

Bahaya mengonsumsi obat disfungsi ereksi bagi kesehatan mata

Dilansir dari CNN International, seorang pria berusia 31 tahun asal Amerika Serikat mengalami gangguan penglihatan setelah mengonsumsi obat disfungsi ereksi yang dibelinya dari internet. Setelah diperiksa, ternyata ditemukan kandungan zat sildenafil citrate pada obat yang dikonsumsinya. Zat tersebut adalah bahan yang terdapat di dalam viagra, yang biasa dikonsumsi pria untuk meningkatkan kemampuan seksualnya.

Awalnya, pria tersebut meminum secara langsung tanpa membaca detail dalam kemasan obat terlebih dahulu. Segera setelah ditenggak, dia mengaku mulai melihat kilatan cahaya di kedua mata, dan lama-lama bola matanya tampak merah. Selang waktu beberapa saat, kilat yang dilihatnya pun mulai mereda, meski bola matanya masih terlihat merah.

Pihak medis sendiri tidak yakin berapa pil yang ditenggak pria tersebut hingga menimbulkan dampak pada penglihatan pria tersebut. Namun, ada dugaan kuat bahwa pria tersebut mengonsumsi obat kuat melebihi dosis yang disarankan.

Para peneliti lantas menunjukkan hasil pengujiannya bahwa obat tersebut dapat berbahaya bagi sel-sel di mata dalam merespons cahaya. Sebab, untuk mengobati disfungsi ereksi, sildenafil bekerja pada enzim di jaringan penis dan enzim serupa ada di organ mata.

Selain itu, para peneliti juga mengakui ada beberapa ketidakpastian atas kandungan dalam obat yang dipesan pria tersebut dari internet. Obat yang dikonsumsi dikhawatirkan mengandung dosis yang tidak sesuai dengan anjuran kesehatan dan dipertanyakan kemurniannya.

Kasus ini kemudian dianggap sebagai peringatan untuk membeli obat-obatan dari situs tertentu, yang menjual obat dengan bahan-bahan yang tak diketahui dan dapat membahayakan tubuh. Apalagi, bila obat dibanderol dengan harga murah dan tidak teruji secara klinis, seperti pada kasus di atas.

Pemeriksaan penunjang juga diperlukan

Agar penis bisa tegak, pada dasarnya dibutuhkan aliran darah yang cukup. Bila aliran darah terhambat, maka akan memicu pria mengalami gangguan ereksi. Namun selain berbagai penyebab yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa hal yang berisiko menyebabkan pria mengalami disfungsi ereksi.

“Kerusakan saraf akibat diabetes mellitus, alkohol, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Selain itu, bahan kimiawi rokok juga memengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi menimbulkan gangguan ereksi ini,” jelas dr. Fiona.

Jika pria yang mengalami disfungsi ereksi juga memiliki berbagai kondisi tersebut, diperlukan evaluasi lengkap dengan pemeriksaan penunjang yang dilakukan dokter.

Penggunaan obat disfungsi ereksi nyatanya dapat menyebabkan efek negatif pada mata. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Alih-alih meningkatkan gairah seksual dan kualitas hubungan intim dengan pasangan, obat ini justru dapat merusak kesehatan mata.

Daripada mengonsumsi obat-obatan yang belum jelas keamanannya, lebih baik Anda mengonsumsi asupan yang mengandung zink dan kalsium saat mengalami disfungsi ereksi. Kedua bahan ini juga dapat membantu Anda mengatasi gangguan ereksi.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓