Benarkah Jahe Bermanfaat untuk Ibu Menyusui?

Oleh Ayu Maharani pada 30 Oct 2018, 16:00 WIB
Selain daun katuk, jahe juga diklaim bermanfaat bagi ibu menyusui dan juga ibu hamil. Namun, seberapa dosis jahe yang aman dikonsumsi?
Benarkah Jahe Bermanfaat untuk Ibu Menyusui? (Olga-Kriger/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Saat musim hujan tiba, umumnya masyarakat akan memburu minuman rempah yang bisa menghangatkan tubuh dari cuaca dingin, salah satu yang digemari orang adalah minuman jahe. Kabarnya, jahe dapat memberikan manfaat tertentu bagi ibu menyusui dan membantu menciptakan kehamilan sehat. Tapi seberapa dosis jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

Manfaat jahe bagi ibu menyusui

Meski tak sepedas cabai, namun rasa pedas yang unik dari jahe dan aromanya yang menenangkan bisa meringankan berbagai gejala penyakit seperti masuk angin. Tak hanya itu, jahe dipercaya bisa memberikan sejumlah manfaat kepada ibu menyusui dan ibu hamil.

Dilansir dari Very Well Family, wanita di beberapa daerah di dunia diberi jahe tepat setelah melahirkan karena jahe dipercaya bisa mempercepat proses pemulihan pasca persalinan. Selain itu, jahe pun dianggap sebagai galactagogue yang menstimulasi ibu dalam memproduksi ASI. Dengan kata lain, jika menginginkan ASI yang berlimpah setelah melahirkan, Anda juga bisa mengonsumsi jahe selain mengonsumsi daun katuk.

Namun, meski jahe dipercaya bisa meningkatkan produktivitas ASI, perlu diingat juga bahwa jahe memiliki rasa dan aroma yang kuat layaknya bawang putih dan makanan menyengat lainnya. Hal ini tentu saja akan memengaruhi rasa ASI yang seharusnya dinikmati bayi. Nah, apabila bayi Anda menolak disusui karena adanya perubahan rasa ASI, lebih baik kurangi kurangi atau bahkan hentikan dulu konsumsi jahe.

1 of 2

Konsumsi jahe di masa kehamilan

Selain bisa meningkatkan produktivitas ASI, dikutip dari Very Well Family, jahe juga dapat mengatasi gejala mual di pagi hari pada ibu hamil. Namun di sisi lain, jika Anda mengonsumsi jahe secara berlebihan, jahe justru bisa memicu terjadinya perdarahan pada vagina dan keguguran.

Menurut dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter, bagi ibu hamil, dosis jahe yang dianjurkan adalah 1.000-1.500 mg per hari yang dibagi dalam 2-4 kali konsumsi.

Selain itu, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter juga menyarankan, apabila Anda tertarik ingin memelihara kesehatan tubuh dengan meminum wedang jahe setiap hari, sebaiknya tidak lebih dari satu cangkir per hari.

Bagi ibu hamil yang memiliki kondisi lambung yang agak bermasalah, jahe justru akan menimbulkan dampak negatif, yaitu rasa terbakar pada lambung. Oleh sebab itu, lebih baik konsultasikan kepada dokter jika Anda tertarik untuk mengonsumsi jahe untuk meningkatkan produksi ASI atau penghilang gejala mual Anda.

Manfaat jahe secara keseluruhan

Meski kemampuannya dalam memberikan manfaat bagi ibu hamil dan ibu menyusui masih mengundang pro dan kontra, tetapi jahe pada dasarnya memang dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan pada umumnya, seperti dilansir dari Very Well Family, yaitu:

  • Meredakan gejala mual, terutama mual karena mabuk perjalanan dan mual karena pengobatan kemoterapi.
  • Mengatasi masalah pencernaan, terutama saat perut terasa kram, sembelit, kembung, dan banyak gas.
  • Menurunkan demam dan bersifat antivirus, sehingga dapat membantu melawan flu, infeksi pernapasan, dan sakit tenggorokan.
  • Meringankan rasa nyeri dan mengurangi pembengkakan, karena jahe juga bersifat antiradang yang dapat meredakan gejala sakit saat menstruasi, nyeri otot, dan radang sendi.
  • Menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes tipe 2.
  • Mengurangi kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Mengencerkan darah dan memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Menurunkan risiko terkena kanker karena jahe juga bersifat antioksidan.

Jahe memang memiliki manfaat baik bagi ibu hamil maupun ibu yang sedang menyusui. Namun perhatikan dosis yang tepat agar tidak mengalami efek samping dari jahe. Jika ibu hamil atau ibu menyusui ingin aman mengonsumsi jahe dan mendapatkan manfaat yang maksimal tanpa efek samping, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter sebelum mengonsumsinya.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓