Anak Takut Gelap? Atasi dengan Cara Ini

Oleh Ayu Maharani pada 15 Oct 2018, 16:40 WIB
Apakah anak Anda takut gelap dan selalu membangunkan Anda untuk menemaninya tidur? Simak cara mengatasinya berikut ini.
Anak Takut Gelap? Atasi dengan Cara Ini (anastasiya-adamovich/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat kecil, pernahkah Anda takut gelap dan berkhayal ada sosok mengerikan yang bersembunyi di bawah kasur atau lemari pakaian? Jika pernah, Anda bukan satu-satunya. Pasalnya, hampir sebagian anak takut gelap dan pernah berimajinasi bahwa kamar tidurnya “dihuni” oleh monster mengerikan yang siap melahap dirinya saat lampu dimatikan.

Hal-hal semacam itu ternyata terus bergulir hingga saat ini. Ketika Anda sudah dewasa dan menjadi orang tua, kini giliran anak Anda yang mengalami masa-masa takut gelap, seperti Anda dulu. Alhasil, hampir tiap malam ia berkunjung ke kamar Anda dan merengek minta ditemani tidur.

Selain mengganggu kualitas tidur Anda, hal seperti itu juga sebenarnya bisa mengganggu kualitas tidur si Kecil dan pertumbuhannya nanti. Maka dari itu, kebiasaan takut gelap harus segera ditindaklanjuti.

Penyebab anak takut gelap

Dilansir dari WebMD, menurut seorang terapis yang bernama Jenn Berman, Ph.D., rasa takut gelap cenderung muncul dan berkembang saat anak berusia 2 atau 3 tahun. Usia tersebut disinyalir sebagai waktu yang cukup “dewasa” untuk membayangkan, tetapi tidak cukup bijak untuk membedakan fantasi dengan kenyataan.

Lantas, apa yang memicu mereka dalam berimajinasi seram? Menurutnya, tayangan televisi atau media internetlah yang menjadi salah satu pemicu munculnya imajinasi seram pada anak. Hal ini bisa saja terjadi jika Anda lalai dalam mengawasi keseharian si Kecil.

Selain tayangan di televisi dan internet, buku dongeng juga berperan dalam memunculkan imajinasi seram pada anak. Saat Anda memberikannya buku dongeng yang menceritakan dan mengilustrasikan ada “sesuatu” yang muncul di dalam gelap, entah itu hantu, binatang, pencuri, hingga monster, akhirnya hanya akan membuat Si Kecil takut gelap, meskipun sedang berada di dalam ruangan yang aman.

Ditambah lagi, terkadang Anda melarang si Kecil dengan kalimat: “Awas jangan ke situ! Di situ gelap. Hi… takut!” supaya ia tidak nakal dan pergi terlalu jauh dari jangkauan Anda.

1 of 2

Cara mengatasi anak takut gelap

Kalau sudah mengetahui faktor penyebab yang bikin anak takut gelap, cara terbaik yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua adalah berkomunikasi dan menunjukkan “sikap”. Lalu, lanjutkanlah dengan cara:

  • Tetap tenang, terutama saat Anda berbicara dengan mereka. Pastikan Anda tidak menyepelekan dan tidak melebih-lebihkan supaya kondisi ketakutannya tidak tambah buruk.
  • Berikan penekanan pada si Kecil bahwa ia berada di kondisi yang sepenuhnya aman. Buktikan dengan sabar bahwa tempat-tempat yang ia takuti sebenarnya tidak menyembunyikan suatu apa pun yang mengancam dirinya.
  • Jangan ikut frustrasi atau terlihat jengkel. Meski tahu bahwa ketakutannya hanya khayalan semata, pastikan Anda tidak kesal dan meremehkan. Akan lebih baik bila Anda bersabar.
  • Saat si Kecil minta ditemani tidur malam, jangan langsung mengiyakan keinginannya. Tetapi, tekankan bahwa kedua orang tuanya ada di tempat yang dekat dengan dirinya. Jadi, kapan pun ia membutuhkan, Anda selalu ada. Kendati demikian, tak ada salahnya mengunjungi kamarnya sebentar untuk mengecek dan memperlihatkan kepada si Kecil bahwa kondisi kamarnya benar-benar aman dan nyaman, sekalipun lampu dimatikan.
  • Jika si Kecil punya kakak, jangan suruh sang kakak untuk menemani si adik.
  • Si Kecil punya benda kesayangan, seperti selimut, boneka, lampu tidur bintang-bintang? Letakkan barang kesayangannya itu di dekatnya agar ia merasa nyaman dan membantunya tidur nyenyak.
  • Dalam fase ini, hindari menonton televisi pada malam hari, begitu pula dengan dongeng yang mengandung unsur gelap di dalamnya. Lebih baik, ajak anak untuk mengobrol dari hati ke hati sebelum tidur, lalu ajaklah untuk berdoa bersama.
  • Jika penyebabnya bukan karena tontonan, bacaan, atau ucapan, melainkan karena kejadian yang membuatnya trauma, seperti adanya masalah di sekolah, pulihkan kondisi tersebut dengan berkonsultasi kepada dokter anak. Hal itu dimaksudkan supaya ketakutan bisa tertangani dengan cepat dan tepat.

Itulah kira-kira yang bisa Anda lakukan jika memiliki anak yang takut gelap. Hindari menganggap enteng atau terbebani dengan khayalan si Kecil, karena bisa menyebabkan kondisi tersebut semakin parah. Selain itu, introspeksi juga diri Anda sebagai orang tua. Karena, siapa tahu, pemicu si Kecil takut gelap adalah ucapan atau sikap Anda.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓