3 Fakta tentang Polio yang Wajib Anda Tahu

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 24 Oct 2018, 13:00 WIB
Penyakit polio yang dapat mengancam nyawa anak harus dicegah dan diberantas. Berikut ini berbagai fakta tentang polio yang perlu Anda tahu.
3 Fakta tentang Polio yang Wajib Anda Tahu (Tashatuvango/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 24 Oktober sebagai Hari Polio Sedunia. Melalui peringatan ini, WHO mengajak masyarakat untuk mengedukasi diri seputar pentingnya imunisasi polio. Meski Indonesia telah dinyatakan bebas polio sejak 2014, upaya vaksinasi dan edukasi soal penyakit polio harus terus dilakukan.

Dalam dunia medis, polio disebut poliomyelitis. Kondisi ini disebabkan oleh virus yang termasuk dalam familia Picornaviridae bernama polivirus (PV). Pada balita yang belum mendapatkan vaksinasi, polio akan sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf.

Kondisi terparah yang dapat terjadi adalah penderita bisa mengalami kesulitan bernapas, kelumpuhan, hingga kematian. Tak heran, Hari Polio Sedunia pun ditetapkan agar edukasi seputar bahaya penyakit ini terus digaungkan.

Hari Polio Sedunia tonggak pemberantasan polio

Melansir dari Liputan6.com, Hari Polio Sedunia menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memberantas polio global dengan memperbarui janji bahwa generasi mendatang harus terbebas dari polio.

Kampanye ini mengingatkan para orang tua untuk mengimunisasi anak-anak mereka sejak balita, sebagai solusi yang efektif untuk memberantas penyakit mematikan ini.

Jumlah kasus polio memang telah turun dari 350 ribu pada tahun 1988, menjadi 359 pada tahun 2014. Namun, negara-negara seperti Afghanistan, Nigeria dan Pakistan masih belum lepas dari ancaman penyakit ini.

Akhirnya, Hari Polio Sedunia didirikan oleh UNICEF Rotary Internasional untuk memperingati kelahiran Jonas Salk yang memimpin tim pertama pengembangan vaksin terhadap poliomyelitis. Dengan adanya vaksin tersebut, masyarakat diharapkan mampu menerima sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan polio dengan tepat.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dan biasanya menyerang anak yang berusia kurang dari 5 tahun. Polio menyerang sistem saraf tepi, terutama anggota gerak. Tungkai adalah organ yang paling sering terserang infeksi virus polio.

1 of 2

Fakta seputar penyakit polio

Apa saja fakta yang tersirat dari penyakit polio? Berdasarkan penjelasan dr. Karin, berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda catat agar dapat lebih waspada terhadap serangan penyakit polio:

  1. Gejalanya samar dan tak terdeteksi

Gejala awal yang ditimbulkan setelah anak terkena virus polio adalah cepat lelah, badan lemas, demam, sakit kepala, mual, muntah, dan kaku pada bagian leher. Sebanyak 1 dari 200 anak yang terinfeksi akan mengalami kelumpuhan pada saraf dari anggota tubuh yang terkena.

“Jika kelumpuhan sudah terjadi, maka hal tersebut bersifat permanen dan tidak dapat diobati,” kata dr. Karin.

  1. Cara penularannya beragam

Polio ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi polio. Ketika virus tersebut masuk ke dalam tubuh, ia akan berkembang biak di saluran cerna, dan menyerang saraf.

  1. Catatan kelam polio di Indonesia

Indonesia telah menyatakan diri bebas polio sejak tahun 1995, dan tidak pernah ditemukan lagi kasus polio sejak saat itu. Namun pada tahun 2005, muncul kejadian luar biasa (KLB) polio yang ditemukan di Sukabumi, lalu menyebar hingga ke pulau Jawa dan Sumatera.

“Hasil penelusuran menemukan virus polio yang menyebabkan KLB tersebut berasal dari luar negeri, yaitu Nigeria,” kata dr. Karin, membeberkan penyebab kasus yang terjadi pada tahun 2005 silam.

Cegah polio dengan vaksin

Berkaca dari KLB pada tahun 2005, ternyata masih banyak anak Indonesia yang belum memiliki kekebalan terhadap polio. Selama virus polio belum musnah dari muka bumi, kelumpuhan yang sudah terjadi akibat virus polio tidak dapat diobati. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk memperoleh kekebalan terhadap polio adalah dengan vaksinasi.

“Vaksin polio terdiri dari dua jenis, yaitu tetes yang diberikan lewat mulut serta suntikan. Vaksin polio pertama harus langsung diberikan setelah bayi lahir (usia 0 bulan). Selanjutnya, jadwal vaksin berikutnya adalah ketika anak berusia 2, 4, dan 6 bulan.  Vaksin polio dapat diulang kembali ketika anak berusia 18-24 bulan dan 5 tahun,” tutur dr. Karin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada umumnya, vaksin polio aman untuk diberikan kepada bayi. Terkadang, bayi yang divaksin juga dapat mengalami demam dan mencret ringan. Namun, hal itu sangat jarang terjadi.

Mari peringati Hari Polio Sedunia sebagai momentum pencegahan dan penanganan penyakit polio agar tak kembali menyerang dan menyebar. Oleh karena itu, berikan anak vaksin polio agar terhindar dari penyakit mematikan ini.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓