Benarkah Pil KB Tingkatkan Risiko Darah Kental?

Oleh dr. Andika Widyatama pada 27 Oct 2018, 08:00 WIB
Pil KB merupakan kontrasepsi yang paling umum digunakan untuk mengontrol kehamilan. Tapi benarkah berisiko memicu kondisi darah kental.
Benarkah Pil KB Tingkatkan Risiko Darah Kental? (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mengonsumsi pil KB merupakan cara paling populer yang dipilih pasangan untuk menunda atau mengontrol kehamilan. Meski jenis kontrasepsi cukup beragam, pil KB banyak dipilih karena dinilai lebih praktis. Namun, ada kabar yang menyebutkan bahwa konsumsi pil KB rentan menyebabkan darah kental.

Pil KB sendiri merupakan kontrasepsi oral yang bekerja dengan memengaruhi kadar hormon di dalam tubuh. Dengan penggunaan yang tepat, pil KB memiliki efektivitas mencapai lebih dari 99 persen.

Dilihat dari jenisnya, pil KB terdiri dari dua jenis, yakni pil kombinasi  yang mengandung hormon esterogen dan progestin serta mini pil yang hanya mengandung progestin.

Kelebihan pil KB dari metode kontrasepsi lainnya

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pil KB harus diminum setiap hari, pada jam yang sama, dan mengikuti arah tanda panah yang tertera di bungkus pil. Biasanya pil KB mulai diminum pada hari pertama haid, tergantung jenis paket pil KB apa yang dipilih.

Pil KB juga boleh dikonsumsi pada hari kedelapan menstruasi, tetapi harus disertai penggunaan kondom saat akan berhubungan seksual, untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Jika menyoal jenis pil KB yang lebih banyak dipilih, pil KB kombinasi adalah juaranya. Sebab, pil KB memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut dibanding mini pil:

  • Mengurangi perdarahan saat menstruasi.
  • Membuat siklus menstruasi lebih teratur.
  • Mengurangi gejala PMS.
  • Mengurangi risiko beberapa penyakit seperti kanker ovarium, kanker endometrium, salfingitis, dan stroke.
  • Meningkatkan kepadatan tulang.

Meskipun pil KB kombinasi memiliki berbagai kelebihan di atas, mini pil juga memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Tidak mengganggu produksi ASI.
  • Tidak menimbulkan efek samping hipertensi dan penyakit kardiovaskular.
1 of 2

Efek samping konsumsi pil KB

Setiap penggunaan komponen obat tentu memiliki efek samping yang mungkin timbul, termasuk pada penggunan pil KB.

Adapun beberapa efek samping yang mungkin timbul adalah keluar bercak-bercak darah di luar siklus menstruasi (spotting), menstruasi tidak teratur, nyeri payudara, sakit kepala, mual, perut kembung, peningkatan berat badan, dan tidak menstruasi.

Selain memiliki beberapa efek samping di atas, pil KB diduga meningkatkan risiko darah kental.

Menanggapi isu ini, penelitian yang sudah dilakukan adalah menunjukan efek pil KB pada peningkatan pembentukan bekuan darah di aliran darah yang berhubungan dengan kekentalan darah seseorang.

Pada penelitian tersebut ditemukan kasus pembentukan bekuan darah pada pengguna pil KB jarang terjadi, yakni dari responden yang menggunakan pil KB selama 10 tahun, kasus darah kental terjadi pada 0,3-1 persen wanita.

Meskipun jarang terjadi, bekuan darah yang terbentuk tersebut bisa menjadi hal yang berbahaya bagi tubuh. Jika bekuan darah menyumbat pembuluh darah, fungsi kerja tubuh dapat terganggu.

Konsumsi mini pil dianggap lebih aman

Kandungan hormon esterogen dalam pil KB dipercaya dapat memicu pembentukan bekuan darah. Faktanya, pil KB kombinasi berisiko menyebabkan darah kental.

Melihat hal ini, mini pil dianggap lebih aman dikonsumsi oleh wanita yang memiliki risiko lebih besar mengalami pembekuan darah..

Pil KB dengan kandungan drospirenone (sejenis progesteron sintetik) diduga meningkatkan risiko terjadinya pembentukan bekuan darah. Namun, penelitian mengenai hal tersebut juga belum jelas.

Pendapat bahwa pil KB rentan mengakibatkan risiko darah kental masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, ketika memilih jenis kontrasepsi yang tepat bagi Anda dan pasangan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menimbang kelebihan dan kekurangannya.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
Hary BogelHary Bogel

begini dok mau nanya istru saya minum pil kb tapi pil menstruasinya gak pernah di minum jadi dia ngak pernah mens bolehkah dok seperti itu apakah aman untuk kesejatanya tetima kasih dok?