6 Manfaat Jahe di Musim Hujan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 29 Oct 2018, 15:45 WIB
Musim hujan sudah datang! Ayo persiapkan diri agar tidak mudah sakit. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi jahe.
6 Manfaat Jahe di Musim Hujan (Maya-Kruchankova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Musim hujan telah tiba. Beberapa daerah di Indonesia mulai rutin diguyur hujan, udara pun mendingin, sederet penyakit khas musim hujan pun mengintai kesehatan tubuh. Untuk penghangat badan secara alami sekaligus menjaga kesehatan tubuh, secangkir jahe hangat bisa dijadikan sebagai pilihan. Selain enak, konsumsi jahe secara umum juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh!

Tak hanya sebagai bumbu pelengkap masakan, jahe juga banyak digunakan sebagai bahan utama makanan seperti kue, permen, hingga cookies. Selain itu, Anda yang penggemar jamu pun pasti tahu air jahe (biasanya diminum setelah konsumsi jamu yang pahit), atau juga bisa berbentuk susu dan teh jahe, wedang jahe, dan lain-lain. Dicampur dengan air panas atau hangat, jahe memang bisa membuat tenggorokan dan tubuh menjadi hangat kala hujan atau udara dingin.

Sudah ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa jahe merupakan bahan alami yang bisa membantu tubuh dari serangan penyakit. Jika dikonsumsi secara rutin, manfaatnya bagi kesehatan pun akan terasa, di antaranya adalah:

1. Melancarkan aliran darah

Manfaat jahe untuk tubuh bermacam-macam. Ini karena jahe mengandung kromium, magnesium, dan seng yang dapat membantu meningkatkan aliran darah secara keseluruhan. Kandungan tersebut juga bisa membantu mencegah demam, keringat berlebih, dan rasa menggigil.

2. Membantu penyerapan nutrisi

Jahe menstimulasi sekresi enzim lambung dan pankreas. Kerja ini bisa membantu penyerapan serta rangsangan nutrisi penting dalam tubuh. Penyerapan nutrisi ini sangat penting untuk pencernaan, dan pada gilirannya membawa kebaikan untuk tubuh.

3. Mencegah flu

Jahe diketahui memiliki khasiat yang membantu melindungi pengonsumsinya dari dingin dan ancaman penyakit flu. Mengingat flu merupakan salah satu penyakit khas yang dibawa musim hujan, maka konsumsi jahe secara rutin bisa membantu melindungi diri dari penyakit tersebut. Usahakan untuk menyediakan stok jahe segar di dapur. Selanjutnya Anda bisa memarut atau mencincangnya, lalu diminum dengan madu atau air untuk memncegah atau mengobati gejala pilek dan flu.

4. Menghindari sakit perut

Saat udara dingin, biasanya perut mudah kembung dan akhirnya malah berujung pada timbulnya masalah pencernaan. Nah, jahe diketahui efektif dalam meningkatkan penyerapan makanan. Tentunya ini membantu melancarkan pencernaan dan efektif untuk menghindari sakit perut. Selain itu, jahe juga bisa diandalkan untuk mengurangi peradangan secara alami.

1 of 2

Selanjutnya

5. Baik untuk batuk dan hidung mampet

Batuk dan hidung mampet sering datang tanpa “mengetuk pintu” ketika musim hujan. Jahe diketahui baik untuk kesehatan paru-paru dan dapat meluruhkan dahak. Jahe dapat memecah dan menghilangkan lendir yang mempercepat pemulihan dari kesulitan bernapas.

6. Meningkatkan kekebalan tubuh

Kekebalan adalah kunci penting untuk bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terganggu ancaman dari bakteri, virus, serta kuman penyakit. Karena musim hujan memiliki penyakit khasnya sendiri, tak ada salahnya melindungi diri dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh. Nah, jahe diketahui baik untuk meningkatkan sistem kekebalan dan juga mengurangi infeksi bakteri di perut.

“Selain bermanfaat terhadap saluran pencernaan, jahe juga berkhasiat membantu mengurangi nyeri pada beberapa kondisi penyakit, seperti radang sendi (osteoartritis), nyeri akibat menstruasi (dismenore), dan nyeri punggung bawah (low back pain),” ungkap dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum konsumsi jahe

Meski khasiatnya tak diragukan, tapi Anda tetap perlu memperhatikan beberapa hal.

“Konsumsi jahe pada penderita kelainan darah yang mengonsumsi obat warfarin perlu berhati-hati. Pasalnya, jahe bisa meningkatkan risiko memar dan perdarahan akibat adanya interaksi antara jahe dan obat pengencer darah,” kata dr. Sepriani.

Selain itu, dr. Sepriani menambahkan bahwa penderita diabetes mellitus juga perlu cermat dalam konsumsi jahe karena jahe dapat meningkatkan efek dari obat penurun gula darah, sehingga kadar gula darah mungkin bisa turun secara drastis.

Mentang-mentang berlabel sehat, tapi bukan berarti jahe bisa dikonsumsi sesuka hati. Jika dikonsumsi secara berlebihan ada kemungkinan timbul efek samping seperti nyeri ulu hati, rasa panas di dada akibat asam lambung naik, serta diare.

Nah, karena sudah masuk musim hujan. Yuk sedia selalu jahe di dapur. Bisa dijadikan bahan pelengkap masakan atau disajikan dalam bentuk minuman untuk menemani Anda relaks di rumah. Dukung juga dengan menerapkan pola hidup sehat, ya, agar hasil yang dirasakan maksimal!

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓