Inilah Gejala TORCH yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 11 Okt 2018, 09:00 WIB
Selama masa kehamilan, ibu hamil perlu mengenali gejala TORCH agar bisa menghindari bahaya yang mungkin ditimbulkan. Apa saja?
Inilah Gejala TORCH yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil (FLUKY FLUKY/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta TORCH adalah penyakit infeksi yang menyerang ibu hamil dan dapat ditularkan kepada janin. Meski gejala TORCH yang dialami ibu hamil umumnya ringan, tapi sangat penting untuk memeriksakan diri sebelum kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga sangat dianjurkan untuk mewaspadai berbagai gejala TORCH yang bisa menginfeksi.

TORCH merupakan singkatan dari toxoplasmosis, other viruses (sifilis, parvovirus B19, dan varicella-zoster), rubela, cytomegalovirus, dan herpes simpleks. TORCH terdiri dari berbagai penyakit berbeda, yang mana gejala yang timbul juga berbeda.

  • Toxoplasmosis

Toxoplasmosis (toksoplasmosis) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit toksoplasma. Ibu hamil dapat tertular toksoplasma apabila mengonsumsi daging yang kurang matang dan makanannya terkontaminasi dengan kotoran kucing. Oleh karena itu, ibu hamil penyayang kucing harus ekstra hati-hati dalam merawat kucing peliharaannya di rumah.

Apabila sistem kekebalan imun tubuh baik, umumnya toksoplasma tidak menimbulkan gejala. Jika timbul pun, umumnya ringan seperti flu. Gejala infeksi toksoplasma antara lain adalah sakit kepala, nyeri otot, demam, dan cepat lelah.

  • Virus lainnya

Virus lainnya ini terdiri dari sifilis, parvovirus B19, dan varicella-zoster.

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang umumnya terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah berupa luka pada kelamin yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Ini karena luka tersebut tidak menimbulkan nyeri dan akan hilang dengan sendirinya. Beberapa minggu setelah tahap pertama, penderita akan memasukan sifilis tahap kedua. Tandanya adalah munculnya bercak merah di seluruh tubuh yang juga dapat terjadi di telapak kaki dan telapak tangan.

Parvovirus B19 menyebabkan penyakit kelima (fifth disease atau eritema infeksiosum) yang sebenarnya jarang menulari orang dewasa. Ini disebabkan karena kebanyakan orang dewasa telah memiliki kekebalan terhadap virus tersebut. Sekalipun seorang ibu hamil terkena infeksi parvovirus B19, sering kali penyakit tersebut tidak memberikan gejala.

Virus varicella-zoster diketahui umum dapat menyebabkan penyakit cacar air dan cacar ular. Namun, yang umum menyerang ibu hamil adalah cacar air, sedangkan cacar ular biasanya dialami oleh kelompok lansia yang memiliki kekebalan tubuh lebih rendah.

Gejala cacar air di antaranya adalah demam, hilangnya nafsu makan, sakit kepala, badan lemas, dan timbulnya lenting berisi air di seluruh tubuh yang umumnya terasa gatal.

1 of 2

Selanjutnya

  • Rubela

Rubela, atau disebut juga dengan campak jerman, sebenarnya menyebabkan gejala yang ringan seperti demam ringan, nyeri tenggorokan, dan ruam pada kulit. Meskipun demikian, penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan cacat bawaan berat pada janin.

  • Cytomegalovirus

Cytomegalovirus (CMV) atau yang disebut juga dengan kissing disease ini umumnya tidak memberikan gejala yang nyata. Lagi-lagi karena umumnya gejalanya ringan. Gejala CMV dapat berupa demam ringan, keringat pada malam hari, badan lemas, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan penurunan nafsu makan. Biasanya, gejala-gejala tersebut bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.

  • Herpes simpleks

Herpes simpleks juga merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang sering dialami. Herpes ada dua jenis, yaitu tipe 1 yang biasanya mengenai bibir dan tipe 2 yang mengenai genital dan anus.

Dari sisi gejala, herpes simpleks tipe 2 umumnya lebih berat daripada tipe 1, terutama saat infeksi pertama. Gejala tersebut antara lain adalah demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit kepala, mudah lelah, hilangnya nafsu makan, dan timbul lenting berisi air yang terasa nyeri.

Jika Anda berencana untuk hamil, jadikan pemeriksaan TORCH dalam daftar program persiapan kehamilan. Jika kini Anda tengah hamil dan waspada dengan bahaya TORCH, mengenali gejala TORCH bisa berperan sebagai deteksi dini. Jika ibu hamil menemukan gejala-gejala yang disebutkan di atas selama kehamilan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓