Kenapa Perlu Jarak Satu Tahun Bila Ingin Hamil Lagi?

Oleh Ayu Maharani pada 31 Oct 2018, 16:40 WIB
Meski ingin mengejar usia dan kondisi tubuh yang prima, wanita perlu memberi jarak hamil anak pertama dan kedua hingga setahun lamanya.
Kenapa Perlu Jarak Satu Tahun Bila Ingin Hamil Lagi? (dolgachov/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin sebagian dari Anda punya teman yang jarak usia dengan saudara kandungnya hanya satu tahun. Jika memang demikian, berarti jarak kehamilan di antara keduanya tak sampai satu tahun. Padahal, jarak kehamilan satu tahun sangat dianjurkan untuk menjaga kondisi kehamilan yang sehat dan persalinan lancar.

Saat melahirkan, rasa sakit sehabis proses persalinan dan lemahnya kondisi tubuh biasanya tak langsung membaik. Bahkan, pada sebagian ibu hamil harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit untuk pemulihan pasca persalinan. Proses kehamilan yang terlalu berdekatan dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak negatif bagi si ibu dan bayi di kemudian hari.

Pentingnya jarak kehamilan

Dilansir dari BBC, sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita harus menunggu setidaknya satu tahun untuk hamil kembali setelah melahirkan. Ya, agak berbeda memang dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan jarak 18-24 bulan. Hal ini tentunya bukan tanpa sebab.

Pasalnya, bila jarak bersalin anak pertama dengan hamil anak kedua terlampau dekat, risiko gangguan kesehatan pada ibu dan anak akan meningkat.

Menurut peneliti yang bernama Dr. Wendy Norman, hal tersebut merupakan kabar yang menggembirakan bagi sebagian kaum wanita, khususnya wanita di atas 35 tahun. Sebab, mereka menjadi punya alasan kuat dalam menahan keinginan pasangannya untuk cepat-cepat memiliki anak lagi, meski ia baru saja melahirkan.

Penelitian yang menggunakan data hampir 150.000 kelahiran di Kanada ini dilakukan oleh University of British Columbia (UBC) dan Harvard TH Chan School of Public Health dan dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine.

Sementara itu, jarak yang relatif dekat antar kehamilan bisa menyebabkan kelahiran prematur, rendahnya berat badan bayi, serta kematian pada ibu dan bayinya. Tak hanya itu, menyusui ketika hamil pun sebenarnya memberikan efek yang kurang nyaman pada si ibu.

Sebab, sensitifnya daerah puting saat hamil pasti akan terasa nyeri ketika diisap oleh bayi. “Selain itu, seiring pertambahan usia kehamilan, produksi ASI juga akan menurun.” kata dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter.

Jadi, memberikan jarak kehamilan setidaknya satu tahun jelas bermanfaat untuk mengurangi risiko komplikasi. Lagipula, dengan memberi jarak tersebut, ibu juga dapat memiliki lebih banyak waktu untuk memulihkan diri dan merawat serta mendidik anak pertamanya, sehingga pengalaman yang didapat juga pasti jauh lebih banyak.

1 of 2

Risiko jarak kehamilan terlalu dekat

Komplikasi akibat dari terlalu dekatnya jarak persalinan dengan kehamilan kedua sebetulnya tidak hanya terjadi pada ibu usia matang, tetapi wanita yang berusia 20 hingga 34 tahun juga memiliki risiko yang bisa jadi lebih tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian, wanita berusia di atas 35 tahun yang hamil lagi setelah 6 bulan melahirkan memiliki risiko 1,2 persen untuk mengalami kematian atau komplikasi penyakit. Sedangkan jika mereka menunggu hingga 18 bulan, risikonya menurun menjadi 0,5 persen.

Agak berbeda dengan wanita usia matang, wanita yang berusia antara 20-34 tahun memiliki risiko kelahiran prematur, kematian, dan komplikasi penyakit sebanyak 8,5 persen. Sedangkan jika mereka menunggu dulu hingga berselang 18 bulan, risiko terkena hal negatif tersebut menurun menjadi 3,7 persen.

Di sisi lain, Dr. Sonia Hernandez-Diaz yang merupakan peneliti sekaligus Direktur Program Pharmacoepidemiology dii Harvard TH Chan School of Public Health, mengungkapkan bahwa jarak kehamilan yang terlalu dekat pada wanita usia muda biasanya mencerminkan kehamilan yang tidak direncanakan.

Lantas, bagaimana caranya supaya hal tersebut tidak terjadi? Menurutnya, penggunaan alat kontrasepsi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi kehamilan yang tidak terencana.

“Meskipun demikian, bila kehamilan sudah telanjur terjadi, sebaiknya Anda fokus saja pada kehamilan tersebut, hindari stres, atur asupan nutrisi, dan lakukan kontrol kehamilan secara teratur dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.” ujar dr. Anita.

Jadi berdasarkan hasil penelitian dan penjelasan dokter, para ibu sebaiknya dianjurkan untuk memberikan jeda saat ingin hamil lagi, setidaknya selama 1-2 tahun. Hal ini berguna untuk memulihkan kondisi Anda setelah persalinan pertama, supaya terhindar dari risiko komplikasi penyakit yang membahayakan ibu dan bayi.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓