Konsumsi Keju Ganggu Kesuburan Pria?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 25 Oct 2018, 15:00 WIB
Keju memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, produk olahan susu tersebut juga disebut dapat mengganggu kesuburan pria. Apa kata medis?
Konsumsi Keju Ganggu Kesuburan Pria? (rainbow33/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang suka keju. Selain rasanya yang gurih, produk olahan susu ini juga terbukti baik untuk kesehatan tulang dan gigi. Hal itu terjadi karena keju mengandung kalsium yang tinggi, sehingga direkomendasikan untuk dikonsumsi sehari-hari.

Lebih dari sekadar manfaatnya untuk kesehatan tulang dan gigi, keju juga baik bagi jantung. Hal ini diungkapkan oleh dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter sebagai berikut:

“Penelitian membuktikan bahwa orang yang diberikan diet tinggi keju memiliki tingkat kolesterol baik (HDL) yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Ini karena jamur hasil fermentasi dari keju (penicillium roqueforti) dapat memusnahkan bakteri jahat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. There menjelaskan bahwa kandungan enzim pada keju juga berperan dalam mencegah terjadinya proses peradangan di dalam tubuh, yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.

“Keju mengandung zat yang mampu menghambat kerja angiotensin-converting enzyme (ACE), yang berfungsi mengontrol tekanan darah dalam tubuh. Dengan rendahnya tekanan darah, maka risiko terjadinya penyakit jantung akan sangat berkurang,” kata dr. There, melanjutkan penjelasannya.

Meski menawarkan segudang manfaat sehat, tak sedikit orang yang enggan mengonsumsi keju. Ini karena produk olahan susu tersebut disebut-sebut dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada pria. Apa kata medis?

Keju dan gangguan kesuburan pria

Dilansir dari Dailymail.co.uk, sebuah studi menyebut bahwa pria muda yang makan lebih dari tiga potong keju dalam sehari turut mempertaruhkan peluang mereka untuk menjadi ayah. Dengan kata lain, penelitian tersebut mengatakan bahwa keju dapat mengganggu tingkat kesuburan pria.

Pada proses pembuktiannya, tim peneliti melibatkan 189 pria berusia 19–25 tahun. Para partisipan dipastikan tidak ada yang memiliki kondisi kelebihan berat badan atau obesitas. Mereka semua sangat fit dan melakukan setidaknya satu setengah jam latihan fisik dalam seminggu.

Setiap partisipan yang tergabung mengisi kuesioner yang menjawab seberapa sering mereka mengonsumsi produk olahan susu, buah, daging, dan jenis makanan lain selama seminggu. Para peneliti juga melihat kondisi sperma masing-masing partisipan, termasuk seberapa cepat gerakan dan bentuknya.

Lewat hasil studi, peneliti menemukan bahwa sperma pria yang mengonsumsi lebih dari tiga porsi produk olahan susu tinggi lemak per hari, memiliki 25 persen kualitas sperma yang lebih buruk.

“Kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan tingginya kadar hormon reproduksi alami dalam produk keju komersial. Ada juga kemungkinan bahwa keberadaan senyawa lain dalam produk susu seperti pestisida, polutan yang diklorinasi, dan logam berat,” kata pempimpin penelitian, Myriam Afeiche.

Konsumsi keju sesuai batasnya

Dapat dipahami bahwa mengonsumsi makanan berlebihan, sekalipun itu baik bagi kesehatan, tidaklah membawa manfaat sama sekali. Ini berarti, Anda wajib membatasi asupan keju sehari-hari agar gangguan kesuburan tidak terjadi.

Selain membatasi porsi, Anda juga sebaiknya hanya mengonsumsi keju yang dibuat melalui proses pasteurisasi dan hindari semua jenis keju yang dibuat dari susu mentah.

“Carilah keju olahan yang dipasteurisasi (processed cheese) yang sudah dikemas sesuai dengan ukuran standarnya, baik yang balok maupun irisan (slices). Jenis keju olahan ini banyak Anda temukan dalam berbagai merek di supermarket,” kata dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Yuk, konsumsi keju dengan porsi dan jenis yang tepat, agar gangguan kesuburan tidak terjadi di kemudian hari. Jangan lupa untuk mengombinasikannya dengan melakukan gaya hidup sehat, ya!

[NB/ RVS]