Atasi Obesitas dengan Jamu, Amankah?

Oleh Ayu Maharani pada 11 Okt 2018, 16:40 WIB
Anda tertarik mengatasi kelebihan berat badan atau obesitas menggunakan metode tradisional dengan minum jamu? Simak dulu ulasan medisnya di sini.
Atasi Obesitas dengan Jamu, Amankah? (Harismoyo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki berat badan berlebih, apalagi hingga obesitas, bisa sangat merepotkan. Bukan hanya persoalan susah mencari ukuran baju yang pas dengan tren terkini di pusat perbelanjaan, termasuk juga gerak tubuh terbatas dan adanya ancaman penyakit akibat berlebihnya berat badan itu sendiri.

Ada banyak cara yang ditempuh untuk menurunkan berat badan. Mulai dari program diet ketat, rajin nge-gym, sedot lemak atau penggunaan teknologi mutakhir lainnya, atau bisa juga dengan cara lebih tradisional seperti dengan minum jamu.

Entah karena rekomendasi teman yang katanya ampuh, melihat banyaknya testimoni di media sosial, klaim tradisional, atau tergiur saat melihat iklan membuat banyak orang penasaran untuk melangsingkan tubuh dengan jamu. Apalagi jika beragam upaya penurunan berat badan telah dicoba tapi belum juga menunjukkan hasil.

Pertanyaannya, apakah konsumsi jamu untuk mengatasi obesitas atau kelebihan badan aman untuk peminumnya?

Minum jamu pelangsing, aman atau tidak, ya?

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, mengonsumsi jamu memang tidak dilarang dalam dunia kesehatan. Akan tetapi, tak jarang jamu yang beredar di pasaran tidak menuliskan bahan yang digunakan atau bahan tambahan lainnya secara lengkap. Padahal, ada satu bahan tambahan yang terkadang ditambahkan ke dalam jamu, yaitu steroid.

Zat tersebut merupakan bahan aktif yang dipakai dalam dunia pengobatan untuk mengatasi peradangan pada penyakit tertentu. Dosis dan jenisnya pun bermacam-macam, begitu pula dengan resep yang sangat bergantung dari penyakit dan kondisi individu.

Maka, apabila dikonsumsi sembarangan, hal ini bisa memicu terjadinya nyeri lambung, tulang keropos, peningkatan risiko katarak, hingga penambahan berat badan! Jangan sampai niat hati ingin menurunkan berat badan dengan jamu, tetapi yang didapat justru sebaliknya karena adanya kandungan steroid di dalamnya.

Dilansir dari Liputan6.com, adapun jamu pelangsing yang dinyatakan oleh BPOM pada 2013 silam terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) dan sebaiknya tidak dikonsumsi, antara lain:

  • Jamu Ratu Langsing
  • Jamu Dietin
  • Jamu Isabella
  • Jamu Nofat
  • Jamu Lida
  • Jamu Surut Ayu
  • Jamu Langsingku

Jadi, jika Anda ditawari oleh orang lain untuk mengonsumsi jamu-jamu di atas supaya cepat turun berat badannya, jangan diterima, ya!

Selain itu, menurut dr. Jessica Florencia, juga dari KlikDokter, terlalu sering mengonsumsi ramuan herbal pelangsing kemasan bisa menimbulkan efek samping sebagai berikut:

  • Menyebabkan sering kencing atau buang air besar. Tentunya ini bisa menyebabkan dehidrasi.
  • Menurunkan sampai menghilangkan nafsu makan karena adanya gangguan keseimbangan hormon dan dapat mengganggu perbaikan sel tubuh. Ironisnya, jika konsumsi dihentikan secara mendadak, malah nafsu makan jadi meningkat drastis.
  • Mual, muntah, dan sakit perut karena tidak cocok dengan bahan kimia yang ditambahkan di dalam jamu.

Oleh sebab itu, aman atau tidaknya jamu bergantung dari ada atau tidaknya kandungan BKO jamu yang hendak Anda minum. Lebih baik tidak mengambil risiko konsumsi jamu yang mengandung BKO supaya kesehatan diri tak terancam. Karena pada dasarnya, BKO harus disesuaikan dengan penyakit dan kondisi spesifik masing-masing individu sesuai anjuran dokter.

Cara aman minum jamu untuk menurunkan berat badan

“Bila Anda penggemar jamu, ada baiknya bila jamu tersebut diracik oleh tangan sendiri. Apalagi bahan alami seperti telur, kunyit, dan bahan tradisional lainnya dapat lebih memberi manfaat bila diolah dan dikonsumsi secara murni,” kata dr. Dyan.

Selain itu, dilansir dari Healthline, Anda bisa memanfaatkan beberapa rempah alami sebagai bahan racikan jamu buatan sendiri untuk membantu mengatasi obesitas, seperti:

  • Jahe: dapat membantu menghilangkan lemak perut)
  • Oregano: terdiri atas daun min, basil, thyme, rosemary, dan sage yang mengandung senyawa carvacrol efektif untuk mengontrol lemak dan menurunkan berat badan.
  • Ginseng: dapat menjaga mikrobiota pada usus dan mengontrol lemak tubuh.
  • Kunyit: bantu mengatasi peradangan secara alami dan menurunkan berat badan.
  • Lada hitam: mengandung senyawa piperin yang dapat menghambat pembentukan lemak.
  • Kayu manis: untuk mengontrol nafsu makan dan rasa lapar.
  • Kopi hijau: mengandung asam klorogenat yang bisa menurunkan berat badan.
  • Jinten: membantu pembakaran lemak dalam tubuh.

Meski alami, usahakan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Jangan dikonsumsi lebih dari satu sendok makan (14 gram) per hari supaya tidak menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan. Terlepas dari aman atau tidaknya jamu dikonsumsi, prioritaskan diet sehat. Tingkatkan juga aktivitas fisik dengan olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup sebagai cara utama mengusahakan tubuh agar terbebas dari kelebihan berat badan dan obesitas.

(RN/ RH)