4 Kelainan Sel Darah Putih yang Perlu Anda Tahu

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 15 Oct 2018, 15:56 WIB
Kelainan sel darah putih sering menunjukkan gejala yang tidak khas. Jangan tertipu, kenali dan atasi sedini mungkin!
4 Kelainan Sel Darah Putih yang Perlu Anda Tahu (Sebastian Tomus/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyanyi wanita asal Amerika, Selena Gomez, diberitakan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Wanita yang sempat berpacaran dengan Justin Bieber itu mengalami penurunan kadar sel darah putih (leukopenia). Kondisi itu diyakini masih terkait dengan penyakit yang telah lama dialami Selena, yaitu lupus.

Leukopenia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah putih (leukosit) lebih rendah daripada kondisi normal yaitu 5000–10000 per milimeter kubik. Kondisi ini menyebabkan terjadinya keluhan demam (low grade fever), sariawan berulang, nyeri saat menelan, gusi bengkak, radang sinus hingga infeksi paru (pneumonia).

Selain leukopenia, sel darah putih juga bisa mengalami berbagai kelainan lain. Keadaan ini dikelompokan berdasarkan jumlah maupun fungsi dari sel darah putih itu sendiri.

Di antara berbagai kelainan yang dapat terjadi pada sel darah putih, empat kelainan yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Limfoma

Limfoma adalah salah satu tipe kanker darah yang terjadi pada sistem limfatik (kelenjar getah bening). Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi salah satu tipe sel darah putih, yaitu limfosit.

Limfosit seharusnya berfungsi untuk membentuk antibodi dan mencegah tubuh terkena infeksi virus. Namun, pada limfoma, limfosit bertambah banyak, tidak terkendali, dan berubah sifat menjadi ganas.

Gejala umum dari keluhan tersebut adalah pembesaran kelenjar getah bening, biasanya berawal di leher atau ketiak, batuk, sesak napas, demam, badan lemas, dan penurunan berat badan.

  1. Leukemia

Leukemia merupakan salah satu tipe kanker darah, dimana sel darah putih menjadi ganas dan bertambah banyak (leukositosis) di sumsum tulang.

Terdapat beberapa tipe leukemia, dan secara umum dibagi menjadi dua berdasarkan progresivitasnya, yaitu akut dan kronik. Pada leukemia akut, gejala muncul secara cepat dan memburuk dengan cepat. Sementara itu, leukemia kronik biasanya lebih lambat.

Leukemia dapat terjadi pada anak maupun dewasa. Gejala yang dialami penderitanya adalah anemia (kekurangan sel darah merah) karena produksi sel darah merah ditekan oleh sel darah putih yang ganas, gusi mudah berdarah, kulit sering timbul memar, penurunan berat badan dan nafsu makan.

  1. Sindrom mielodisplastik (Myelodysplastic syndrome)

Myelodysplastic syndrome (MDS) adalah kanker darah yang terjadi di sumsum tulang. Pada kondisi ini, sumsum tulang memproduksi sel darah yang belum matang (imatur) yang disebut dengan blast. Sel muda tersebut bertambah banyak sehingga menekan produksi sel yang matang dan sehat.

MDS biasanya terjadi secara lambat, tetapi dapat berubah menjadi leukemia. Gejalanya serupa dengan leukemia, yaitu anemia, gusi berdarah, badan lemas, tubuh mudah memar, dan penurunan berat badan.

  1. Mieloma multipel (multiple myeloma)

Mieloma multipel (MM) merupakan keganasan yang terjadi pada salah satu bagian dari sel darah putih, yaitu sel plasma. Penyakit ini sering juga disebut sebagai leukemia sel plasma (plasma cell leukemia). Sel plasma bertambah banyak dan mengeluarkan protein M yang dapat merusak organ tubuh, seperti ginjal, tulang, dan saraf. Gejalanya umum dari mieloma multipel adalah nyeri tulang, patah tulang, perdarahan kulit dan gusi, anemia, badan lemas, hingga gagal ginjal.

Empat kelainan sel darah putih di atas sering menunjukkan gejala yang tidak khas dan sulit dibedakan satu sama lain. Untuk memastikan diagnosisnya, pemeriksaan penunjang seperti radiologi atau laboratorium harus dilakukan.

Atas dasar itu, bila Anda atau anggota keluarga sering mengalami keluhan badan lemas, nyeri di seluruh tubuh, gusi mudah berdarah, tubuh mudah lebam, dan penurunan berat badan secara drastis, berkonsultasilah dengan dokter. Semakin dini dideteksi dan diatasi, kemungkinan untuk sembuh menjadi semakin tinggi.

[NB/ RVS]