Fakta tentang Infeksi TORCH yang Perlu Anda Ketahui

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 10 Oct 2018, 14:30 WIB
Infeksi TORCH menjadi momok bagi para ibu hamil dan bayinya. Kenali fakta medis seputar infeksi berbahaya tersebut di sini.
Fakta tentang Infeksi TORCH yang Perlu Anda Ketahui (RollingCamera/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita yang akan merencanakan kehamilan selalu dianjurkan oleh dokter untuk terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap infeksi TORCH. Apa sebenarnya infeksi TORCH itu?

TORCH adalah sekumpulan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan. TORCH adalah singkatan dari Toxoplasmosis, Other (sifilis, parvovirus B19, varicella-zoster), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes.

Agar Anda bisa lebih waspada dan melakukan pencegahan sejak dini, Anda perlu mengenali semua penyakit tersebut.

1. Toxoplasmosis

Toxoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit toxoplasma. Parasit ini biasanya masuk ke tubuh melalui makanan, yaitu daging yang kurang matang. Selain itu, parasit toxoplasma juga bisa dengan mudah menginfeksi ibu hamil apabila memelihara kucing di rumah.

Janin yang terinfeksi toxoplasma dapat mengalami kerusakan otak, kebutaan, gangguan otot, kejang, dan hidrosefalus (penumpukan cairan dalam kepala yang menyebabkan kepala membesar).

2. Other

Terdiri dari sifilis, parvovirus B19, dan varicella-zoster.

  • Sifilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Keadaan ini dapat ditularkan dari ibu ke janin dan menyebabkan kematian janin dalam kandungan, kelainan bentuk tulang bayi, anemia, meningitis (infeksi selaput otak), kemerahan pada kulit, buta, dan tuli.

  • Parovirus B19

Kebanyakan wanita telah memiliki kekebalan terhadap parvovirus B19, sehingga penyakit ini lebih jarang ditemukan. Namun, apabila terjadi, janin dapat mengalami anemia dan abortus.

  • Varicella-zoster

Ini adalah virus yang menyebabkan cacar air dan cacar ular. Apabila ibu hamil terinfeksi cacar air pertama kali saat mengandung, janin memiliki kemungkinan untuk tertular dan mengalami cacat bawaan. Oleh karena itu, akan lebih baik bila wanita yang belum pernah mengalami cacar air untuk mendapat vaksin terlebih dahulu sebelum hamil.

3. Rubella

Dikenal dengan sebutan campak Jerman, penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan hanya menyebabkan gejala demam ringan yang disertai ruam merah pada ibu. Namun demikian, apabila ibu terkena rubella saat hamil―terutama trimester pertama―infeksi tersebut dapat ditularkan kepada bayi dan menyebabkan cacat bawaan.

4. Cytomegalovirus

Infeksi ini umumnya tidak memiliki gejala serius pada ibu, namun dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Beberapa kondisi yang bisa dialami janin akibat infeksi cytomegalovirus, di antaranya:

  • Tuli
  • Buta
  • Kuning
  • Berat badan lahir rendah
  • Gangguan paru-paru
  • Kejang
  • Kelemahan otot
  • Gangguan mental pada bayi.

5. Herpes simplex

Herpes simplex adalah penyakit menular seksual, berupa lenting-lenting berkelompok yang nyeri pada area genital. Virus ini dapat menular kepada janin saat ia berada dalam kandungan, atau ketika ibu melahirkan secara normal melalui vagina saat mengalami herpes simplex genital.

1 of 2

Komplikasi akibat TORCH

Meski terlebih dahulu menyerang sang ibu, infeksi TORCH sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi ibu hamil. Justru, infeksi TORCH sangat berbahaya bagi janin yang ada di dalam kandungan. Ini karena infeksi TORCH dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian pada janin.

Lebih gawatnya, walaupun ibu hamil telah diterapi untuk mengatasi infeksi TORCH tersebut, sering kali hal itu tidak terlalu memberikan efek signifikan bagi janin. Dengan kata lain, janin tetap dapat mengalami cacat bawaan atau komplikasi lain seperti gangguan pertumbuhan, lahir secara prematur, dan infeksi kronis setelah dilahirkan meski sang ibu sudah mendapatkan pengobatan TORCH.

Adapun tingkat keparahan yang dialami janin akibat TORCH, yakni tergantung dari kapan ibu hamil mengalami infeksi tersebut dan keparahan penyakit yang terjadi. Apabila ibu hamil terinfeksi pada trimester pertama, keparahan yang terjadi pada janin biasanya akan lebih berat dibandingkan jika sang ibu baru terinfeksi pada trimester ketiga.

Demikianlah fakta seputar infeksi TORCH yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Apabila saat ini Anda sedang dalam program hamil, lakukanlah upaya yang terbaik agar penyakit infeksi ini tidak terjadi ketika hamil nanti.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓