4 Perubahan Tubuh yang Terjadi setelah Melahirkan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 11 Okt 2018, 14:15 WIB
Setelah melahirkan, tubuh wanita akan mengalami beberapa perubahan. Jangan khawatir, itu lazim terjadi.
4 Perubahan Tubuh yang Terjadi setelah Melahirkan (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Usai melahirkan, seorang wanita akan mengalami sejumlah perubahan pada tubuhnya dan ini normal. Bertambahnya berat badan, payudara yang lebih besar, atau pergelangan kaki yang membengkak jika berdiri terlalu lama adalah deretan perubahan yang lazim terjadi. Namun, ada juga beberapa perubahan lainnya yang tak terduga. Berikut daftarnya, seperti dilansir WebMD:

1. Perut masih membuncit

Setelah melahirkan, Anda tentu berharap perut bisa kembali dengan cepat sama seperti sebelum hamil. Nyatanya, tidak bisa secepat itu. Anda harus bersabar dengan perut buncit untuk beberapa waktu.

"Dibutuhkan sekitar 6-8 minggu sebelum rahim kembali ke ukuran sebelum hamil," ujar Silvana Ribaudo, MD, seorang dokter kandungan di Columbia Medical Center di New York.

Kunci untuk mengembalikan bentuk tubuh Anda adalah dengan olahraga dan diet sehat. “Latihan inti yang berfokus pada perut Anda benar-benar membantu mengencangkan perut," kata Hope Ricciotti, MD, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Harvard Medical School dan dokter kandungan di Rumah Sakit Beth Israel Deaconess di Boston.

2. Ukuran kaki membesar

Anda biasanya selalu terfokus pada perubahan yang ada di perut Anda, tapi lupa dengan kaki. "Ya, kaki seorang wanita membengkak selama kehamilan. Tapi setelah melahirkan, wanita mungkin akan memiliki ukuran sepatu yang berbeda (lebih besar) secara permanen," kata Ricciotti.

American College of Obstetrics and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan ibu hamil dengan berat badan ideal untuk menaikkan berat badannya di kisaran 11-15 kilogram. Jika lebih dari itu, bisa saja membuat kaki Anda tertekan.

"Berat tambahan yang Anda bawa dapat meratakan lengkungan kaki. Dengan lengkungan yang rata, Anda mungkin akan membutuhkan ukuran sepatu yang lebih besar dari biasanya agar lebih nyaman," ungkap Ricciotti.

Tentu akan menjadi sesuatu yang menyebalkan ketika sepatu-sepatu lama tidak bisa terpakai, padahal kondisi masih bagus semua. Akan tetapi, sisi baiknya? Ini alasan yang bagus untuk berbelanja sepatu baru.

3. Payudara mengendur

Setelah Anda melahirkan dan berhenti menyusui, payudara bisa mengalami perubahan bentuk seperti kendur dan terlihat lebih kecil. “Semakin banyak anak yang Anda miliki, semakin payudara Anda cenderung mengendur," kata Ricciotti.

Tapi, jangan salahkan menyusui. Sebuah penelitian tahun 2008 terhadap 93 wanita menemukan bahwa riwayat menyusui tidak berkaitan langsung dengan payudara kendur. Sebaliknya, faktor risiko untuk payudara kendur adalah karena naiknya Indeks Massa Tubuh (IMT), sering hamil, memiliki payudara besar sebelum kehamilan, riwayat merokok, dan usia tua.

4. Kerontokan rambut

Sebagian besar wanita memiliki rambut yang lebih lebat dan lebih bersinar selama kehamilan. Tapi setelah melahirkan, rambut wanita akan kembali ke tampilannya yang semula, bahkan mengalami kerontokan.

Ribaudo mengatakan, kadar estrogen yang lebih tinggi selama kehamilan membuat siklus pertumbuhan rambut lebih cepat. Alhasil, rambut akan tampak lebih tebal bahkan bercahaya. Tapi setelah melahirkan, kadar estrogen turun dan kembali normal sehingga rambut mengalami kerontokan.

Kerontokan rambut setelah melahirkan umumnya mulai dirasakan 3-4 bulan pasca persalinan dan berlangsung hingga anak Anda berusia 6-12 bulan. Karena dipicu oleh hormonal, kerontokan rambut ini bersifat sementara dan tak perlu dikhawatirkan.

Nah, itu adalah empat perubahan yang terjadi pada wanita selepas melahirkan. Jangan khawatir, itu semua normal dan tidak merugikan. Tentunya, mengalami sedikit perubahan fisik tidak ada apa-apanya dibandingkan kebahagiaan karena melihat buah hati lahir sehat. 

[RS/ RVS]