Sering Konsumsi Makanan Pedas Rentan Picu Kanker Usus?

Oleh Ayu Maharani pada 23 Oct 2018, 14:25 WIB
Selain gaya hidup yang tidak sehat, hobi mengonsumsi makanan pedas juga disebut-sebut sebagai pemicu kanker usus. Benarkah demikian?
Sering Konsumsi Makanan Pedas Rentan Picu Kanker Usus? (withGod/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan tanah air. Artis senior Titi Qadarsih meninggal dunia Senin (22/10) kemarin. Setelah divonis menderita kanker usus stadium empat pada beberapa bulan yang lalu, perempuan 73 tahun itu akhirnya mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumahnya di Cinangka.

Bicara soal kanker usus, penyakit mematikan ini memang menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Bila Anda masih ingat, desainer legendaris Indonesia,  Ramli, juga meninggal setelah mengidap kanker usus stadium empat.

Data dari Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan bahwa kanker usus sendiri merupakan penyakit kanker yang menduduki peringkat ketiga penyebab kematian pasien kanker. Dengan jumlah kasus kematian sebanyak 18.389 jiwa.

Menyoal faktor penyebab seseorang terkena kanker usus besar, hingga kini masih banyak informasi simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa kanker usus besar bisa terjadi karena terlalu sering mengonsumsi makanan instan, khususnya mi instan. Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa kanker usus terpicu karena sering mengonsumsi makanan pedas.

Ya, makanan pedas memang disukai sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan, berbagai restoran menawarkan makanan dengan tingkat kepedasan tertentu. Jika memang benar makanan pedas dapat memicu kanker usus, Anda perlu berhati-hati.

1 of 3

Makanan pedas dan kanker usus

Menyantap makanan pedas memang memiliki kenikmatan tersendiri. Bagaimana tidak? Sensasi panas dan keluarnya keringat saat menyantap hidangan ini dianggap sebagai hal seru yang dapat meningkatkan nafsu makan.

Bahkan, jika tidak ada rasa pedas, makanan akan terasa hambar meski sudah dibumbui dengan baik oleh si juru masak. Di sisi lain, ada kabar kurang sedap yang mengatakan bahwa terlalu sering makan makanan pedas bisa memicu timbulnya kanker usus.

Namun nyatanya, menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, makanan pedas sebenarnya tidak memicu terjadinya kanker usus, melainkan iritasi lambung.

“Rasa pedas pada cabai dapat mengiritasi mukosa saluran pencernaan dan meningkatkan asam lambung, sehingga menyebabkan tukak lambung. Selain itu, senyawa kapsaisin pada cabai yang terus-terusan mengiritasi lambung akhirnya bisa melukai dinding lambung,” tuturnya.

Apabila kondisi tersebut diabaikan, lambung Anda lama-lama akan terluka dan bisa kehilangan fungsinya. Dengan kata lain, makanan pedas bukanlah pemicu terjadinya kanker usus pada seseorang.

Seperti dijelaskan oleh dr. Andika, faktor gaya hidup yang tidak sehat dan faktor genetik adalah hal yang biasanya menjadi faktor risiko utama.

“Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan bahwa makanan pedas bisa membuat kanker usus. Biasanya penyakit ini justru dipicu oleh faktor genetik, pola makan yang rendah serat, kurang aktivitas fisik, BAB yang tidak teratur, konsumsi alkohol atau terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak,” tambah dr. Andika.

Selain berbagai faktor pemicu di atas, Anda juga perlu mengetahui faktor lainnya yang mungkin dapat menjadi penyebab seseorang terkena kanker usus.

2 of 3

Faktor lain penyebab kanker usus

Meski bukan penggemar makanan pedas, bukan berarti Anda terbebas dari risiko penyakit kanker usus. Berbagai hal di bawah ini juga rentan membuat Anda terkena penyakit yang merenggut nyawa Titi Qadarsih beberapa hari yang lalu.

  • Hobi makan daging dan makanan olahan (rendah serat)

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid dari KlikDokter terlalu sering makan daging (sapi, domba, kambing), terutama daging olahan (sosis dan kornet), bisa meninggikan risiko terkena kanker usus. Apabila makanan tersebut digoreng dengan metode deep fry atau bahkan dibakar, zat kimia akan muncul, sehingga kanker usus rentan terjadi.

  • Konsumsi alkohol secara berlebihan

Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan menyebabkan penumpukan lemak pada organ hati (fatty liver) dan kanker usus. Oleh sebab itu, batasi minum bir sebanyak 250 cc dalam seminggu. Kemudian untuk wine, sebaiknya tidak melebihi 65 cc per minggu. Alangkah lebih baik jika Anda menghindari konsumsi minuman beralkohol.

  • Mutasi gen

Menurut dr. Resthie, jika sebelumnya ada anggota keluarga yang terkena kanker usus, Anda juga berisiko terkena penyakit yang sama. Beberapa mutasi gen yang diketahui dapat mencetuskan kanker usus adalah mutasi gen APC, MLH, MYH, dan STK11.

Untuk lebih waspada, saran dr. Resthie adalah lakukan tindakan deteksi dini kanker usus dengan cara pemeriksaan tes darah samar dari feses secara berkala (1-3 tahun sekali). Pemeriksaan tersebut bertujuan melihat apakah terdapat darah pada feses yang sering kali menjadi gejala awal terjadinya kanker usus.

Cara mencegah terjadinya kanker usus sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan mengontrol asupan sehat dan rutin berolahraga secara teratur. Akan lebih baik lagi bila Anda menghindari konsumsi alkohol.

Dari penjelasan di atas, sudah jelas bahwa makanan pedas bukanlah penyebab seseorang terkena kanker usus. Meski demikian, Anda tetap perlu membatasi asupan makanan pedas yang Anda konsumsi untuk melakukan pencegahan dini terhadap semua penyakit di saluran pencernaan.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓