Waspada Gangguan Jiwa karena Kesepian

Oleh dr. Nadia Octavia pada 01 Nov 2018, 08:30 WIB
Hati-hati, kesepian ternyata dapat menimbulkan gangguan jiwa pada orang yang mengalaminya. Simak penjelasan medisnya berikut ini.
Waspada Gangguan Jiwa karena Kesepian (Martin Novak/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Pindah ke lingkungan baru, kultur baru atau tempat yang asing membuat seseorang dapat mengalami kesepian. Selain itu, ditinggal orang terkasih dan dikucilkan dari pergaulan juga dapat menimbulkan hal yang sama. Bila kondisi ini dibiarkan begitu saja, maka gangguan jiwa risikonya.

Berikut ini adalah beberapa jenis gangguan jiwa yang mungkin terjadi bila Anda berlarut-larut dalam kesepian:

  1. Depresi

Seperti dilansir oleh Mayo Clinic, memiliki hubungan sosial yang baik dengan orang lain sangat diperlukan, terutama ketika Anda sedang mengalami masalah. Dukungan sosial bisa berasal dari keluarga, teman atau kerabat Anda. Orang yang tidak memiliki dukungan sosial (terisolir dari lingkungan sosial) akan merasa pesimis dalam menghadapi masalah hidup, tidak bersemangat dan bisa berujung pada depresi.

Bahkan, menurut studi yang dilakukan oleh Duke University Medical Center, orang yang kesepian, depresi dan terisolir dari lingkungan sosial mengalami risiko 3 – 5 kali lebih tinggi mengalami kematian dini dibandingkan dengan orang yang memilki dukungan sosial yang baik.

  1. Gangguan cemas sosial

Seseorang yang mengalami gangguan cemas sosial atau social anxiety merasa tidak nyaman jika bertemu atau berinteraksi dengan orang lain. Orang yang mengalami kesepian bisa berujung pada gangguan cemas sosial karena mereka tidak tahu bagaimana harus berbicara atau berdiskusi dengan orang lain.

Orang yang kesepian juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, sehingga akan merasa bahwa ia tidak diinginkan atau tidak berharga untuk orang lain. Dalam bentuk yang ekstrem, gangguan jiwa ini dapat menyebabkan orang yang mengalaminya tidak mau keluar rumah dan bertemu orang sama sekali. Tentunya jika dibiarkan, hal ini dapat mengganggu kesehatan mental.

  1. Hoarder alias penimbun barang

Hoarder alias penimbun barang merupakan suatu gangguan perilaku yang ditandai dengan sulit menyingkirkan barang-barang dan memiliki kegemaran menimbun barang, sehingga dapat menimbulkan gangguan emosi, fisik dan sosial.

Hoarder sendiri merupakan bagian dari gangguan perilaku obsesif kompulsif. Seseorang yang kesepian akan cenderung mencoba mengisi kehampaan hidupnya dengan menimbun barang-barang yang sering kali tidak dibutuhkan.

Bahkan, The International Obsessive-Compulsive Disorder Foundation menyebutkan bahwa kesepian merupakan penyebab utama seseorang menjadi hoarder, yang kemudian memicu terjadinya gangguan emosi, fisik dan sosial.

  1. Gangguan makan

Perasaan kesepian dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Bahkan, studi yang dilakukan oleh Brigham Young University melaporkan bahwa kesepian dapat berdampak buruk bagi kesehatan, sama seperti merokok 15 batang sehari.

Menurut studi yang dipublikasikan di the Journal of Psychology Interdisciplinary and Applied pada tahun 2012, terdapat hubungan antara gangguan makan dengan kesepian.

Ketika seseorang mengalami kesepian, ia cenderung akan menjadikan suatu hal sebagai pelarian untuk menghalau perasaan sepi dan hampa. Hal tersebut bisa berupa olahraga, seks, alkohol, termasuk juga makanan.

Banyak orang yang mengalami kesepian menjadikan makanan sebagai pelarian, sehingga mengalami gangguan makan seperti binge eating disorder, perilaku makanan kompulsif anoreksia nervosa atau bulimia. Mereka menjadikan makanan sebagai “teman” yang dapat menenangkan dan menghilangkan perasaan kesepian.

Ternyata kesepian yang berlarut-larut bisa memicu terjadinya beberapa gangguan jiwa seperti yang telah dijelaskan di atas. Jadi, jangan sepelekan perasaan kesepian. Carilah orang yang bisa diajak berbagi dan dapatkan dukungan sosial dari orang-orang terdekat saat mengalami masalah.

[NP/ RVS]

Doddy FernandeDoddy Fernande

Saya Sangat Anti Sosial Dok Suka Mengurung Diri Di Dalam Kamar Selama Bertahun tahun....

Hendra Saputra TanHendra Saputra Tan

Saya sudah biasa menyendiri sampai puluhan tahun

Elisye SihombingElisye Sihombing

Dok, saya lebih suka mengurung diri dan akan merasa panik apabila berada dikeramaian seorang diri tanpa ditemani oleh orang yang saya kenal,sulit untuk memulai percakapan jadi sering dibilang sombong, juga berjalan dengan kepala menunduk. Apakah saya cemas sosial, introvert,atau kurang percaya diri?