Hubungan antara Osteoartritis dan Obesitas

Oleh dr. Andika Widyatama pada 10 Oct 2018, 15:45 WIB
Kondisi osteoartritis sering dikaitkan dengan obesitas atau kegemukan. Benarkah keduanya saling berhubungan? Berikut ini penjelasannya.
Hubungan antara Osteoartritis dan Obesitas (Suzanne-Tucker/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Osteoartritis adalah salah satu penyakit peradangan sendi yang terjadi karena berkurangnya jaringan tulang rawan pada sendi yang melindungi tulang satu dengan lainnya saat terjadi gesekan. Kabarnya, gangguan kesehatan ini berhubungan dengan kondisi obesitas seseorang.

Gejala osteoartritis yang perlu Anda ketahui

Pada akhirnya sendi yang mengalami osteoartritis akan mengalami peradangan dan menimbulkan keluhan nyeri pada penderitanya. Selain itu, masih ada gejala lain dari osteoartritis yang bisa dialami seseorang. Gejala tersebut akan terus berkembang seiring berjalannya waktu bila tidak ditangani dengan baik.

Adapun beberapa gejala osteoartritis, yaitu:

  • Rentan merasakan nyeri pada sendi
  • Kekakuan sendi
  • Keterbatasan ruang gerak sendi
  • Terdapat benjolan tulang di persendian saat diraba.

Obesitas dan osteoartritis

Ada beberapa faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya osteoartritis, salah satunya adalah obesitas atau kegemukan. Sebab, persendian orang yang mengalami obitas mendapatkan beban yang berlebihan, terutama pada sendi-sendi yang menopang tubuh seperti sendi lutut, pinggul, dan punggung.

Menurut John Hopkins Arthritis Center, setiap kelebihan berat badan 10 pon dapat meningkatkan beban pada sendi lutut hingga 30-60 pon dalam setiap langkah.

Beban pada sendi lutut yang berlebihan karena obesitas tersebut dapat mempercepat proses kerusakan pada tulang rawan. Pada akhirnya, hal ini pun dapat mempercepat pula proses terjadinya osteoartritis.

1 of 2

Tips menangani osteoartritis pada orang dengan obesitas

Penanganan osteoartritis pada seseorang yang mengalami obesitas terdiri dari tindakan non-bedah (terapi farmakologis seperti pemberian obat-obatan antinyeri dan radang, diet seimbang, olahraga, dan pemberian alat bantu khusus) serta tindakan bedah penggantian sendi (joint replacement atau arthroplasty).

Berdasarkan hal tersebut, berikut ini adalah upaya penanganan osteoartritis yang bisa Anda lakukan bila tubuh Anda mengalami obesitas. Sebelum tindakan bedah dilakukan, sebaiknya upayakan dulu cara ini semaksimal mungkin:

  • Olahraga

Dengan berolahraga, otot-otot di sekitar sendi juga menjadi semakin kuat, sehingga lebih baik dalam menopang tubuh. Bila rutin berolahraga, rasa nyeri pun akan berangsur berkurang.

Bagi orang dengan obesitas, olahraga yang dianjurkan adalah berenang atau jalan kaki. Lakukan olahraga ini dengan durasi minimal 30 menit setiap sesinya, dan lakukan sebanyak 3-5 kali per minggu.

Namun, usaha untuk menurunkan berat badan pada obesitas melalui olahraga ini juga bisa terhambat karena nyeri sendi yang dialami. Oleh karena itu, saat berolahraga, Anda disarankan untuk menggunakan pelatih bersertifikat untuk mendampingi selama berolahraga dan mengarahkan teknik yang tepat demi hasil yang maksimal.

  • Diet seimbang

Program diet seimbang juga berperan penting dalam keberhasilan penurunan berat badan pada orang yang kegemukan. Oleh sebab itu, asupan kalori dan lemak sudah jelas harus dikurangi. Untuk perencanaan diet sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli nutrisi atau dokter spesialis gizi.

Tindakan non-bedah lainnya adalah joint replacement. Pada prosedur ini, kerusakan pada permukaan sendi digantikan prosthesis yang dapat berbahan plastik atau logam.  Sayangnya, efektivitas joint replacement pada penderita osteoartritis dengan obesitas tidak sebaik pada penderita osteoartritis tanpa obesitas.

Meski telah dijelaskan bahwa penurunan berat badan pada penderita osteoartritis dengan obesitas akan memberi pengaruh besar pada keberhasilan pengobatan, berhati-hatilah dalam memilih cara menurunkan berat badan. Penurunan berat badan secara drastis justru akan membahayakan kesehatan tubuh. Angka wajar penurunan berat badan adalah sekitar 0,5-1 kg per minggu.

Osteoartritis memang berhubungan jelas dengan obesitas. Pada prinsipnya, penanganan obesitas tidak hanya membantu dalam mengatasi osteoartritis, tetapi juga dapat menurunkan risiko masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, stroke, dan masih banyak lagi. Jangan sampai osteoartritis menurunkan produktivitas Anda!

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓