Benarkah Darah Kental Menyebabkan Keguguran Berkali-kali?

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 26 Oct 2018, 09:00 WIB
Kondisi darah kental ternyata menjadi salah satu penyebab paling sering keguguran berulang. Jangan sampai hal ini terjadi pada Anda.
Benarkah Darah Kental Menyebabkan Keguguran Berkali-kali? (VGstockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Keguguran berulang merupakan sebuah kondisi yang dialami tak sedikit wanita. Hingga 1-3 persen wanita usia reproduktif mengalami kondisi keguguran berulang, dan jumlah meningkat hingga 5 persen pada wanita yang pernah mengalami setidaknya 2 kali keguguran. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkannya adalah darah kental.

Sekilas tentang kondisi darah kental

Kekentalan darah merupakan parameter penting yang sering kali luput dari perhatian. Darah terdiri atas berbagai komponen yang menyusunnya, seperti plasma, sel darah merah dan putih, platelet, dan lain-lain. Salah satu komponen utama darah yang menentukan kekentalannya adalah sel darah merah, karena merupakan penyusun sebagain besar total volume darah.

Baik darah yang terlalu kental maupun darah yang terlalu encer sama-sama dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Darah yang terlalu kental misalnya, dapat membuat darah mudah menggumpal sehingga menyumbat pembuluh darah yang kecil. Kekentalan darah yang terlalu tinggi juga akan memperlambat laju aliran darah dan menyebabkan trauma di permukaan pembuluh darah.

Di sisi lain, jika darah terlalu encer maka akan lebih mudah terjadi perdarahan dan akan lebih sulit dikendalikan bila sudah terjadi. Gangguan ini salah satunya menjadi penyebab terjadinya penyakit seperti strok hemoragik, dimana pembuluh darah di kepala pecah dan menyebabkan penumpukan cairan di otak.

Kekentalan darah dan keguguran berulang

Adanya kondisi darah yang terlalu kental dan mudah menggumpal, dapat menyebabkan terjadinya keguguran berulang pada seseorang. Salah satu kondisi kelainan darah ini seperti trombofilia, yang akan menyebabkan peningkatan koagulabilitas atau kemampuan penggumpalan darah dan menyebabkan penyumbatan di berbagai bagian pembuluh darah. Kondisi trombofilia menyumbang angka yang cukup tinggi, hingga 40-50 persen kasus keguguran berulang.

Pada kejadian keguguran berulang, terjadi penyumbatan pada pembuluh-pembuluh darah yang berfungsi untuk menyuplai darah pada tempat penempelan calon janin dan calon sistem jalur pembuluh darah yang menghubungkan antara ibu dengan plasenta. Padahal, plasenta yang sehat merupakan salah satu aspek penting agar janin dapat bekembang dengan baik.

Trombofilia sendiri adalah kondisi dimana terjadi kelebihan satu atau beberapa faktor pembekuan darah. Tentunya dalam menghadapi ibu dengan kasus keguguran berulang, dokter akan memeriksa dan memastikan bahwa penyebabnya bukanlah gangguan lain seperti malformasi bentuk rahim, diabetes, atau gangguan lainnya. Sebab, tidak semua kasus keguguran berulang pasti disebabkan oleh gangguan kekentalan darah.

Kondisi darah kental merupakan salah satu penyebab kondisi keguguran berulang, Namun, perlu diingat sekali lagi bahwa tidak semua kejadian keguguran pasti berhubungan dengan gangguan kekentalan darah. Ada berbagai faktor risiko lain yang perlu dipertimbangkan dan diperiksa. Jika Anda mengalami kondisi keguguran berulang, terutama hingga lebih dari 2 kali, berkonsultasilah dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda. Hal ini untuk berjaga-jaga jika ada kemungkinan kondisi seperti gangguan kekentalan darah. 

[NP/ RVS]