Apa Jadinya Bila Tubuh Kelebihan Gizi?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 16 Oct 2018, 12:00 WIB
Bertubuh tinggi besar belum tentu gizinya pasti baik. Siapa tahu itu tanda kelebihan gizi yang tak disadari.
Apa Jadinya Bila Tubuh Kelebihan Gizi? (Kai Keisuke/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang mengaitkan malnutrisi dengan kekurangan gizi. Padahal malnutrisi juga bisa berwujud kelebihan gizi. Gizi lebih terjadi ketika pemasukan kalori dan energi yang dikeluarkan tidak seimbang. Atau ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi zat gizi tertentu, seperti protein atau lemak. Hal ini kemudian memicu overweight atau obesitas.

Perlu dipahami bahwa overweight tidak sama dengan obesitas. Overweight adalah kelebihan berat badan, sedangkan obesitas adalah penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan. Anda dapat mengetahui status gizi Anda dengan melihat Indeks Massa Tubuh (IMT).

Cara menghitung IMT adalah Berat Badan / (Tinggi Badan x Tinggi Badan). Misalnya: BB = 50 kg dan TB = 158 cm, maka IMT = 50 / (1.58 x 1.58) = 20.

Apabila hasilnya < 18.5 kg/m2 artinya underweight (di bawah normal), 18.5-24.9 kg/m2 normal, 25-27 kg/m2overweight, dan > 27 kg/m2 masuk dalam kategori obesitas. Jika seseorang memiliki IMT yang menunjukkan ia overweight dan tidak ada usaha untuk menurunkan berat badannya, hal ini bisa berkembang menjadi obesitas.

Faktor terjadinya kelebihan gizi dan bahayanya

Ada banyak faktor yang menyebabkan gizi lebih terjadi, antara lain genetik, aktivitas fisik, kurangnya pemahaman tentang makanan bergizi seimbang, sering mengonsumsi makanan yang serba instan dan fast food, serta dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi. Di zaman yang berkembang pesat seperti ini, tidak hanya orang dewasa yang mengalami gizi lebih, melainkan juga anak-anak.

Pada keadaan gizi berlebih, jumlah lemak di dalam tubuh akan meningkat sehingga menyebabkan perubahan metabolisme lemak dan gula dalam skala besar. Baik anak-anak maupun orang dewasa, kelebihan gizi tidak selamanya baik. Bertubuh subur tidak menandakan Anda hidup makmur. Justru tubuh Anda yang seperti itu akan menjadi sarang penyakit.

Lemak-lemak yang ada di dalam tubuh akan membentuk plak di dalam pembuluh darah yang akan memengaruhi aliran darah ke seluruh organ. Apabila plak itu terlepas dan menyumbat ke organ jantung, serangan jantung pun akan terjadi. Begitu juga jika menyumbat ke otak, maka stroke akan terjadi.

Selain memicu penyakit-penyakit yang berbahaya, kelebihan gizi juga membuat seseorang mengalami gangguan psikologis. Bertubuh besar dan gemuk akan menjadi perbincangan banyak orang, membuat seseorang merasa tidak percaya diri, menjadi antisosial dan bila dibiarkan bisa berujung depresi.

Menangani kelebihan gizi

Lalu, apa yang harus dilakukan apabila ternyata Anda mengalami gizi lebih?

Hal yang pertama, Anda harus mengatur pola makan. Pola makan yang dianjurkan adalah 3 kali makan besar diselingi dengan 2 camilan. Setiap kali Anda makan besar, kurangi jumlah karbohidrat yang masuk dan perbanyak sayuran, konsumsi makanan yang berprotein, dan tentu saja buah-buahan. Batasilah makanan manis, asin, dan berlemak.

Selanjutnya, cobalah untuk lebih rajin bergerak dan berolahraga. Olahraga yang disarankan minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi 30-40 menit per sesi. Ketiga, Anda harus cukup minum air putih dan kurangilah kopi, teh, maupun alkohol.

Jadi, gizi lebih tidak menunjukkan bahwa Anda hidup makmur, sehat, dan bahagia. Segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik, sama halnya dengan keadaan kelebihan gizi. Justru dengan gizi lebih, banyak sekali penyakit yang mengintai. Mari terapkan pola hidup sehat mulai sekarang, dan jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter gizi jika memang membutuhkan.

[RS/ RVS]