Yuk, Sama-Sama Melawan Obesitas Tanpa Stigma!

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 11 Okt 2018, 16:00 WIB
Setiap tahun, tanggal 11 Oktober dikomemorasikan sebagai World Obesity Day atau Hari Obesitas Sedunia.
Yuk, Sama-Sama Melawan Obesitas Tanpa Stigma! (By-Ranta-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Angka kejadian obesitas semakin meningkat dari waktu ke waktu. Saat ini masyarakat sudah banyak mengetahui mengenai berbagai kondisi kesehatan yang dikaitkan dengan keadaan tersebut, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes melitus.

Oleh sebab itu, setiap tahunnya, World Obesity Day atau Hari Obesitas Sedunia diselenggarakan pada tanggal 11 Oktober, untuk bersama-sama menurunkan angka kejadian obesitas di dunia.

Tema yang diangkat pada Hari Obesitas Sedunia tahun 2018 adalah stigma terhadap berat badan. Hingga saat ini, stigma tersebut merupakan salah satu hal yang belum sepenuhnya diberantas.

Untuk diketahui, stigma terhadap berat badan dapat terjadi pada berbagai situasi, baik di lingkungan sekitar maupun melalui media. Terkadang, stereotip yang dikaitkan dengan obesitas dan berat badan berlebih juga dapat menyebabkan timbulnya stigma yang dimaksud.

Apa itu stigma terhadap berat badan?

Stigma terhadap berat badan mencakup perilaku dan sikap negatif yang ditujukan terhadap seseorang terkait dengan bobot tubuhnya. Meski kaitan antara berat badan berlebih dan peningkatan risiko berbagai penyakit berbahaya telah diketahui oleh sebagian masyarakat, hal terkait stigma terhadap berat badan masih belum banyak dibicarakan.

Para pakar percaya, menurunkan stigma terhadap berat badan membuat orang yang mengalami obesitas lebih percaya diri untuk mengakses penanganan yang dibutuhkan. Mereka yang obesitas pun dapat lebih termotivasi untuk segera mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Menurut informasi dari situs resmi World Obesity Day, stigma terhadap berat badan paling sering dialami di sekolah atau tempat kerja. Selain itu, stigma tersebut juga terkadang dapat terjadi sebagai akibat dari ilustrasi atau stereotip yang terkesan negatif mengenai obesitas.

Atas dasar itu, setiap lapisan masyarakat diminta untuk berperan dalam memberantas stigma berat badan seperti yang dimaksud di atas.

Memberantas stigma berat badan

Hal pertama yang dapat diterapkan di sekolah dan tempat kerja adalah mengimplementasikan kebijakan yang melindungi pekerja, peserta didik, klien, mitra, dan konsumen terlepas dari berat badan dan bentuk tubuhnya. Selain itu, sekolah dan tempat kerja juga dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pencegahan dan pengetahuan mengenai diskriminasi berdasarkan berat badan.

Lalu, pemberian informasi yang akurat mengenai melawan obesitas juga dapat dilakukan. Caranya, rangkul orang-orang yang mengalami berat badan berlebih, dan ajak mereka berjuang bersama-sama untuk menurunkan berat badan ke rentang ideal.

Di sisi lain, beberapa hal yang dapat diterapkan oleh pemerintah adalah meningkatkan ketersediaan dan akses terhadap makanan bergizi, serta membatasi pemasaran jenis makanan yang dapat memicu terjadinya obesitas. Sebagai tambahan, pengadaan fasilitas yang menunjang aktivitas sehat seperti jalan kaki atau berolahraga juga dapat mendukung para penduduk untuk melawan obesitas.

Pada intinya, tujuan dari Hari Obesitas Sedunia pada tahun 2018 adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stigma terhadap berat badan, dampaknya, serta apa yang bisa dilakukan untuk memberantasnya. Yuk, lawan obesitas bersama-sama. Dengan begini, tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia bisa semakin meningkat. Salam sehat!

(NB/ RH)